Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Panen Perdana Produksi Benih IPB 3S dan 4S

Panen Perdana Produksi Benih IPB 3S dan 4S

22.05.2015
BBPadi
16898

Panen Perdana Produksi Benih IPB 3S dan 4S

22.05.2015
BBPadi
16898

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Dr. Made Jaya Mejaya mewakili Kepala Badan Penelitian dan Pertanian (Balitbangtan) yang didampingi Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Dr. Ali Jamil dan Wakil Dekan Fakultas Pertanian IPB  melakukan panen perdana produksi benih padi IPB 3S dan IPB 4S di KP Pusakanegara, Subang (19/5/2015).

Panen perdana tersebut merupakan tindak lanjut dari MOU yang dilakukan antara Menteri Pertanian dengan Rektor IPB dalam upaya mendukung Swasembada Pangan, khususnya padi yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo.

Sebagai tindak lanjut dari MOU tersebut, Kepala Balitbangtan segera melakukan maping kesesuaian lokasi dan produksi benih IPB 3S dan IPB 4S kelas FS. Hal ini sangat diperlukan untuk mengetahui respon benih tersebut, karena temuan benih ini masih baru. Varietas baru yang khusus untuk lahan sawah irigasi ini merupakan pengembangan padi Varietas Fatmawati yang memiliki potensi hasil rata-rata 12 ton/ha.

Dalam keterangannya Wakil Dekan Fakultas Pertanian IPB menjelaskan bahwa upaya ini merupakan kontribusi nyata IPB dalam pembangunan pertanian nasional. Benih Padi IPB 3S dan IPB 4S merupakan salah satu inovasi yang dihasilkan oleh peneliti dan dosen untuk lahan sawah irigasi, yang nantinya bila sudah menyebar ke masyarakat khususnya petani, biarkan petani yang menilai sendiri. Lebih lanjut dijelaskan bahwa petani harus berdaulat dan dapat menentukan sendiri varietas yang disukai dan indikasinya memilih varietas yang menguntungkan.

Dr. Ali  Jamil, Kepala Balai Besar Penelitian Padi, melaporkan bahwa untuk panen perdana di KP Pusakanegara ini luasannya mencapai 6 ha dan masih ada 8 lokasi lagi yang melibatkan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP). Walaupun varietas yang masih baru ini mempunyai tingkat efisiensi penggunaan Nitrogen 20% dibandingkan dengan varietas yang telah ada, tetapi tingkat kehampaannya masih cukup tinggi yaitu sekitar 20-29%.

Disamping itu umumnya pertanaman varietas IPB 3S dan IPB 4S masih lebih tinggi dibandingkan dengan varietas-varietas yang umumnya telah menyebar dan tingkat kerebahan tanamannya masih cukup tinggi. “Kita masih menunggu hasil pertanaman dari 8 lokasi lainnya yang ada di Sumatera dan Bali, jelasnya.

Dr. Made menegaskan bahwa Balitbangtan melalui BB Padi dalam memperkenalkan varietas baru sudah memiliki SOP. Untuk tahun pertama pengenalan cukup dalam plot-plot kecil yang biasa disebut adaptasi, kemudian bila petani tertarik diperluas lagi menjadi 1 ha dalam demfarm dan petani diberikan kesempatan untuk mencicipi rasa nasi.

“Bila masih tertarik kita luaskan menjadi 100 ha dan panennya melibatkan Kepala Dinas Pertanian setempat, demikian seterusnya, sehingga petani tidak merasa terbohongi,” jelas Dr Made.

Sumber: Badan Litbang Pertanian

 

Bagikan Konten

Hashtag

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini1341
Hari Kemarin1405
Minggu ini2746
Bulan ini27276
Total Pengunjung2699084
Online saat ini
20

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi