Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Panen Padi Unggul Seluas 25 Hektar di Belitung

Panen Padi Unggul Seluas 25 Hektar di Belitung

12.03.2019
Suharna
234
Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BBPadi) Dr. Priatna Sasmita, panen menggunakan combine harvester di lokasi demfarm, Senin (11/3) Foto: BBPadi Media
Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BBPadi) Dr. Priatna Sasmita, panen menggunakan combine harvester di lokasi demfarm, Senin (11/3) Foto: BBPadi Media

Panen Padi Unggul Seluas 25 Hektar di Belitung

12.03.2019
Suharna
234

Sinergi untuk terus meningkatkan produksi pangan khususnya padi di Kepulauan Bangka Belitung terus dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dalam hal ini Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bangka Belitung, Dinas teknis terkait beserta Pemerintah Daerah Kabupaten maupun Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Beberapa terobosan strategi yang telah ditempuh selama ini meliputi peningkatan luas tambah tanam dan percepatan tanam yang diharapkan bisa meningkatkan Indeks Pertanaman (IP). Peningkatan luas tanam yang terus dilakukan selama ini adalah dengan perluasan tanam padi di lahan cetak sawah baru maupun optimalisasi dengan penggunaan varietas unggul baru umur genjah. Selain hal diatas, peningkatan produksi dibarengi dengan memasukkan inovasi teknologi dan penggunaan varietas unggul baru spesifik dengan pengelolaan budidaya yang optimal sebagai kunci peningkatannya.

Hingga bulan Maret 2019, Badan Litbang Pertanian melalui BBPadi telah mewujudkan program-program diatas di beberapa daerah di Bangka Belitung. Salah satu yang masih berlangsung adalah pelaksaan Demfarm Inovasi Perbenihan seluas 25 hektar di Desa Perpat, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung yang memasuki masa panen.

Panen Padi Unggul Seluas 25 Hektar di Belitung

Sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan pelaksanaan program tersebut, BBPadi bekerjasama dengan BPTP Babel dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten menyelenggarakan panen dan temu lapang dengan petani Kecamatan Membalong. Acara dihadiri Kepala Kepala BBPadi, Kasi KSPP BPTP Babel, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten, Peneliti BBPadi, Danramil, Kapolsek, penyuluh dan petani, Senin (11/3).

Dr. Priatna Sasmita selaku Kepala BBPadi saat acara temu lapang dan panen menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang terlibat dan menyambut baik pelaksanaan temu lapang dan panen yang dihadiri kurang lebih 60 petani peserta. Dalam sambutanya, Ia berpesan agar sinergitas untuk mewujudkan swasembda pangan di Provinisi Babel bisa terus ditingkatkan.

“Melalui program Upaya Khusus (UPSUS) Pajale, kita harus terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan pangan khususnya pemenuhan kebutuhan beras, mengingat tingginya konsumsi perkapita yang semakin besar dan adanya perubahan alih fungsi lahan. Untuk mencapai hasil yang maksimal strateginya adalah melalui peningkatan luas tambah tanam, percepatan tanam/peningkatan indeks pertanaman dari IP 0,5 menjadi 1 dan seterusnya”, kata Priatna

Terkait dengan perbenihan Ia menambahkan, “Belajar dari pengalaman, masalah perbenihan segera dituntaskan, caranya bagaimana? Selain dengan inovasi, petani juga bisa memenuhi kebutuhan benih sendiri dengan cara memilih varietas cocok yang bisa beradaptasi baik di wilayahnya untuk dijadikan benih. Syaratnya pilih benih yang seragam dan sehat”, tambahnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten, Ir. Destika Efendi, MM, dalam sambutannya juga melaporkan bahwa hasil panen padi beberapa varietas unggul di lokasi demfarm sangat bervariatif. Perbedaan hasil tersebut disampaikan karena beberapa faktor, yaitu petani belum melakukan paket teknologi secara maksimal, varietas yang adaptif, dan faktor lingkungan.

Panen Padi Unggul Seluas 25 Hektar di Belitung

“Berdasarkan hasil ubinan varietas unggul Inpari 42 GSR dan Inpari 43 GSR hasilnya lebih unggul/tinggi dibanding varietas lain yang ditanam yaitu berkisar 5-6 ton/ha atau ada peningkatan 2-3 ton/ha dibanding cara existing petani" ungkap Kepala Dinas

Temu lapang dan panen dengan tema inovasi perbenihan juga diisi dengan pemaparan pengenalan varietas unggul baru dan pengendalian hama penyakit oleh peneliti BBPadi.

Petani peserta menyambut cukup antusias acara temu lapang yang berlangsung sehari tersebut. Dalam acara diskusi salah seorang petani yang bernama Kasto mengungkapkan pengalamanya selama satu musim dia tanam padi.

“Adanya demfarm terbukti hasil panen kami meningkat tiga kali lipat, ini fakta, jelasnya, walaupun tidak semua petani mengalami kenaikan yang sama, mengapa tidak sama? Karena petani tidak semuanya mengaplikasikan anjuran teknologi dari petugas. Melihat fakta seperti ini kami siap membuka lahan yang masih tidur untuk ditanami padi dan siap mengembangkan benih”, jelas Kasto. (Shr)

Bagikan Konten

Varietas Unggul Baru Padi

    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      326/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      CRS1274
    • Asal Seleksi
      IR40750/OM1490
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 111 hari setelah semai
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 111 cm
    • Daun Bendera
      Tegak
    • Bentuk Gabah
      Panjang Ramping
    • Warna Gabah
      Kuning Bersih
    • Warna Beras
      Coklat Muda
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Pulen
    • Kadar Amilosa
      21,2 %
    • Berat 1000 Butir
      26,4 gram
    • Rata Rata Hasil
      7,4 ton/ha
    • Potensi Hasil
      10,7 ton/ha
    • Hama
      • Agak tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri strain III
      • Rentan hawar daun bakteri strain IV dan VIII
      • Tahan penyakit blas ras 033, 073, 133
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan sawah irigasi dataran rendah sampai ketinggian 600 mdpl

    • Pemulia
      • Satoto
      • Soedibyo TWU
      • Indrastuti Apri Rumanti
      • Yuni Widyastuti
      • Bayu P. Wibowo
    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      328/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      BP17280M-27D-SKI-1-3-IND-1
    • Asal Seleksi
      Iradiasi Sinar Gamma Co60 dosis 0,1 kGy terhadap Inpari 13
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 104 hari setelah semai
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 105 cm
    • Daun Bendera
      Tegak
    • Bentuk Gabah
      Panjang Ramping
    • Warna Gabah
      Kuning Bersih
    • Warna Beras
      Coklat Muda
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Sedang
    • Tekstur Nasi
      Pulen
    • Kadar Amilosa
      22,0 %
    • Berat 1000 Butir
      27,1 gram
    • Rata Rata Hasil
      7,5 ton/ha
    • Potensi Hasil
      10,2 ton/ha
    • Hama
      • Agak tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Agak tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri strain III
      • Rentan hawar daun bakteri strain IV dan VIII
      • Tahan penyakit blas ras 033, dan 173
      • Agak tahan penyakit tungro inokulum Purwakarta
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan sawah irigasi dataran rendah dan menengah sampai ketinggian 600 mdpl

    • Pemulia
      • M. Yamin Samaullah
      • Ali Imamuddin
      • Uan D. Sujanang
    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      330/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      B11592F-MR-23-2-2
    • Asal Seleksi
      IR60080-23/BP303
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 123 hari setelah semai
    • Bentuk Tanaman
      Agak Tegak
    • Tinggi Tanaman
      + 110 cm
    • Daun Bendera
      Agak Miring
    • Bentuk Gabah
      Sedang
    • Warna Gabah
      Kuning Bersih
    • Warna Beras
      Putih Kusam
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Sedang
    • Kadar Amilosa
      ± 24,3 %
    • Berat 1000 Butir
      ± 24,6 gram
    • Rata Rata Hasil
      4,6 ton/ha
    • Potensi Hasil
      6,9 ton/ha
    • Hama
      • Agak rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Tahan terhadap penyakit blas ras 073, 023
      • Agak tahan terhadap blas ras 001, 013, 033, 013, 173, 101
    • Cekaman Abiotik
      • Toleran terhadap kekeringan fase vegetatif
      • Toleran terhadap keracunan alumunium
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan kering didataran menengah dan dataran tinggi (700-1000 mdpl)

    • Pemulia
      • Aris Hairmansis
      • Suwarno
      • Supartopo
      • Yullianida
      • Angelita P. Lestari
    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      323/Kpts/TP.101/05/2018
    • Nomor Seleksi
      B14168E-MR-10
    • Asal Seleksi
      Jatiluhur/B10580E-KN-28-1-1
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 124 hari setelah semai
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 120 cm
    • Daun Bendera
      Agak Miring
    • Bentuk Gabah
      Sedang
    • Warna Gabah
      Kuning Bersih
    • Warna Beras
      Putih
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Pulen
    • Kadar Amilosa
      ± 21 %
    • Berat 1000 Butir
      ± 26,4 gram
    • Rata Rata Hasil
      4,8 ton /ha
    • Potensi Hasil
      6,4 ton/ha
    • Hama
      • Tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Tahan terhadap penyakit blas ras 013, 101
      • Agak tahan terhadap blas ras 041, 033, 023
    • Cekaman Abiotik
      • Toleran terhadap kekeringan fase vegetatif
      • Agak toleran terhadap keracunan aluminium
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan kering di dataran menengah dan dataran tinggi (700-1000 mdpl)

    • Pemulia
      • Aris Hairmansis
      • Suwarno
      • Supartopo
      • Yullianida
      • Rini Hermanasari
    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      324/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      TDK1-Sub1-MR-1-2(IR07F289)
    • Asal Seleksi
      Introduksi dari IRRI (TDKI/IR40931//3*TDK1)
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 121 hari
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 105 cm
    • Daun Bendera
      Tegak
    • Bentuk Gabah
      Ramping
    • Warna Gabah
      Kuning Jerami
    • Warna Beras
      Coklat Muda
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Ketan
    • Kadar Amilosa
      3,8 %
    • Berat 1000 Butir
      ± 28,8 gram
    • Rata Rata Hasil
      4,9 ton/ha
    • Potensi Hasil
      6,7 ton/ha
    • Hama
      • Agak rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Agak tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri patotipe III pada fase vegetatif
      • Tahan terhadap penyakit HDB patotipe II pada generatif
      • Agak rentan HDB patotipe IV dan VIII
      • Tahan terhadap penyakit blas ras 001, 041, 061, 133
      • Agak tahan ras 033, 003, 073, 213
      • Rentan ras 173 dan 211
      • Rentan terhadap penyakit tungro
    • Cekaman Abiotik
      • Agak toleran terhadap keracunan Fe
      • Agak toleran terhadap cekaman salinitas fase vegetatif
      • Agak toleran genangan pada fase vegetatif
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan rawa pasang surut dan lebak

    • Pemulia
      • D. J. Mackill
      • A.M. Pamplona
      • E.M. Septiningsih
      • Indrastuti A. Rumanti
      • Rina Hapsari Wening
      • Suwarno
      • Supartopo
      • Yudisthira Nugroho
    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      325/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      B13100-2-MR-3-KY-3
    • Asal Seleksi
      Pokhali/Conde//B11578E-MR-B-17-/IUf5-10
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 126 hari
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 101 cm
    • Daun Bendera
      Tegak
    • Bentuk Gabah
      Ramping
    • Warna Gabah
      Kuning Bersih
    • Warna Beras
      Coklat Muda
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Sedang
    • Kadar Amilosa
      24,9 %
    • Berat 1000 Butir
      ± 26,3 gram
    • Rata Rata Hasil
      5,0 ton/ha
    • Potensi Hasil
      6,8 ton/ha
    • Hama
      • Agak rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Agak tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri patotipe III dan VII
      • Agak rentan patotipe IV dan VIII
      • Rentan terhadap penyakit tungro
      • Tahan terhadap penyakit blas ras 001, 041
      • Agak tahan ras 003, 073, 133, 173
      • Rentan ras 033, 061, 211, dan 213.
    • Cekaman Abiotik
      • Toleran terhadap keracunan Fe
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan rawa pasang surut dan lebak

    • Pemulia
      • Indrastuti A. Rumanti
      • Aris Hairmansis
      • Rina Hapsari Wening
      • Suwarno
      • Supartopo

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini1201
Hari Kemarin1436
Minggu ini4089
Bulan ini32036
Total Pengunjung2303537
Online saat ini
11

© 2018. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi