Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Peluang Peningkatan Produktivitas Padi Melalui Keserasian Varietas dan Jarak Tanam

Peluang Peningkatan Produktivitas Padi Melalui Keserasian Varietas dan Jarak Tanam

12.03.2014
BBPadi
3069

Peluang Peningkatan Produktivitas Padi Melalui Keserasian Varietas dan Jarak Tanam

12.03.2014
BBPadi
3069

Upaya peningkatan produksi padi nasional berkelanjutan memerlukan cara budi daya terbaik, antara lain dan utamanya adalah pengaturan keserasian antara sifat varietas dan jarak tanam/lingkungan ruang tumbuh. Varietas memiliki keunggulan tertentu (misalnya potensi hasil tinggi), dan kelemahan tertentu (misalnya peka terhadap Organisme Pengganggu Tanaman/OPT), sedangkan jarak tanam menentukan jumlah populasi tanaman per unit luas lahan dan kondisi lingkungan tumbuh tanaman.

Interaksi antara varietas dan jarak tanam ini menentukan hasil padi. Melalui pengaturan keserasian antara sifat varietas dan jarak tanam pada suatu wilayah, maka akan diperoleh hasil padi maksimal.

Beberapa faktor perlu diketahui dan dipertimbangkan dari kedua komponen teknologi tersebut.

Varietas padi memiliki variasi sifat utama:

  • kapasitas jumlah anakan/malai per rumpun, serta tingkat responnya terhadap jarak tanam dan orientasi pertanaman,
  • kekuatan batang dan kerebahan,
  • ketahanan terhadap kekeringan/kekurangan air,
  • ketahanan terhadap radiasi rendah/naungan,
  • ketahanan terhadap cekaman hara/kompetisi penyerapan hara,
  • ketahanan terhadap Organisme Pengganggu Tanaman (OPT),
  • ketahanan terhadap zat alelopati, dan
  • beradaptasi terhadap konsentrasi gas CO2 rendah.

Di lain pihak, jarak tanaman menentukan beberapa hal sebagai berikut:

  • jumlah populasi/rumpun per unit area,
  • penyerapan radiasi surya,
  • penyerapan hara dan air,
  • adanya sekresi, eksudat, dan zat alelopati yang dikeluarkan akar,
  • sifat reduktif dan kemasaman tanah,
  • aliran gas CO2 udara untuk fotosintesis.

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa cara tanam jajar legowo memiliki peluang besar untuk dapat meningkatkan hasil gabah, karena (1) populasi tanamannya lebih tinggi dibandingkan cara tegel, (2) orientasi pertanamannya juga lebih baik dalam pemanfaatan radiasi surya dan aliran gas CO2. Namun hal ini menjadi lebih nyata apabila menggunakan varietas-varietas adaptif untuk kondisi pertanaman rapat, di antaranya Inpari 14, 15, 18 dan 19. Varietas tanaman yang memiliki anakan sedikit, lebih sesuai untuk cara tanam jajar legowo atau tanam rapat. Bila jumlah anakan per rumpun banyak, karena sifat varietas ataupun karena lahan subur, maka jajar legowo dengan jarak tanam yang lebih lebar akan lebih sesuai, misalnya Legowo 4:1 (25 – 50 cm) x 12,5 cm.

Syarat minimal hasil gabah per rumpun pada jajar legowo agar hasil per hektarnya lebih tinggi dibandingkan cara tegel ditetapkan. Cara tanam jajar legowo yang memerlukan benih dan tenaga lebih banyak dibanding pada cara tegel, pada fase tanaman selanjutnya mendatangkan kemudahan dalam perawatan tanaman.

Adanya bantuan alat tanam untuk sistem legowo yang jarak tanamnya fleksibel (bisa diatur), akurat, kuat, dan mudah dioperasionalkan akan sangat membantu petani dalam meningkatkan produktivitas padinya. Di samping itu, perlu identifikasi cepat berbagai varietas/galur tanaman padi yang sesuai untuk jajar legowo atau tanam rapat agar terjadi kenaikan hasil yang lebih besar.

Sumber: Abdul Karim Makarim (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan)

Bagikan Konten

Hashtag

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini332
Hari Kemarin1435
Minggu ini332
Bulan ini14338
Online saat ini
14

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi