Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Pengembangan Metode Skrinning Toleransi Keracunan Besi untuk Semua Fase Tumbuh Tanaman Padi

Pengembangan Metode Skrinning Toleransi Keracunan Besi untuk Semua Fase Tumbuh Tanaman Padi

27.09.2019
Suharna
244
Saeka Unoki dan Dr. Yudhistira Nugraha (Foto: BBPadi Media)
Saeka Unoki dan Dr. Yudhistira Nugraha (Foto: BBPadi Media)

Pengembangan Metode Skrinning Toleransi Keracunan Besi untuk Semua Fase Tumbuh Tanaman Padi

27.09.2019
Suharna
244

Kegiatan seminar rutin 2 mingguan di lingkup Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), merupakan wadah untuk bertukar informasi dan pengetahuan di antara peneliti, teknisi, dan semua staf BBPadi terkait hasil penelitian, hasil pelatihan, dan informasi lainnya.

Seminar rutin BBPadi pada hari Jumat (27/9) menampilkan pembicara Saeka Unoki, mahasiswa S2 Jurusan Bioagriculture, Universitas Nagoya Jepang yang melakukan penelitian di BBPadi. Materi yang disampaikan mengenai  “Pengembangan Metode Skrinning Toleransi Keracunan Besi untuk Semua Fase Tumbuh Tanaman Padi”, dengan moderator sekaligus pembimbing penelitian, Dr. Yudhistira Nugraha.

Dalam presentasinya Unoki menyampaikan bahwa sebagian lahan rawa di Indonesia berpotensi untuk ditanami padi yang cenderung bermasalah dengan keracunan besi. Kondisi ini menyebabkan penurunan hasil gabah. Penelitian Unoki bertujuan ingin mengetahui perbedaan toleransi respons varietas padi di Indonesia terhadap keracunan besi melalui percobaan media hidroponik Yoshida Agar Solution dan media tanah yang diberi FeSO4, serta pengaruh kalium terhadap tingkat toleransi padi.

Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa dalam percobaan hidroponik, meskipun gejala muncul dengan jelas, LBS genotipe toleran dan sensitif tidak berbeda. Perlakuan cekaman besi pada taraf 500 dan 700 ppm pada percobaan hidroponik berpengaruh terhadap penampilan inggi tanaman, panjang akar, dan berat kering akar. Kemudian gejala dan sifat fisiologis berkorelasi secara signifikan. Kalium mempengaruhi gejala karat akibat keracunan besi dan tinggi tanaman, tetapi tergantung pada varietas. Metode percobaan skrining keracunan besi dengan media tanah/pot ini masih membutuhkan pengulangan.

Saeka Unoki juga mempelajari penelitian lain terkait padi yang dilakukan di Indonesia (BBPadi), serta mempelajari budaya masyarakat Indonesia. Pada kesempatan tersebut Unoki menyampaikan pendapatnya tentang pertanian di Indonesia, Jepang dan dunia.

Menurutnya penelitian padi di Indonesia sangat kompleks karena mencakup berbagai jenis lingkungan dan letak geografisnya. BBPadi adalah salah satu lembaga terpenting untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada dunia. Indonesia memiliki potensi untuk mengekspor beras ke negara-negara barat.

“Pertanian di dunia harus lebih COOL dan MENARIK. Saya sangat berterima kasih kepada BBPadi atas kesempatan untuk mendapatkan pengalaman baik penelitian maupun budaya pertanian khususnya padi. Saya berharap penelitian ini suatu hari dapat memberikan kontribusi terhadap pengeloaan budidaya padi di lahan rawa, dan ke depan dapat memberikan manfaat untuk pertanian di Indonesia, dan juga dunia” tutup Unoki mengakhiri presentasinya.

                                                                     

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini357
Hari Kemarin1405
Minggu ini1762
Bulan ini26292
Total Pengunjung2698100
Online saat ini
14

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi