Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Produk Inovatif Harus Mampu Menjawab Tantangan Pertanian Global

Produk Inovatif Harus Mampu Menjawab Tantangan Pertanian Global

22.08.2019
Suharna
216
(Foto: BBPadi Media)
(Foto: BBPadi Media)

Produk Inovatif Harus Mampu Menjawab Tantangan Pertanian Global

22.08.2019
Suharna
216

Dalam upaya percepatan hilirisasi produk hasil inovasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaeman melaunching beberapa produk inovasi di Kampus Penelitian Pertanian, Cimanggu, Bogor, Jawa Barat.(22/8/19).

Launching atau peluncuran produk inovasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dengan tema Inovasi Pertanian Untuk Indonesia Maju dihadiri 500 peserta dan tamu undangan yang terdiri dari para pejabat eselon I, Direktur Jenderal Hortikultura, dua Staf Ahli Menteri Pertanian, Bupati Kabupaten Sidrap-Sulsel, dua mantan Kepala Badan Litbang pada masanya, Kepala Pusat, Kepala Balai Besar, Kepala BPTP seluruh provinsi, peserta dari berbagai macam kalangan, mulai dari pemangku kepentingan inovasi pertanian, akademisi, industri, masyarakat dan stakeholder terkait.

Dihadapan peserta yang hadir Sekretaris Badan Litbang Pertanian Prama Yufdi dalam sambutanya mengatakan bahwa Badan Litbang Pertanian harus mampu menjawab tantangan pertanian global dan nasional saat ini dan kedepan. Sebagai wujud kerja nyata, pada hari ini Balitbangtan meluncurkan sekaligus memperkenalkan produk-produk inovasi hasil litbang terkini yang secara umum terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu produk litbang nanoteknologi, biofortifikasi dan bioteknologi.

Dari enam jenis produk yang dilaunching pada hari ini salah satunya adalah inovasi berupa padi biofortifikasi varietas Inpari IR Nutri Zinc yang memiliki kandungan Zn beras tinggi yang dapat membantu mencegah dan meminimaliasi masalah stunting.

Badan Litbang Pertanian terus berupaya menjawab tantangan pertanian saat ini dan kedepan, meliputi antara lain peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan, peningkatan eksport, pencegahan stunting dan penanganan kemiskinan, antisipasi perubahan iklim dan teknologi ramah lingkungan. Demikian dikatakan Prama saat sambutan dihadapan peserta yang hadir.

Ia menekankan kepada seluruh peneliti, perekaya dari Balai-Balai Penelitian untuk terus mencari terobosan model baru, cara baru dan nilai-nilai baru untuk mencari solusi permasalahan nasional yang mampu mengantarkan bangsa Indonesia mewujudkan visinya, termasuk pentingnya penguasaan dan kontribusi teknologi inovatif dalam mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia 2045.

Pembangunan pertanian Indonesia memang harus berani mengalihkan pola pertanian tradisional menuju ke pertanian modern melalui pemanfaatan teknologi. Hal ini telah terbukti dalam lima tahun terakhir, kemajuan teknologi pertanian Indonesia telah mentransforasi pertanian tradisional ke pertanian modern. Saat ini, petani Indonesia hingga di daerah pinggiran/perbatasan sudah merasakan manfaat kemajuan teknologi pertanian Indonesia.

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Fajry Djufri dalam sambutannya mengajak kepada seluruh komponen khususnya Badan Litbang Pertanian untuk sama-sama mewujudkan hasil riset benar-benar dimanfaatkan untuk masyarakat khusunya bagi petani.

“Semua hasil riset, kalau hanya berhenti di hak paten dan laporan saja, tidak akan menjadi apa-apa. Semua hasil litbang harus sampai ke petani. Tahun 2020 akan dibuat grand desain/peta jalan  riset berbasis kebutuhan yang sejalan dengan program setrategis Kementerian Pertanian. Semua angaran peruntukanya akan tepat dan bisa menjawab sekaligus bisa memenuhi apa yang menjadi harapan Mentri Pertanian dan Dirjen teknis” tegas Kepala Badan.

Sebab, kata Jufry,  Balitbantan juga merupakan lembaga teknis yang didirikan untuk membantu dirjen teknis Kementan hingga ke petani. Disisi lain Ia memastikan bahwa 70 % anggaran dialokasikan untuk riset agar bisa menjawab semua kebutuhan petani Indonesia. 

Terkait dengan launching varietas unggul baru padi varietsa Inpari IR Nutri Zinc, Kepala Badan Litbang mengatakan beberapa terobosan yang telah dilakukan para peneliti perekayasa penyuluh Balitbangtan sudah dirasakan dilapangan.

“Varietas Unggul Baru (VUB) produk Balitbangtan, Alhmdulillah sudah disebarkan yang jumlahnya telah mencapai 318 VUB. Dari total luas tanam padi di Indonesia sebanyak 90% telah menggunakan VUB produk Balitbangtan. Ini kebanggaan Balitbangtan tapi kita jangan berpuas diri dengan banyaknya varietas unggul baru yang dilepas. Kita harus terus upayakan semua yang ditanam khususnya padi dapat meningkatkan kesejahteraan petani kita” tegasnya

Varietas Inpari IR Nutri Zinc dilaunching untuk memenuhi kebutuhan konsumsi beras khususnya bagi wilayah yang mengalami stunting. Sejalan dengan prioritas nasional kedepan untuk mengembangkan SDM yang unggul inovasi ini tentu sangat dibutuhkan. Padi Inpari IR Nutri Zinc produk biofortifikasi Badan Litbang Pertanian ini memiliki kandungan Zn 29, 54 ppm (sekitar 23% lebih tinggi daripada Ciherang), berpotensi dapat mencegah dan meminimalisasi masalah stunting di Indonesia.

Tidak hanya padi hasil biofortifikasi, namun dalam waktu dekat Badan Litbang Pertanian juga akan melaunching beras Baroma yang merupakan beras dari padi tipe Basmati serta beras tipe japonica dari padi varietas Tarabas. Padi varietas Baroma memiliki banyak keunggulan karena selain memiliki bentuk beras tipe basmati, serta aromatik juga produktivitasnya tinggi dibanding padi tipe Basmati di negara asalnya.

“Kami telah memproduksi benih Inpari IR Nutri Zinc yang disebarluaskan secara massif terutama di daerah yang termasuk endemis stunting. Tahun 2020 akan dikembangkan seluas 10.000 hektar dan pada tahun 2021 ditargetkan ditanam seluas 100.000 hektar”, terang Kepala Badan Litbang.

Diakhir sambutanya Kepala Badan mengajak agar produk-produk inovatif yang dihasilkan harus disertai hilirisasi yang masif agar manfaatnya segera dapat dirasakan masyarakat dan berdampak positif secara nasional.

“Oleh karena itu, saya mengajak para pejabat  Eselon I lingkup Kementan, para Kepala Daerah, Industry, masyarakat petani, dan seluruh stakeholders Kementan lainya untuk bersama-sama mengembangankan penerapan teknologi-teknologi pertanian inovatif, khususnya karya anak bangsa, sehingga pertanian dan bangsa Indoensia semakin maju dan petaninya semakin sejahtera”, pungkasnya.

Acara Launching produk inovasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang dihadiri Menteri Pertanian merupakan rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan ke 74, Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HARTEKNAS) yang ditetapkan setiap tanggal 10 Agustus dan memperingati HUT ke-45 Balitbangtan yang jatuh setiap tanggal 26 Agustus. Semoga dengan kegiatan ini akan bisa meningkatkan sinergi serta korporasi antar berbagai pihak dalam percepatan hilirisasi dan komersialisasi produk-produk hasil litbang Kementan.

Diakhir acara, Menteri Amran menyerahkan royalti ke 18 peneliti lingkup Balitbangtan salah satunya adalah Indrastuti A. Rumanti peneliti padi hibrida Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Royalti diberikan kepada para peneliti yang hasil penelitiannya telah mendapatkan paten serta dikerjasamakan dengan dunia usaha. (Harna)

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini36
Hari Kemarin1140
Minggu ini1176
Bulan ini23949
Total Pengunjung2632952
Online saat ini
5

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi