Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Pencanangan Tanam Padi Gogo Saat Acara Temu Teknis Penyuluh dan Petani Andalan di Kabupaten Purwakarta

Pencanangan Tanam Padi Gogo Saat Acara Temu Teknis Penyuluh dan Petani Andalan di Kabupaten Purwakarta

28.02.2019
Super User
280

Pencanangan Tanam Padi Gogo Saat Acara Temu Teknis Penyuluh dan Petani Andalan di Kabupaten Purwakarta

28.02.2019
Super User
280

Bersamaan dengan acara pelepasan ekspor buah manggis sebanyak 3.010 ton ke Tingkok, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro mewakili Menteri Pertanian dalam acara Temu Teknis Penyuluh dan Petani Andalan, juga melakukan pencanangan gerakan tanam  padi gogo seluas 20  ha bertempat di Tajug Gede Cilodong, Desa Cibungur, Bungursari, Purwakarta, Rabu (27/2/19). Pencangan gerakan tanam padi gogo ini sekaligus juga merupakan komitmen Kabupaten Purwakarta untuk dapat mengembangkan 30.000 ha lahan berpotensi untuk usaha tani padi gogo.

Tema yang diusung dalam penyelenggarakan acara tersebut “Temu Teknis Penyuluh dan Petani untuk Mewujudkan Petani Hebat, Maju dan Makmur”. Acara dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Kepala Badan SDM Kementan, perwakilan-perwakilan pimpinan Kepala Daerah dari 5 Kabupaten, Staf Ahli Menteri Kementan, jajaran pejabat eselon II dan III Kementan, para Kepala Dinas Pertanian Kabupaten, serta menghadirkan 10.000 petani, penyuluh, santri tani, siswa SMK Pertanian dan mahasiswa perguruan tinggi pertanian yang berasal dari 5 Kabupaten di Jawa Barat, yaitu Purwakarta, Subang, Cianjur, Karawang, dan Indramayu.

Sekretaris Jenderal dalam sambutannya sangat mengapresiasi kerja keras pemerintah daerah Propinsi Jawa Barat khususnya Kabupaten Purwakarta atas capaian-capaian yang telah diraih selama empat tahun terkahir.

“Kinerja pertanian kita luar biasa peningkatannya", selama 4 tahun terakhir telah menempatkan sektor pertanian salah satu prioritas pembangunan pertanian.  Reformasi dan perubahan yang mendasar telah dilakukan untuk mempercepat pembangunan pertanian.  Untuk provinsi Jabar ekspor komoditas pertanian meningkat 44% selama 4 tahun, PDB meningkat 42, 5%, inflasi pangan turun  menjadi 1,26%, dan kesejahteraan petani NTUP naik 10,1%”, ungkap Syukur.

Sementara itu, menurut  mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi  selaku tuan rumah penyelenggaraan acara tersebut mengatakan  bahwa  pertanian itu sifatnya abadi dan dibutuhkan manusia, sehingga alih fungsi lahan tidak boleh ada dilingkungan Kab. Purwakarta.

“Ciri ciri kehancuran petani adalah hilangnya areal berganti  nama, properti boleh berkembang tapi jangan munggusur pertanian”, yang berbahagia dalam hidupnya adalah petani walaupun porsinya kalah., yang paling nasionalis kebangsaan adalah petani, ngeunah dahar tibra hees (enak tidur), kata Dedi M yang sekaligus sebagai ketua DKM Tajug Gede, Cilodong, Purwakarta dihadapan ribuan peserta yang hadir.

Dedi menambahkan, agar anak  milenial mengerti pertanian, Ia menyarankan kepada pemerintah pusat agar kurikulum sekolah dirubah menjadi pendidikan yang aplikatif yang produktif. Setiap sekolah menghasilkan berbagai produk, kalau seperti  itu Ia yakin pertanian sehingga indonesia menjadi negara yang kaya raya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Purwakarta berkomitmen akan terus mengongkrak peningkatan produksi padinya antara lain melalui optimalisasi usaha tani padi gogo walaupun  surplus beras lebih dari 20 ribu ton setiap tahunnya, Menurutnya,  peningkatan produksi padi gogo ini dapat dilakukan baik dari aspek perluasan lahan melalui peningkatan IP, maupun dari aspek peningkatan produktivitas melalui penerapan inovasi dan teknologi. Proses ini merupakan komitmen penerapan inovasi teknologi padi gogo untuk swasembada menuju Indonesia sebagao lumbung pangan dunia 2045.

Miniatur penerapan inovasi teknologi untuk lahan kering seperti demplot 98 varietas padi gogo dan alat mesin tanam “seeder” turut disiapkan disekitar areal kegiatan temu teknis.

Kedua materi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung khususnya para petani muda. Mereka bisa melihat dan praktek langsung, sekaligus faham akan keunggulan-keunggulan tanam padi gogo dengan menggunakan alat mesin tanam tersebut. Salah satu keunggulannya adalah bisa tanam lebih cepat dan teratur sehingga menjadi solusi dengan adanya keterbatasan  SDM Petani. (Shr)

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini747
Hari Kemarin1105
Minggu ini3079
Bulan ini23811
Total Pengunjung2431383
Online saat ini
8

© 2018. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi