Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI Ke BBPadi

Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI Ke BBPadi

11.08.2020
BBPadi
322

Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI Ke BBPadi

11.08.2020
BBPadi
322

Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)  yang membidangi Pertanian, Kelautan dan Perikanan, Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Penelitian Tanaman Padi  (BBPadi), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) di Sukamandi, Ciasem, Subang, Jawa Barat (Selasa, 11/8/2020).

Agenda kunjungan kerja Komisi IV yang dipimpin Wakil Ketua Dedi Mulyadi, SH diterima Kepala Balitbangtan Dr. Fadjri Djufry dan didampingi Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Dr. Priatna Sasmita tersebut merupakan kunjungan kerja Komisi IV DPR RI dalam masa resesnya.

Serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam acara tersebut meliputi meninjau gudang benih Unit Pengelola Benih Sumber, melihat display pertanaman Varietas Unggul Baru padi dan demo alat sebar benih dengan drone di areal Kebun Percobaan Sukamandi dilanjutkan ke lahan mina padi dan berakhir di Saung Agroinovasi untuk melakukan tatap muka dengan para tamu undangan yang hadir.

Pada kesempatan kunjungan lapang Priatna Sasmita didampingi para peneliti menjelaskan satu persatu keunggulan masing-masing varietas padi yang ditanam. Rombongan Komisi IV memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada para peneliti, bahwa dilembaga inilah para peneliti menghasilkan varietas unggul padi untuk mensejahterakan petani.

Mengawali sambutanya, Bupati Subang yang diwakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Subang Jaja Rohadamaja membacakan sambutan bupati yang berhalangan hadir. Jaja melaporkan capaian Kabupaten Subang dalam mendukung program pertanian. Salah satu yang disampaikan adalah potensi luas sawah dan produksi padi.

“Pada tahun 2019 Kabupaten Subang di peringkat ketiga tertinggi se-Indonesia sebagai daerah penghasil beras, Potensi luas sawah di Kabupaten Subang 84.570 hektare merupakan terluas ketiga se-Jawa Barat setelah Indramayu dan Karawang. Panen padi berdasarkan data statistik tahun 2019, sawah seluas 156.298,5 hektare adapun produksi padi 942.932 ton gabah kering giling. Kalau dikonversi ke beras 540.960 ton beras” jelas Jaja dalam sambutanya.

Sementara itu, Kepala Balitbangtan Fadjri Djufry dalam sambutanya menyampaikan ucapan selamat datang kepada rombongan komisi IV dan memberikan paparan singkat terkait capaian-capaian Balitbangtan, Kementerian Pertanian.

“Kita berbangga Indonesia punya riset padi, dari tempat inilah dihasilkan seluruh varietas unggul baru padi yang ada di Indonesia. Ada kurang lebih 318 varietas unggull baru padi yang kita sudah hasilkan sejak berdiri dan tiap tahun kita memproduksi kurang lebih 20-50 varietas unggul baru yang ditanam seluruh Indonesia, dari 12 juta hektar luas tanam padi, 94% varietas padi yang ditanam hasil Balitbangtan. Jadi memang ini sangat berkontribusi besar terhadap padi/pangan, karena kalau meningkatkan produktivitas tidak ada cara lain kecuali memperbaiki kualitas padi kita, kata Fadjri

Balitbangtan siap mendukung seluruh wilayah sesuai kondisi masing-masing dalam  pengembangan komoditas pertaniannya.

“Kami punya padi, jagung, kedelai, umbi-umbian, bawang merah, dan untuk ternak ada domba garut bisa kami siapkan pendampinganya disetiap provinsi karena kami memiliki kantor BPTP yang tersebar disetiap provinsi”. Tambahnya

Wakli Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi, dalam sambutan didepan undangan yang hadir menjelaskan bahwa buruh tani adalah benteng dan perlu diangkat dengan baik.

“Sesungguhnya kita setiap hari itu menerima demo dari kaum buruh, tapi ada kelompok masyarakat yang tidak pernah berdemonstrasi tidak pernah protes, selalu menerima apa adanya putusan negara ini yaitu buruh tani, dan buruh tani mayoritas perempuan. Untuk itu isu ini harus di angkat dengan baik dan merekalah benteng, mulai kita berefektasi tentang berbagai kemajuan bangsa tetapi faktanya ketika covid melanda bertenggernya gedung bertingkat engga ada apa-apa, hotel-hotel berbintang tidak ada makna, transpotasi publik yang mewah dan modern tidak ada apa-apa. Ternyata yang bermakna ini adalah para petani, yang sering kita tidak perhatikan” kata  Dedi Mulyadi.

Diakhir sambutanya Dedi menyarankan agar areal di BB Padi selain menjadi pusat penelitian juga bisa menjadi wilayah yang bisa mengedukasi masyarakat pelajar.

“Saya dari tadi memandang, bangunan harus diubah semua, kemudian ditata kembali, biar anak-anak sekolah itu mengerti bagaimana cara menanam padi, kemudian saya sarankan diadakan museum sejarah dari awal sampai sekarang (BBPadi) dan museum itu sendiri nantinya dijadikan tempat study-nya anak-anak sekolah dan menjadi basic pangan nasional harus dipertahankan”.

“Yang terakir, yang saya pesankan adalah gempuran industrialisasi. Nanti seiring Pelabuhan Patimban dibangun, kawasan industri semakin asyik, saya yakin area sawah akan mendapatkan gempuran-gempuran plus didalamnya adalah rusaknya infrastruktur irigasi, tetapi intinya masyarakat subang adalah, kekuatan gotong royong masyarakat subang masih kuat, namun kita semuanya harus disuport agar memberikan semangan bagi kita semua. Pungkas Dedi Mulyadi (Shr)

Bagikan Konten

Hashtag

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini2062
Hari Kemarin2644
Minggu ini9424
Bulan ini45743
Online saat ini
20

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi