Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Paket Teknologi RAISA Buka Peluang Intensifikasi Lahan Rawa

Paket Teknologi RAISA Buka Peluang Intensifikasi Lahan Rawa

15.10.2019
Suharna
367
(Foto: BBPadi Media)
(Foto: BBPadi Media)

Paket Teknologi RAISA Buka Peluang Intensifikasi Lahan Rawa

15.10.2019
Suharna
367

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) tidak henti-hentinya terus mengoptimalkan lawan rawa menjadi pertanian produktif melalui program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI) di Kalimantan Selatan.

Dalam rangka mengkomunikasikan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi hasil penelitian inovasi lahan rawa, Badan Litbang Pertanian menyenggarakan temu lapang dengan tema "Dukungan Balitbangtan dalam Program SERASI 2019 di Kalimantan Selatan" bertempat di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Senin (14/10/2019).

Acara dihadiri Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Dr. Fadjry Djufri, Kepala-kepala Puslit/Balai Besar/Balai lingkup Balitbangtan, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) seluruh Indonesia,  Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Kalsel, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Prov. Kalsel, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Prov. Kalsel, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. Barito Koala serta 200 peserta yang mewakili petani, penyuluh, peneliti.

Salah satu paket teknologi yang ditampilkan dalam  Demfarm di Jejangkit adalah teknologi budidaya padi “RAISA” . Demfarm RAISA di wilayah tersebut seluas 67 hektar, saat ini memasuki fase menjelang panen.

RAISA yang merupakan akronim dari rawa intensif, super dan aktual mengadopsi beberapa teknologi pengelolaan lahan rawa yang telah dihasilkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Badan Litbang Pertanian), Kementerian Petanian.

Teknologi RAISA yang dirilis tahun 2018 ini telah diuji melalui demfarm dibeberapa lokasi di Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan dan berhasil meningkatkan produktivitas padi lahan rawa pasang surut sebesar 13-20% bahkan pada saat off season.

Dr. Indrastuti A. Rumanti selaku tim Demfarm RAISA dalam penjelasannya kepada Kepala Badan Litbang saat kunjungan lapang mengatakan bawha paket teknologinya meliputi: penggunaan varietas unggul baru spesifik lahan rawa seperti (Inpara  1, Inpara 2, Inpara 5, Inpara6, Inpara 8, dan lnpara 9), pengelolaan air, pemanfaatan pembenah tanah, pemupukan spesifik berdasarkan Perangkat Uji Tanah Rawa (PUTR), pengendalian hama dan penyakit secara terpadu, serta mekanisasi pertanian.

Lebih lanjut Indras menerangkan bahwa selain penggunaan varietas spesifik, kunci keberhasilan lain yang mendukung adalah pengelolaan lahan, air dan hara yang tepat. Pemberian kapur pertanian dan pembenah tanah memegang peranan penting karena mampu memberikan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan varietas padi.

Pembuatan saluran-saluran mikro atau cacing di setiap 4-5 m petakan berfungsi untuk membantu drainase dan pencucian keracunan mineral seperti Fe dan sulfat, sehingga menekan cekaman lingkungan bagi varietas padi.

Pengendalian hama dan penyakit terpadu juga meminimalisir gangguan biotik dan memberikan jaminan bagi varietas untuk dapat berproduksi dengan baik.

Aplikasi hara berdasarkan PUTR plus, terbukti mampu memberikan hara sesuai kebutuhan lahan dan tanaman. Dikatakan plus, karena dalam denfarm RAISA digunakan juga bagan warna daun (BWD) untuk menentukan kebutuhan N dan penambahan KCl, yang keduanya merupakan salah satu strategi antisipasi serangan cendawan seperti cercospora dan blast serta menekan cekaman keracunan Fe.

Hama utama tikus, berhasil dikendalikan dengan mengadopsi linier trap barrier system (LTBS) yang dilengkapi dengan bubu perangkap untuk mengendalikan populasi tikus.

Populasi hama burung di lokasi denfarm di desa jejangkit muara, Kab. Batola Kalsel sangat tinggi, untuk itu, pengendalian diatasi dengan cara pemasangan net serta pemasangan alat ultrasonic yg dapat mengusir gerombolan besar burung.

Selain itu, untuk mengantisipasi penyakit blast daun dan leher yang juga merupakan endemik digunakan fungisida dan pestisida nabati.

Pestisida nabati memanfaatkan sumberdaya lokal seperti galam dan tanaman lokal lainnya diharapkan lebih mudah untuk diproduksi dan diadopsi oleh masyarakat setempat.

Mekanisasi support terutama saat persiapan lahan. Sollar cell system juga dimanfaatkan terutama untuk penerangan serta mendukung kebutuhan light trap yang bermanfaat untuk monitoring dan pengensalian populasi serangga seperti wereng batang coklat dan wereng hijau.

Konsorsia teknologi Badan Litbang yang diaplikasikan dimusim kemarau membuka peluang peningkatan indeks pertanaman diwilayah Batola.

Demfam ini sekaligus bisa mempercepat proses diseminasi teknologi pertanian secara langsung kepada petani.

Penerapan teknologi sangat penting untuk mendongkrak peningkatan produksi namun teknologi belum tentu bagus disetiap tempat sehingga penentuan pemilihan varietas paling sesuai sangat penting.

Temu lapang ini sebagai umpan balik apa yang perlu diperbaiki agar teknologi yang telah diuji diJejangkit, Batola bisa direkomendasikan dan diterapkan/direplikasikan petani disekitar Batola atau Kabupaten-kabupaten lain yang memiliki lahan pasang surut sehingga Kalimantan Selatan bisa menjadi lumbung pangan nasional.

Upaya Kementan dalam mensukseksan program SERASI selalu ditegaskan Kepala Balitbangtan disetiap pertemuan. Dalam arahannya Kepala Badan mengapresiasi para peneliti yang telah bekerja dengan penuh semangat.

"Teknologi Balitbangtan sudah tidak diragukan lagi demikian juga pendampingan para penelii, penyuluh kepada petani" ungkap Fadjri.

Fadjri berharap  kerjasama semua intitusi pusat dan daerah dalam penyebarluasan dan pengembangan hasil inovasi, salah satunya adalah kelembagaan petani dan pemasarannya dari hulu hingga hilir. (IAR/Shr).

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini881
Hari Kemarin1089
Minggu ini9045
Bulan ini18854
Online saat ini
17

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi