Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Pembangunan Irigasi Tersier Dipercepat

Pembangunan Irigasi Tersier Dipercepat

01.09.2015
BBPadi
3174

Pembangunan Irigasi Tersier Dipercepat

01.09.2015
BBPadi
3174

Jakarta – Menteri pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, pembangunan dan perbaikan irigasi tersier akan dipercepat sehingga bisa rampung sebelum target. Langkah ini diambil antara lain untuk meminimalkan dampak kekeringan dan mewujudkan swasembada pangan.

Pemerintah sebelumnya menargetkan perbaikan saluran irigasi seluas 2 juta ha bisa rampung dalam tiga tahun. Namun, Presiden Joko Widodo mendorong kementrian, terkait memperbaiki 1 juta ha saluran irigasi dalam waktu satu tahun. “Ini pembangunan infrastruktur terbesar sepanjang sejarah,” ujar Amran di Jakarta, Minggu (30/8)

Sejauh ini, Amran mengatakan, pemerintah telah membangun dan memperbaiki saluran fisik irigasi tersier seluas 1,5 juta ha. Menurutnya, pemerintah akan mempercepat pembangunan dan perbaikan saluran irigasi lainnya supaya sebelum dua tahun sudah bisa mencapai 2 juta ha. Tidak hanya pembangunan fisik, Kementrian pertanian juga memberikan pupuk dan alat mesin pertanian (alsintan).

Amran menjelaskan, kementrian telah memberikan 40.000 unit traktor, 21.000 unit pompa, puput ke 300 kabupaten dan benih. “Tanpa tender sehingga semua dapat bergerak cepat,” ujar Amran. Pengadaan traktor, benih, dan pupuk yang dilakukan tanpa tender telah disampaikan ke presiden.

Sejauh ini, Amran mengatakan, pemberian bantuan pemerintah terhadap petani menyebabkan jumlah lahan yang kekeringan dan gagal panen tidak begitu meluas. “Sudah mencapai 80 persen yang (sawah) panen,” katanya.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian, Gardjita Budi mengatakan terjadi peningkatan produksi sebesar 6 persen dari tahun lalu pada 2015. Berdasarkan ramalan Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi mencapai 75,5 juta ton.

Gardjita mengatakan, 182 tempat penggilingan padi di seluruh Indonesia siap menampung hasil padi dari petani. Menurut Gardjita, bila angka ramalan (aram) BPS tepat maka produksi beras di Tanah Air diperkirakan melimpah sebanyak 10,57 juta ton beras.

Pemerintah mengajak unit usaha Rice Milling Unit (RMU) bermitra dengan Badan Urusan Logistik atau Bulog. Dengan demikian, beras dijual ke Bulog, yang berdasarkan data komisi Pengawas Persaingan (KPPU) selama ini hanya mendapat pasok 20 persen dari total produksi beras secara nasional. (Ruhut Ambarita)

Sumber : Sinar Harapan

 

Bagikan Konten

Hashtag

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini295
Hari Kemarin2958
Minggu ini17632
Bulan ini45851
Online saat ini
16

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi