Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Pelatihan Aplikasi “WeRise” untuk Peneliti

Pelatihan Aplikasi “WeRise” untuk Peneliti

27.11.2020
BBPadi Media
333

Pelatihan Aplikasi “WeRise” untuk Peneliti

27.11.2020
BBPadi Media
333

Pandemi Covid-19 tidak membuat agenda penting berhenti. Pada 16-20 November 2020, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) telah menyelenggarakan kegiatan “Training on development, operation, and maintenance of WeRise” selama sepekan di Sukamandi.  Pelatihan yang dikhususkan untuk peneliti ini diikuti oleh peserta BB Padi, Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi (Balitklimat)-Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP) dan lima Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat. Metode Pelatihan berupa penjelasan teori dan praktek dilaksanakan secara virtual, berjalan sangat lancar.

WeRise (Weather-rice-nutrient integrated decision support system) adalah suatu aplikasi berbasis crop modelling untuk membantu pengguna membuat keputusan berdasarkan prediksi keadaan lingkungan, teknik budidaya, dan performa varietas di lahan tadah hujan. Aplikasi ini diharapkan bisa memberi pertimbangan sebelum pengguna (petani) mengambil keputusan untuk memulai tanam. WeRise dirancang untuk membantu petani padi, khususnya di area tadah hujan, merencanakan dan memprediksi pertanaman melalui informasi cuaca dan anjuran tanam. Dari informasi ini, petani dapat mengambil keputusan tentang waktu terbaik untuk menanam, varietas yang cocok, teknik dan praktek budidaya yang tepat pada kondisi cuaca tertentu.

Sejak 2017, proyek ini dikembangkan oleh IRRI-Japan Collaborative Research Project (IJCRP) dan serta beberapa negara mitra, salah satunya Indonesia. Badan Litbang Pertanian melalui BB Padi menjadi mitra pengembangan, termasuk dengan kontribusi dalam proses karakterisasi dan validasi data.

WeRise yang diwadahi oleh CCADS-RR (Climate Change Adaptation through development of a Decision Support tool to Guide Rainfed Rice Production) Project, akan berakhir pada tahun ini. Untuk keberlanjutan pemanfaatan instrumen ini, IRRI akan menyerahkan kepada negara mitra dengan harapan akan lebih dikembangkan dan diperkaya.

Untuk memastikan keberlanjutan pengembangan, dilaksanakanlah Pelatihan selama sepekan ini, sehingga para peserta dapat dididik untuk menjadi Tim Pengembangan “WeRise” di masa yang akan datang. Tujuan utama Pelatihan ini adalah agar peserta bisa mengoperasikan, mengintegrasikan dan mengembangkan lebih luas lagi. Dengan pelatihan ini, diharapkan rencana penelitian dan pengembangan WeRise ke depan dapat diperluas ke daerah tadah hujan lain di Indonesia.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, sekaligus Plt. Kepala BB Padi,  Dr. Priatna Sasmita dalam sambutan pembukaannya menegaskan bahwa Badan Litbang Pertanian sangat mendukung pengembangan ini diteruskan dimasa yang akan datang. Partisipasi peneliti dari berbagai institusi sangat diperlukan agar keberlangsungan proyek bisa meluas ke Provinsi lain untuk mencakup lebih banyak wilayah sawah tadah hujan di Indonesia.

Prof. Dr. Hasil Sembiring, selaku perwakilan International Rice Research Institute (IRRI) untuk Indonesia juga mengingatkan agar para peneliti terus mendorong penggunaan dan penyebaran WeRise di beberapa wilayah tadah hujan di Indonesia serta mendorong pemanfaatannya pada program-program pemerintah seperti Perluasan Area Tanam Baru (PATB). Prof. Sembiring juga mengajak para peserta Pelatihan untuk mulai memikirkan pengembangan WeRise agar evolusi teknologi yang cepat menjadi lebih efektif.

Dr. Keiichi Hayashi, selaku pemimpin proyek dari Japan International Research Center for Agricultural Science (JIRCAS), berharap para peserta Pelatihan bisa mengembangkan WeRise di area sawah tadah hujan di Indonesia sebagai percontohan pengembangan WeRise untuk negara mitra lainnya.

Dalam wawancara usai kegiatan Pelatihan, Nurwulan Agustiani selaku peneliti BB Padi berharap kedepan WeRise bisa menjadi sistem pendukung untuk memperkuat Katam yang sudah ada untuk lahan sawah irigasi. Katam adalah Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu yang dikembangkan Badan Litbang Pertanian untuk mendukung adaptasi terhadap ketidakpastian perubahan iklim yang berdampak negatif pada pertanian Indonesia.

Pelatihan ini diselenggarakan oleh IRRI dan BB Padi, dan didanai oleh Japan's Ministry of Agriculture, Forestry, and Fisheries. Fasilitator utama adalah Ms. Lizzida Llorca, peneliti IRRI dan pengembang sistem WeRise.

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini1826
Hari Kemarin2632
Minggu ini12261
Bulan ini12261
Online saat ini
30

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi