Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Mendekatkan Inovasi Budidaya Padi Musim Kemarau Melalui Bimtek di Majalengka

Mendekatkan Inovasi Budidaya Padi Musim Kemarau Melalui Bimtek di Majalengka

24.10.2019
BBPadi Media
303
(Foto: BBPadi Media)
(Foto: BBPadi Media)

Mendekatkan Inovasi Budidaya Padi Musim Kemarau Melalui Bimtek di Majalengka

24.10.2019
BBPadi Media
303

Bersumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa Indonesia ditahun 2019 menghadapi fenomena iklim El Nino. Fenomena tersebut merupakan kejadian memanasnya suhu air laut di Samudra Pasifik hingga di atas rata-rata suhu normal. Dampak yang ditimbulkan dari fenomena alam ini salah satunya adalah kemarau yang berkepanjangan dan kekeringan. Berdasarkan data BMKG, El Nino pada tahun ini berada pada kategori lemah hingga sedang. Namun dampak yang ditimbulkan perlu diwaspadai khususnya dalam menjaga stabilitas produksi hasil pertanian khususnya padi.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian sebagai penghasil inovasi teknologi melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) telah melakukan berbagai terobosan dan pendekatan teknologi khususnya dalam budidaya padi dimusim kemarau. Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam teknik budidaya padi dalam kondisi alam seperti sekarang ini adalah jadwal tanam, pengelolaan lahan, air dan penggunaan varietas adaptif. Selain itu, pendampingan oleh petugas juga perlu dilakukan agar transfer inovasi teknologi cepat sampai ke pengguna.

Seperti yang telah dilakukan oleh peneliti BB Padi, Dr. Bambang Nuryanto dan Nurwulan Agustiani, M.Agr., pada kegiatan “Bimbingan Teknis Antisipasi Kekeringan Di Musim Kemarau Melalui Teknologi Hemat Air dan Budidaya Padi Gogo Sawah” di UPTD Balai Benih Ikan Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Rabu (23/10/19). Bimtek diikuti 100 peserta perwakilan dari Dinas Pertanian, Gapoktan, Penyuluh, POPT, dan petani dari Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Majalengka.

Nurwulan Agustiani, M.Agr dalam paparannya menyampaikan materi upaya dalam menghadapi kekeringan. Dalam penjelasannya Ia menekankan beberapa hal penting seperti pemilihan varietas yang sesuai, perlakuan benih, kondisi lahan, sistem tanam, dan penggunaan bahan organik yang tepat. Selain materi diatas, Wulan menjelaskan tentang pengelolaan air selama pertumbuhan tanaman, pengaturan cara tanam yang disesuaikan dengan kesuburan lahan dan ketersediaan tenaga kerja. 

Dalam upaya pengendalian OPT, Dr. Bambang Nuryanto menerangkan tentang upaya pengendalian disesuaikan dengan tingkat serangan hama penyakitnya. Bambang menegaskan, pada pertanaman padi yang perlu dilakukan adalah mengkondisikan tanaman untuk tumbuh sehat dan kuat. "Untuk tumbuh sehat, pemberian makanan (pupuk) untuk tanaman harus dilakukan tepat waktu, tepat dosis dan tepat cara pemberian", terang Bambang. Selain itu, terang Bambang, lahan perlu ditambahkan dengan bahan organik agar tersedia vitamin-vitamin guna mendukung pertumbuhan tanaman padi. Terkait pengendalian hama penggerek serta penyakit blast yang menurut keterangan peserta merupakan hama dan penyakit yang banyak ditemukan didaerah setempat, Bambang juga menjelaskan cara penanganannya.



Penyampaian materi teknologi hemat air, pemupukan berimbang dan penggunaan Perangkat Uji Pupuk dan Status Hara Tanah, dan materi teknologi inovasi hayati berturut-turut disampaikan oleh peneliti Balitklimat dan Balittanah (Dr. Budi Kartiwa, Dr. Diah Setyorini, dan Dr. Etty Pratiwi).

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Majalengka, Ir. Iman Firmansyah, M.M., berharap dengan adanya kegiatan Bimbingan Teknis ini, wilayah-wilayah pertanian yang sebelumnya hanya dapat menanam IP 1 dan IP 2 dapat meningkatkan pertanaman hingga IP 3. Selain itu, peserta yang hadir dapat menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh ke masyarakat luas, kemudian dilaksanakan dan dikembangkan. (SM/Shr)

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini922
Hari Kemarin1089
Minggu ini9086
Bulan ini18895
Online saat ini
14

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi