Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Pertukaran Informasi Pertanian Presisi dan Berkelanjutan melalui Seminar Nasional Padi 2019

Pertukaran Informasi Pertanian Presisi dan Berkelanjutan melalui Seminar Nasional Padi 2019

13.12.2019
BBPadi Media
272

Pertukaran Informasi Pertanian Presisi dan Berkelanjutan melalui Seminar Nasional Padi 2019

13.12.2019
BBPadi Media
272

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) menggelar Seminar Nasional Padi dengan tema “Teknologi Padi Inovatif Mendukung Pertanian Presisi dan Berkelanjutan”, Selasa (10/12/2019), di Gedung Agro Inovasi BB Padi, Sukamandi, Subang. Seminar ini mengundang Dr. Haris Syahbudin, DEA (Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan) dan Zulfriandi, SE, AK, MM. (Kepala Sub Direktorat Kelembagaan Pertanian) mewakili Direktur Pangan dan Pertanian-Bappenas sebagai invited speaker.

Seminar kali ini dihadiri oleh 229 peserta, dengan 80 makalah yang disajikan. Peserta berasal dari perwakilan dari Dinas Pertanian Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten, akademisi, peneliti, penyuluh, teknisi litkayasa lingkup Badan Litbang Pertanian, mahasiswa, BUMN, perusahaan swasta, LPNK (Lembaga Penelitian Non Kementerian) serta komunitas padi dan pemerhati pertanian.

Dr. Haris Syahbudin, yang sekaligus mewakili Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dalam membuka Seminar menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian memprioritaskan tujuh program dan kegiatan strategis, yaitu program satu data untuk akurasi data lahan dan produksi, agricultural war room (AWR), Komando Strategi Pembangunan Pertanian (kostra tani), gerakan nasional peningkatan produksi dan produktivitas, peningkatan ekspor, family farming, pertanian masuk sekolah dan kawasan pertanian terintegrasi maju dan modern.

Sebagai Invited Speaker, Dr. Haris Syahbudin menyampaikan bahwa Badan Litbang Pertanian sebagai Lembaga riset terus berupaya melahirkan inovasi maju berbasis teknologi di era industri 4.0. Hal tersebut akan dituangkan dalam kegiatan pemetaan luas lahan baku sawah berpresisi tinggi menggunakan citra satelit; pengunaan alat mekanisasi pertanian robotic dan autonomous, serta teknologi pemupukan dan pengairan presisi. Beberapa isu aktual terkait dengan pertanian dan berkelanjutan yang perlu segera digarap adalah adalah pemetaan produktivitas padi dan peningkatan nilai tambah (double track). Secara nasional, wilayah Indonesia terbagi menjadi empat zona produktivitas padi bila dibandingkan dengan rata-rata produktivitas nasional. Untuk meningkatan produksi dan meminimalkan senjang hasil, Badan Litbang Pertanian melalui Pusat Penelitan dan Pengembangan Tanaman Pangan akan menggarap enam program utama yaitu: 1) Sertifikasi UPBS; 2) Sitas (prediksi varietas); 3) VUB survival lahan rawa dan lahan kering; 4) Desentralisasi Perbenihan; 5) Kawasan minimum gap; serta 6) Sistem monitoring dan prediksi produksi tanaman pangan.

Mewakili Bappenas, Zulfriandi menyampaikan program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Jangka Menengah yang terkait dengan pertanian presisi dan berkelanjutan. Prioritas nasional yang terkait langsung dengan tugas dan fungsi BB Padi adalah peningkatan ketersediaan, akses dan kualitas konsumsi beras sebagai pangan pokok Indonesia. Hal ini dilakukan melalui 1) kualitas konsumsi, keamanan, fortifikasi dan biofortifikasi pangan; 2) penjagaan keberlanjutan produktivitas sumberdaya pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim, digitalisasi pertanian serta pengelolaan lahan dan air irigasi.

Sementara itu, para peserta membawakan makalah yang menampilkan hasil-hasil penelitian terkait ketersediaan inovasi dan teknologi padi yang mencakup bidang pemuliaan tanaman, plasma nutfah dan perbenihah, teknologi budidaya, pengendalian hama dan penyakit, teknologi pasca panen dan analisis sosial ekonomi yang mendukung pertanian presisi dan berkelanjutan.

Sebagai upaya diseminasi hasil penelitian BB Padi, pada seminar tahun ini, dilakukan uji rasa (organoletik) nasi yang berasal dari varietas unggul baru (VUB) padi beras merah dan beras  hitam yang baru dilepas, yaitu Pamera, Pamelen, Jeliteng, dan Inpari 24. Para hadirin yang ada di forum dipersilakan mencicip nasi yang disiapkan dengan metode seragam. Setelah mencicip, para peserta diminta memberikan penilaian dalam tiga kategori, yaitu “suka”, “sedang/biasa saja”, dan “tidak suka”. Hasil uji rasa menunjukkan bahwa Jeliteng dan Pamelen paling banyak disukai dibandingkan dua VUB lainnya. Selain memperkenalkan VUB, uji rasa nasi juga bertujuan untuk menambah pengetahuan peserta seminar tentang banyaknya VUB yang telah dihasilkan oleh BB Padi, termasuk VUB Padi berpigmen merah (coklat) dan hitam.

Seminar yang merupakan agenda rutin, merupakan forum yang penting untuk Lembaga penelitian seperti BB Padi. Pemikiran dan ide tentang teknologi inovatif tanaman padi dapat dikomunikasikan dalam komunitas riset padi serta calon pengguna dalam forum Seminar. Demikian pula dengan umpan balik serta saran dan kritik terhadap teknologi yang nantinya akan diterapkan, dapat tergali dari Forum Seminar Nasional.

Bagikan Konten

Hashtag

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini46
Hari Kemarin1453
Minggu ini2785
Bulan ini34954
Online saat ini
3

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi