Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Penerapan Inovasi Diyakini Dapat Meningkatkan Produksi Padi Petani Sambas

Penerapan Inovasi Diyakini Dapat Meningkatkan Produksi Padi Petani Sambas

25.01.2019
BBPadi
190

Penerapan Inovasi Diyakini Dapat Meningkatkan Produksi Padi Petani Sambas

25.01.2019
BBPadi
190

Sepanjang tahun 2017, Kementerian Pertanian (Kementan) telah membangun percontohan skala luas sekaligus melaksanakan pendampingan dan program pengembangan budidaya komoditas strategis yang mempunyai prospek untuk dikembangkan dan dapat menjadi titik ungkit peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan.

Sasaran utama pembangunan pertanian di wilayah perbatasan adalah mewujudkan lumbung pangan pangan dunia 2045 sekaligus memanfaatkan peluang ekspor.

Strategi perwujudan lumbung pangan telah dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi berkolaborasi dengan Balitra, BB Mektan, BBP2TP pada Musim Hujan 2018/ 2019 melalui Denfarm Sistem Usaha Tani Inovatif Partisipatif seluas 44 ha Ha dan Super Impose Perbenihan seluas 6 Ha di Desa Tebas Sungai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas.

Penerapan Inovasi Diyakini Dapat Meningkatkan Produksi Padi Petani Sambas

Langkah yang telah ditempuh selain pengembangan teknologi untuk wilayah perbatasan, juga dibarengi dengan kegiatan pengembangan model mekanisasi pertanian dan pengembangan sistem pengelolaan air dan lahan pada model usaha pertanian inovatif di lahan rawa berbasis tanaman padi.

Hadir dalam kegiatan temu lapang dan panen, Bupati Sambas Atbah Rohmin Suhairi, Lc., Komisi II DPRD Kabupaten Sambas, Kepala BB Padi Dr. Priatna Sasmita, Kasie KSPP BPTP Kalbar, Prof. Dr. Masganti (peneliti Balittra),  Kepala Dinas Pertanian, Kapolsek Danramil, jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas, perwakilan dari Politeknik Sambas, Penyuluh, Gapoktan/Poktan dan petani se-kecamatan Tebas.

Dr. Priatna Sasmita dalam sambutannya mengatakan bahwa Kementerian Pertanian terus berkomitmen untuk membangun daerah perbatasan sebagai lumbung pangan sesuai dengan keunggulan spesifik lokasinya.

"Dengan dorongan inovasi teknologi dan pendampingan yang telah  dilakukan di lokasi demfarm harus bisa memberi perubahan menjadi lebih maju dan ada peningkatan produktitas yang bisa membawa kesejahteraan bagi petani sehingga Kabupaten Sambas yang saat ini punya kontribusi peningkatan 13% dari 19 kecamatan bisa lebih ditingkatkan lagi" ungkap Priatna didepan ratusan petani Tebas Sungai, Rabu (24/1).

Penerapan Inovasi Diyakini Dapat Meningkatkan Produksi Padi Petani Sambas

"secara umum pertanaman padi bagus walaupun masih ada beberapa bagian yang terserang blas leher, hal ini karena cuaca yg kurang mendukung yaitu sering hujan & perlu gerakan  sigap dari petani, tambahnya.

Sementara itu Dr. Dody Dwi Handoko selaku penanggung jawab kegiatan melaporkan bahwa tujuan dari kegiatan demfarm adalah sebagai implementasi diseminasi hasil-hasil penelitian dan mendekatkan hasil inovasi teknologi cepat diterapkan petani sehingga bisa mendongkrak peningkatan produktivitas dan sistem efisiensi  usaha tani.

"Saat ini petani sudah mulai tertarik dengan varietas unggul baru seperti Inpari 6, Inpari 32 dan Inpari 42 GSR dan Inpari 43 GSR yang  ditanam di areal demfarm. Terbukti teknologi varietas telah mampu meningkatkan produksi 1-2 ton/ha. Selain itu teknologi pengendalian tikus dengan LTBS terbukti bisa menekan serangan tikus", kata Dody.

Penerapan Inovasi Diyakini Dapat Meningkatkan Produksi Padi Petani Sambas

Ia menambahkan bahwa  petani sangat kooperatif dalam menerima teknologi yang diterapkan seperti praktek memasang pagar, bubu perangkap, melakukan monitoring hama hasil tangkapan bubu.  Diharapkan dengan perbaikan kualitas bisa memberi nilai tambah produk pertanian untuk meningkatkan daya saing.

Bupati Atmin Rohin yang hadir di tengah-tengah petani yang hadir dengan semangat menyambut baik program  pemerintah untuk memajukan pertanian Kabupaten Sambas.

"Mudah-mudahan produktivitas tanaman di Tebas Sungai bisa bertambah dan meningkat sehingga petani sejahtera". Oleh karena itu dia mengajak petani untuk mendukung program pemerintah tersebut.

Penerapan Inovasi Diyakini Dapat Meningkatkan Produksi Padi Petani Sambas

"Kami menyambut baik niat baik pemerintah dan mari kita semua mendukung program pemerintah untuk meningkatkan hasil pertanian kita karena mereka membantu kita, membantu benih buat kita dan membantu pupuk buat kita", ajak Atmin dalam sambutanya.

Saat ini Kementan sudah melangkah secara nyata melalui kegiatan pengembangan pertanian di wilayah perbatasan. Selain itu,  di lokasi yang sama, pada musim kemarau 2019 kegiatan demfarm pengembangan inovasi teknologi masih akan berlanjut sampai petani betul-betul mahir dalam budidaya tanaman padi.

Upaya tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan pangan, sekaligus sebagai rintisan untuk menjadikan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia yang mensejahterakan petani.(Shr)

Bagikan Konten

Hashtag

Varietas Unggul Baru Padi

    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      326/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      CRS1274
    • Asal Seleksi
      IR40750/OM1490
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 111 hari setelah semai
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 111 cm
    • Daun Bendera
      Tegak
    • Bentuk Gabah
      Panjang Ramping
    • Warna Gabah
      Kuning Bersih
    • Warna Beras
      Coklat Muda
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Pulen
    • Kadar Amilosa
      21,2 %
    • Berat 1000 Butir
      26,4 gram
    • Rata Rata Hasil
      7,4 ton/ha
    • Potensi Hasil
      10,7 ton/ha
    • Hama
      • Agak tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri strain III
      • Rentan hawar daun bakteri strain IV dan VIII
      • Tahan penyakit blas ras 033, 073, 133
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan sawah irigasi dataran rendah sampai ketinggian 600 mdpl

    • Pemulia
      • Satoto
      • Soedibyo TWU
      • Indrastuti Apri Rumanti
      • Yuni Widyastuti
      • Bayu P. Wibowo
    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      328/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      BP17280M-27D-SKI-1-3-IND-1
    • Asal Seleksi
      Iradiasi Sinar Gamma Co60 dosis 0,1 kGy terhadap Inpari 13
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 104 hari setelah semai
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 105 cm
    • Daun Bendera
      Tegak
    • Bentuk Gabah
      Panjang Ramping
    • Warna Gabah
      Kuning Bersih
    • Warna Beras
      Coklat Muda
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Sedang
    • Tekstur Nasi
      Pulen
    • Kadar Amilosa
      22,0 %
    • Berat 1000 Butir
      27,1 gram
    • Rata Rata Hasil
      7,5 ton/ha
    • Potensi Hasil
      10,2 ton/ha
    • Hama
      • Agak tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Agak tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri strain III
      • Rentan hawar daun bakteri strain IV dan VIII
      • Tahan penyakit blas ras 033, dan 173
      • Agak tahan penyakit tungro inokulum Purwakarta
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan sawah irigasi dataran rendah dan menengah sampai ketinggian 600 mdpl

    • Pemulia
      • M. Yamin Samaullah
      • Ali Imamuddin
      • Uan D. Sujanang
    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      330/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      B11592F-MR-23-2-2
    • Asal Seleksi
      IR60080-23/BP303
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 123 hari setelah semai
    • Bentuk Tanaman
      Agak Tegak
    • Tinggi Tanaman
      + 110 cm
    • Daun Bendera
      Agak Miring
    • Bentuk Gabah
      Sedang
    • Warna Gabah
      Kuning Bersih
    • Warna Beras
      Putih Kusam
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Sedang
    • Kadar Amilosa
      ± 24,3 %
    • Berat 1000 Butir
      ± 24,6 gram
    • Rata Rata Hasil
      4,6 ton/ha
    • Potensi Hasil
      6,9 ton/ha
    • Hama
      • Agak rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Tahan terhadap penyakit blas ras 073, 023
      • Agak tahan terhadap blas ras 001, 013, 033, 013, 173, 101
    • Cekaman Abiotik
      • Toleran terhadap kekeringan fase vegetatif
      • Toleran terhadap keracunan alumunium
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan kering didataran menengah dan dataran tinggi (700-1000 mdpl)

    • Pemulia
      • Aris Hairmansis
      • Suwarno
      • Supartopo
      • Yullianida
      • Angelita P. Lestari
    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      323/Kpts/TP.101/05/2018
    • Nomor Seleksi
      B14168E-MR-10
    • Asal Seleksi
      Jatiluhur/B10580E-KN-28-1-1
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 124 hari setelah semai
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 120 cm
    • Daun Bendera
      Agak Miring
    • Bentuk Gabah
      Sedang
    • Warna Gabah
      Kuning Bersih
    • Warna Beras
      Putih
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Pulen
    • Kadar Amilosa
      ± 21 %
    • Berat 1000 Butir
      ± 26,4 gram
    • Rata Rata Hasil
      4,8 ton /ha
    • Potensi Hasil
      6,4 ton/ha
    • Hama
      • Tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Tahan terhadap penyakit blas ras 013, 101
      • Agak tahan terhadap blas ras 041, 033, 023
    • Cekaman Abiotik
      • Toleran terhadap kekeringan fase vegetatif
      • Agak toleran terhadap keracunan aluminium
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan kering di dataran menengah dan dataran tinggi (700-1000 mdpl)

    • Pemulia
      • Aris Hairmansis
      • Suwarno
      • Supartopo
      • Yullianida
      • Rini Hermanasari
    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      324/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      TDK1-Sub1-MR-1-2(IR07F289)
    • Asal Seleksi
      Introduksi dari IRRI (TDKI/IR40931//3*TDK1)
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 121 hari
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 105 cm
    • Daun Bendera
      Tegak
    • Bentuk Gabah
      Ramping
    • Warna Gabah
      Kuning Jerami
    • Warna Beras
      Coklat Muda
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Ketan
    • Kadar Amilosa
      3,8 %
    • Berat 1000 Butir
      ± 28,8 gram
    • Rata Rata Hasil
      4,9 ton/ha
    • Potensi Hasil
      6,7 ton/ha
    • Hama
      • Agak rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Agak tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri patotipe III pada fase vegetatif
      • Tahan terhadap penyakit HDB patotipe II pada generatif
      • Agak rentan HDB patotipe IV dan VIII
      • Tahan terhadap penyakit blas ras 001, 041, 061, 133
      • Agak tahan ras 033, 003, 073, 213
      • Rentan ras 173 dan 211
      • Rentan terhadap penyakit tungro
    • Cekaman Abiotik
      • Agak toleran terhadap keracunan Fe
      • Agak toleran terhadap cekaman salinitas fase vegetatif
      • Agak toleran genangan pada fase vegetatif
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan rawa pasang surut dan lebak

    • Pemulia
      • D. J. Mackill
      • A.M. Pamplona
      • E.M. Septiningsih
      • Indrastuti A. Rumanti
      • Rina Hapsari Wening
      • Suwarno
      • Supartopo
      • Yudisthira Nugroho
    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      325/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      B13100-2-MR-3-KY-3
    • Asal Seleksi
      Pokhali/Conde//B11578E-MR-B-17-/IUf5-10
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 126 hari
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 101 cm
    • Daun Bendera
      Tegak
    • Bentuk Gabah
      Ramping
    • Warna Gabah
      Kuning Bersih
    • Warna Beras
      Coklat Muda
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Sedang
    • Kadar Amilosa
      24,9 %
    • Berat 1000 Butir
      ± 26,3 gram
    • Rata Rata Hasil
      5,0 ton/ha
    • Potensi Hasil
      6,8 ton/ha
    • Hama
      • Agak rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Agak tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri patotipe III dan VII
      • Agak rentan patotipe IV dan VIII
      • Rentan terhadap penyakit tungro
      • Tahan terhadap penyakit blas ras 001, 041
      • Agak tahan ras 003, 073, 133, 173
      • Rentan ras 033, 061, 211, dan 213.
    • Cekaman Abiotik
      • Toleran terhadap keracunan Fe
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan rawa pasang surut dan lebak

    • Pemulia
      • Indrastuti A. Rumanti
      • Aris Hairmansis
      • Rina Hapsari Wening
      • Suwarno
      • Supartopo

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini1154
Hari Kemarin1436
Minggu ini4042
Bulan ini31989
Total Pengunjung2303490
Online saat ini
21

© 2018. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi