Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Optimis Kebutuhan Benih Padi Terpenuhi, BB Padi Serahkan 40 ton Benih Kepada Gapoktan dan Petani Penangkar Kab. Tasikmalaya

Optimis Kebutuhan Benih Padi Terpenuhi, BB Padi Serahkan 40 ton Benih Kepada Gapoktan dan Petani Penangkar Kab. Tasikmalaya

11.01.2019
BB Padi
576

Optimis Kebutuhan Benih Padi Terpenuhi, BB Padi Serahkan 40 ton Benih Kepada Gapoktan dan Petani Penangkar Kab. Tasikmalaya

11.01.2019
BB Padi
576

Dalam rangka pelaksanaan Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA) oleh Menteri Pertanian, Dr. Andi Amran Sulaeman di Tasikmalaya hari ini (11/01/18), Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) Badan Litbang Pertanian, menyerahkan secara simbolis bantuan 40 ton benih sumber padi Varietas Unggul Baru (VUB) kepada para Gapoktan dan atau petani penangkar. VUB yang diserahkan terdiri atas Varietas Inpari 30 Ciherang Sub-1, Inpari 42 Agritan GSR (Green Super Rice) dan Situbagendit. Ketiga VUB Padi tersebut memiliki keunggulan potensi hasil tinggi, pulen dan memiliki ketahanan terhadap beberapa penyakit utama padi.

Kepala BB Padi Sukamandi, Dr.Ir.Priatna Sasmita, MSi yang hadir pada acara program BEKERJA menyatakan bahwa, penyerahan benih VUB ini dimaksudkan agar petani segera mengganti penggunaan VUB lama yang potensi hasil dan ketahanannya terhadap OPT sudah kurang baik dengan VUB terbaru yang potensi hasil dan ketahanannya terhadap OPT lebih baik, sehingga produksi padi di Tasikmalaya meningkat nyata.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tasikmalaya Drs. Roni A. Sahroni, MM mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pertanian atas bantuan benih padi VUB untuk petani di Tasikmalaya, harapannya agar semua petani di Tasikmalaya pada musim mendatang sudah menanam padi VUB, sehingga bisa mendongkrak produktivitas padi dan pendapatan petani di Tasikmalaya, tegasnya.

Selanjutnya, Priatna menjelaskan bahwa varietas Inpari 32 HDB memiliki keunggulan selain potensi hasil tinggi (8,42 t/ha ) dan pulen, juga tahan penyakit kresek (HDB=Hawar Daun Bakteri), sedangkan varietas Inpari 42 Agritan GSR (Green Super Rice) memiliki keunggulan selain potensi hasil tinggi (10,58 t/ha), juga relatif tahan terhadap penyakit kresek (HDB) dan blas. Selain itu menurut Priatna, varietas ini juga merupakan ramah lingkungan karena mememerlukan bahan kimia (pupuk dan pestisida) relatif sedikit sebagai implikasi dari adaptasi yang baik dan tahan terhadap beberapa OPT. Varietas lainnya Situbagendit, menurut Priatna merupakan padi gogo namun dapat beradaptasi baik terhadap kondisi sawah (basah) maupun lahan kering atau bersifat Amfibi. Varietas ini juga relatif tahan penyakit kresek.

Priatna mengingatkan pula bahwa benih yang diberikan tersebut di atas merupakan kelas benih pokok (stock seed) untuk ditangkarkan menjadi benih sebar (extention seed). Oleh karena itu, jika sebanyak 40 ton benih tersebut ditangkarkan semuanya pada luasan 2000 ha (penggunaan benih 20 kg/ha), dan dari setiap ha sedikitnya dapat menghasilkan 4 ton benih sebar, maka diharapkan dapat menghasilkan 8.000 ton benih sebar. Jumlah tersebut akan mencukupi kebutuhan tanam padi seluas 400.000 ha, melebihi kebutuhan benih Kabupaten Tasikmalaya dengan luas baku lahan sawah 51.297 ha dan luas tanam 144.239 ha per tahun, jelasnya.

Bagikan Konten

Hashtag

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini309
Hari Kemarin2958
Minggu ini17646
Bulan ini45865
Online saat ini
11

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi