Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Pompanisasi di Kebun Percobaan Pusakanagara

Pompanisasi di Kebun Percobaan Pusakanagara

20.09.2017
BBPadi
1322

Pompanisasi di Kebun Percobaan Pusakanagara

20.09.2017
BBPadi
1322

Kebun Percobaan (KP) Pusakanagara berlokasi  di Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, tidak jauh dari perbatasan antara Kabupaten Subang dengan Kabupaten Indramayu. Bernaung dibawah Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.  Kebun percobaan ini memiliki luas lahan 47 ha, yang terdiri dari 37,5 ha lahan sawah efektif dan sisanya  emplasemen,  bangunan kantor, lantai jemur, dan lain-lain.

Tugas pokok dan fungsi setiap kebun percobaan lingkup BB Padi hampir sama dan saat ini kebun percobaan  melaksanakan kegiatan penelitian, display varietas, diseminasi produksi benih sumber,  dan sistem integrasi padi ternak.

Kegiatan pertanaman  dilaksanakan  dua kali tanam dalam satu tahun dan  kendala saat musim kemarau selalu mengalami  kekurangan air.  Keterbatasan air irigasi tersebut dikarenakan ada sistem pembagian air secara bergiliran dari saluran sekunder  Perum Jasa Tirta dan air yang masuk ke areal tidak bisa terbagi secara merata.  Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah tersebut sejak lima tahun terakhir selalu melakukan sistem pompanisasi.

Menurut  Ir. Aman Rasna selaku Kepala KP. Pusakanagara, “saat musim kemarau tiba, semua tenaga kami kerahkan, pompanisasi tidak bisa kami hindari, dan kegiatan tanam seluas 37,5 ha tetap harus berjalan, selain itu pemerataan air seluruh lahan harus diatur dengan baik,  sehingga kami membangun jaringan irigasi seperti yg ada saat ini." kata Aman.

Sistem pompanisasi yang ada saat ini belum sempurna dan perlu pengembangan lebih lanjut agar jaringan air bisa lancar dan lebih memudahkan dalam pendistribusian air ke seluruh areal.

Mesin pompa yang ada saat ini sebanyak 3 unit yang terdiri dari satu unit pompa aksial yang dibiayai dari program SMARTD dan 2 unit mesin diesel.  Untuk menjaga agar mesin pompa tetap bekerja dengan baik, masing-masing pompa dioperasikan maksimal selama 8 jam nonstop pada siang hari dan dilanjutkan 8 jam pada malam hari.

Aman menambahkan. "Kemampuan dari ke 3 unit pompa tersebut sehari semalam dapat mengairi lahan seluas 3 ha jika kondisi lahan masih basah, tetapi apabila lahan sangat kering dan terlihat retak- retak kemampuan mengairi hanya 1 ha, jadi dapat dibayangkan berapa jam kami harus mengairi sawah dalam satu musim,” demikian tambah Aman Rasna.

Dengan memanfaatkan pompa yang ada dan terbatasya air, kondisi pertanaman saat ini umurnya beragam dan  varietas yang ditanam Inpari 30, Inpari 32, Inpari 33, Inpari 42, Tarabas dan Mekongga.  Monitoring dan pengendalian hama penyakit selalu dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi ledakan serangan hama penyakit.

Kegiatan display varietas unggul baru dilaksanakan setiap musim, hal ini untuk memudahkan para petani dan pengguna   mendapatkan informasi tentang perpadian hasil inovasi Balitbangtan.(Shr)

Bagikan Konten

Hashtag

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini51
Hari Kemarin1547
Minggu ini3003
Bulan ini27533
Total Pengunjung2699341
Online saat ini
4

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi