Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Penerapan Inovasi Diyakini Dapat Meningkatkan Produksi Padi Petani Sambas

Penerapan Inovasi Diyakini Dapat Meningkatkan Produksi Padi Petani Sambas

25.01.2019
BBPadi
584

Penerapan Inovasi Diyakini Dapat Meningkatkan Produksi Padi Petani Sambas

25.01.2019
BBPadi
584

Sepanjang tahun 2017, Kementerian Pertanian (Kementan) telah membangun percontohan skala luas sekaligus melaksanakan pendampingan dan program pengembangan budidaya komoditas strategis yang mempunyai prospek untuk dikembangkan dan dapat menjadi titik ungkit peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan.

Sasaran utama pembangunan pertanian di wilayah perbatasan adalah mewujudkan lumbung pangan pangan dunia 2045 sekaligus memanfaatkan peluang ekspor.

Strategi perwujudan lumbung pangan telah dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi berkolaborasi dengan Balitra, BB Mektan, BBP2TP pada Musim Hujan 2018/ 2019 melalui Denfarm Sistem Usaha Tani Inovatif Partisipatif seluas 44 ha Ha dan Super Impose Perbenihan seluas 6 Ha di Desa Tebas Sungai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas.

Penerapan Inovasi Diyakini Dapat Meningkatkan Produksi Padi Petani Sambas

Langkah yang telah ditempuh selain pengembangan teknologi untuk wilayah perbatasan, juga dibarengi dengan kegiatan pengembangan model mekanisasi pertanian dan pengembangan sistem pengelolaan air dan lahan pada model usaha pertanian inovatif di lahan rawa berbasis tanaman padi.

Hadir dalam kegiatan temu lapang dan panen, Bupati Sambas Atbah Rohmin Suhairi, Lc., Komisi II DPRD Kabupaten Sambas, Kepala BB Padi Dr. Priatna Sasmita, Kasie KSPP BPTP Kalbar, Prof. Dr. Masganti (peneliti Balittra),  Kepala Dinas Pertanian, Kapolsek Danramil, jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas, perwakilan dari Politeknik Sambas, Penyuluh, Gapoktan/Poktan dan petani se-kecamatan Tebas.

Dr. Priatna Sasmita dalam sambutannya mengatakan bahwa Kementerian Pertanian terus berkomitmen untuk membangun daerah perbatasan sebagai lumbung pangan sesuai dengan keunggulan spesifik lokasinya.

"Dengan dorongan inovasi teknologi dan pendampingan yang telah  dilakukan di lokasi demfarm harus bisa memberi perubahan menjadi lebih maju dan ada peningkatan produktitas yang bisa membawa kesejahteraan bagi petani sehingga Kabupaten Sambas yang saat ini punya kontribusi peningkatan 13% dari 19 kecamatan bisa lebih ditingkatkan lagi" ungkap Priatna didepan ratusan petani Tebas Sungai, Rabu (24/1).

Penerapan Inovasi Diyakini Dapat Meningkatkan Produksi Padi Petani Sambas

"secara umum pertanaman padi bagus walaupun masih ada beberapa bagian yang terserang blas leher, hal ini karena cuaca yg kurang mendukung yaitu sering hujan & perlu gerakan  sigap dari petani, tambahnya.

Sementara itu Dr. Dody Dwi Handoko selaku penanggung jawab kegiatan melaporkan bahwa tujuan dari kegiatan demfarm adalah sebagai implementasi diseminasi hasil-hasil penelitian dan mendekatkan hasil inovasi teknologi cepat diterapkan petani sehingga bisa mendongkrak peningkatan produktivitas dan sistem efisiensi  usaha tani.

"Saat ini petani sudah mulai tertarik dengan varietas unggul baru seperti Inpari 6, Inpari 32 dan Inpari 42 GSR dan Inpari 43 GSR yang  ditanam di areal demfarm. Terbukti teknologi varietas telah mampu meningkatkan produksi 1-2 ton/ha. Selain itu teknologi pengendalian tikus dengan LTBS terbukti bisa menekan serangan tikus", kata Dody.

Penerapan Inovasi Diyakini Dapat Meningkatkan Produksi Padi Petani Sambas

Ia menambahkan bahwa  petani sangat kooperatif dalam menerima teknologi yang diterapkan seperti praktek memasang pagar, bubu perangkap, melakukan monitoring hama hasil tangkapan bubu.  Diharapkan dengan perbaikan kualitas bisa memberi nilai tambah produk pertanian untuk meningkatkan daya saing.

Bupati Atmin Rohin yang hadir di tengah-tengah petani yang hadir dengan semangat menyambut baik program  pemerintah untuk memajukan pertanian Kabupaten Sambas.

"Mudah-mudahan produktivitas tanaman di Tebas Sungai bisa bertambah dan meningkat sehingga petani sejahtera". Oleh karena itu dia mengajak petani untuk mendukung program pemerintah tersebut.

Penerapan Inovasi Diyakini Dapat Meningkatkan Produksi Padi Petani Sambas

"Kami menyambut baik niat baik pemerintah dan mari kita semua mendukung program pemerintah untuk meningkatkan hasil pertanian kita karena mereka membantu kita, membantu benih buat kita dan membantu pupuk buat kita", ajak Atmin dalam sambutanya.

Saat ini Kementan sudah melangkah secara nyata melalui kegiatan pengembangan pertanian di wilayah perbatasan. Selain itu,  di lokasi yang sama, pada musim kemarau 2019 kegiatan demfarm pengembangan inovasi teknologi masih akan berlanjut sampai petani betul-betul mahir dalam budidaya tanaman padi.

Upaya tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan pangan, sekaligus sebagai rintisan untuk menjadikan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia yang mensejahterakan petani.(Shr)

Bagikan Konten

Hashtag

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini220
Hari Kemarin1475
Minggu ini3301
Bulan ini13110
Online saat ini
7

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi