Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Petani Konawe Menyambut Baik Hadirnya Teknologi Turiman di Lokasi Geltek HPS 39

Petani Konawe Menyambut Baik Hadirnya Teknologi Turiman di Lokasi Geltek HPS 39

01.11.2019
BBPadi Media
409
Foto: BBPadi Media
Foto: BBPadi Media

Petani Konawe Menyambut Baik Hadirnya Teknologi Turiman di Lokasi Geltek HPS 39

01.11.2019
BBPadi Media
409

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) dan Balai Penelitian Kacang dan Umbi (Balitkabi) menampilkan display penerapan inovasi teknologi spesifik lokasi untuk meningkatkan produksi pangan pola tumpang sari tanaman padi gogo dan kedelai dengan teknologi Tumpangsari Tanaman Pangan (Turiman) di areal gelar teknologi Hari Pangan Sedunia ke 39, di Desa Pudambu, Kecamatan Anggata, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Tumpang sari padi gogo varietas Inpago 8, Inpago 11, Inpago 12 dan varietas Rindang 1 dengan tanaman kedelai merupakan suatu bentuk pola tanam campuran (polikultur) pada satu areal lahan dan dalam waktu bersamaan dengan tidak mengurangi jumlah populasi masing-masing tanaman.

Selain Keragaan display pertanaman dengan teknologi Turiman juga ditampilan keragaan padi gogo dibawah naungan tanaman kakao. Saat ini tanaman pangan tumpang sari padi gogo dengan kedelai (pagole) di areal display umurnya bervariasi antara 45 dan 87 hari. Keempat varietas padi yang ditanam dilahan geltek terbukti adaptif untuk lahan kering.

Salah seorang petani  yang sempat ditemui BBPadi media, mereka mengatakan heran padi bisa tumbuh dilahan kering yang sebelumnya tidak pernah terjadi diwilayahnya. "Ini yang pertama kali lahan disini ditanami padi, sebelumnya hanya ditanami nilam, lada dan kakao. Setelah melihat pertanaman tersebut kami sebagai petani tertarik untuk menanam dan mengembangkan padi pada musim berikutnya" ungkap Komarudin petani lada desa Pusambu (31/10/19).

Menurut Didin Wahyudin selaku penanggung jawab  display pertanaman padi menjelaskan bahwa dilokasi tersebut tantangan kondisi alam sangat berat namun Ia optimis padi yang ditanam bisa menghasilkan produksi tinggi.

"Memang tantangan dalam pengelolaan lahan dilokasi HPS  sangat berat mengingat lahan disini belum pernah ditanami tanaman pangan, namun berkat input teknologi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (larikan gogo dan turiman) tanaman bisa tumbuh bagus dan jika hal ini bisa terus dipertahankan minimal 4 ton bisa didapat dari setiap hektarnya. Ia menambahkan beberapa kendala yang dihadapi dilapangan yaitu adanya gangguan hama penggulung daun dan penyakit blas daun. (Shr/AMY/ADS).

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini888
Hari Kemarin1089
Minggu ini9052
Bulan ini18861
Online saat ini
9

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi