Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Menteri Amran Paparkan Kebijakannya Dongkrak Produksi Pertanian

Menteri Amran Paparkan Kebijakannya Dongkrak Produksi Pertanian

10.09.2015
BBPadi
2764

Menteri Amran Paparkan Kebijakannya Dongkrak Produksi Pertanian

10.09.2015
BBPadi
2764

KEBIJAKAN Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan sangsi pencabutan anggaran bagi daerah yang gagal tinggalkan produktivitas pertanian di wilayahnya ternyata ampuh mengangkat produktivitas pertanian. Dari 26 Bupati/Walikota yang mendapat raport merah, kini hanya menyisakan 6 Kabupaten/Kota.

Menteri Amran mengungkapkan, salah satu bantuan yang ditebar pemerintah berupa benih. Dalam paket bantuan benih tersebut, Menteri Amran menyarankan agar benih tersebut dibagikan kepada petani yang menggarap lahan sawah baru, bukan lahan yang sudah ada, “Dengan penanaman di lahan baru, praktis produksi padi kita meningkat.” Kata Menteri Amran saat bertandang di kantor redaksi Rakyat Merdeka, di Jakarta kemarin.

Awalnya kebijakan itu banyak diprotes para Bupati dan Walikota. Namun Menteri asal Bone, Sulawesi Selatan ini tidak goyah. Selain itu, Menteri Amran juga menggariskan kepada para Bupati dan Walikota yang telah meminta bantuan dari pemerintah jika tidak berhasil meningkat produksi pertaniannya maka anggarannya akan dipotong.

Menurut Menteri Amran, penerapan kebijakan itu merupakan bagian dari sistem reward and punishment dalam rangka mengoptimalkan bantuan pertanian pemerintah yang naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya, “Hasilnya yang tadinya ada 26 Kabupaten mampu merah dan kini di periode April, September ini tinggal 5-8 Bupati,” katanya.

Lebih lanjut, untuk menggenjot hasil pertanian, Menteri Amran juga merevisi aturan tender dalam pengadaan bantuan pemerintah bagi petani. Dulu diungkapkan Menteri Amran, bantuan benih, pupuk, dan alsintan (alat mesin pertanian) ditender, “Anda tahu, APBN pagunya munculnya di Januari-Febuari saat musum hujan. Lelang butuh waktu tiga bulan, sementara umur padi 3 bulan. Artinya apa, setelah panen baru bibit, pupuk, dan traktornya datang,” katanya.

Atas dasar itu, Menteri Amran meminta Presiden Joko Widodo merevisi peraturan presiden tentang tender menjadi penunjukan langsung, “Ini dilakukan karena dipertanian itu tanaman semusim, tidak bisa disamakan dengan membangun DAM, jalan raya. Ini semusim, kalau lewat kita tidak bisa balik lagi.” Jelasnya.

Bukan hanya itu, Menteri Amran juga berupaya memastikan pupuk bagi petani tersedia tepat waktu. Bagi para pemain, dia tidak segan-segan melaporkan ke aparat penegak hukum. Sampai hari ini, 30 orang sudah diculik karena berupaya oplos pupuk.

Dari berbagai terobosan itu pula, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peningkatan produksi padi yang pada tahun 2014 sebesar 70.884707 ton meningkat 5 juta ton menjadi 75.550.895. “(peningkatan produksi padi) 5 juta ini selesai (swasembada padi, red). Cuma saat ini ada ada el-nino. Mudah-mudahan tidak terlalu terpengaruh, yang penting kita sudah berbuat bagi republik ini,” tutunya.

Sumber : Rakyat Merdeka

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini302
Hari Kemarin1405
Minggu ini1707
Bulan ini26237
Total Pengunjung2698045
Online saat ini
17

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi