Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Petani Karawang Belajar Menjadi Penangkar Benih Mandiri

Petani Karawang Belajar Menjadi Penangkar Benih Mandiri

18.07.2019
Suharna
440
Peserta bimbingan teknologi perbenihan padi sedang mempraktekkan proses rouging. Jayakerta, Rengasdengklok, Karawang, 18.07.2019 (Foto: BBPadi Media)
Peserta bimbingan teknologi perbenihan padi sedang mempraktekkan proses rouging. Jayakerta, Rengasdengklok, Karawang, 18.07.2019 (Foto: BBPadi Media)

Petani Karawang Belajar Menjadi Penangkar Benih Mandiri

18.07.2019
Suharna
440

Kementerian Pertanian terus melakukan kegiatan peningkatan kapasitas kepada petani calon penangkar benih, kelompok tani, gabungan kelompok tani , penyuluh dan mahasiswa dari Polbangtan Bogor di UPTP Jayakerta, Rengasdengklok, Karawang, Kamis (18/7/19).

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yang sebelumnya rutin dilaksanakan di lokasi Demfarm Pertanian Modern Korporasi Karawang. Tema yang diangkat dalam kegiatan yang berlangsung sehari ini adalah bimbingan teknologi perbenihan padi.

Menurut Zuziana Susanti selaku pananggung jawab kegiatan saat ditemui disela-sela acara tersebut menyampaikan alasannya terkait perlunya pemahaman benih bagi petani.

“Terbentuknya kawasan dan kelompok tani penangkar benih di lokasi Denfarm Karawang  adalah gol kami, sehingga dengan bimbingan teknologi perbenihan ini kedepan ada kesadaran akan pentingnya penggunaan benih yang bermutu (berlabel), mendorong tumbuh berkembangnya usaha penangkaran.

Lebih lanjut dalam penjelasanya Ia menambahkan “Nantinya para petani/penangkar atau produsen benih yang melakukan penangkaran akan diawasi oleh lembaga pemerintah dalam hal ini Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSB TPH). Makanya hari ini kami mengundang BPSB Karawang yang dihadiri ibu Wawat Kusuma Perwati agar bisa memberikan informasi yang akurat bagaimana prosedur sertifikasi benih padi, tatacara pendaftaranya seperti apa, sampai prosedur sertifikasi benih, tambahnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BBPadi) Dr. Priatna Sasmita yang hadir dalam acara tersebut mengakui sejauh ini para petani masih tergantung pada produsen penangkar di wilayahnya, sehingga dalam rangka mengurangi ketergantungannya itu petani diberikan peluang baik secara perorangan maupun berkelompok untuk menjadi penangkar dan produsen benih padi yang dapat memperoleh sertifikat BPSB, hal ini disampaikan saat membuka acara Bimtek.

Priatna berharap petani dapat mengikuti kegiatan beimtek bisa menjadi penangkar-penangkar benih dan tersertifikasi. Sehingga Benih dari penangkar ini nantinya dapat memenuhi kebutuhan petani yang tergabung dalam Denfarm Pertanian Modern Korporasi Karawang dengan luas wilayah hampir 1000 ha.

Terkait dengan produksi benih bermutu tinggi melalui teknologi perbenihan hadir juga Sri Wahyuni sebagai narasumber dari Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Ia menjelaskan tentang teknik budidaya padi untuk perbenihan secara rinci. Dijelaskannya beberapa tahap kegiatan yang harus dilakukan oleh penangkar benih pemula, salah satunya kegiatan Rouging yaitu mencabut tanaman yang bukan dari vareitas yang ditangkarkan.

Kegiatan rouging dapat dilakukan dengan mengenal karakter daun, warna kaki dan daun padi, sudut daun bendera, bulu ujung gabah, dll. Kegiatan ini minimal dilakukan sebanyak tiga kali yaitu saat fase vegetative, generative dan sebelum panen. (Shr/ZM)

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini373
Hari Kemarin693
Minggu ini6006
Bulan ini18089
Total Pengunjung2595906
Online saat ini
3

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi