Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Kekeringan Bukan Berarti Indonesia Harus Impor Beras

Kekeringan Bukan Berarti Indonesia Harus Impor Beras

04.08.2015
BBPadi
4261

Kekeringan Bukan Berarti Indonesia Harus Impor Beras

04.08.2015
BBPadi
4261

KLATEN - Dalam mengantisipasi cuaca ekstrem el Nino yang menyebabkan kekeringan di beberapa daerah, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengerahkan bantuan untuk membuat sumur dalam dan memberikan pompa air kepada petani yang mengalami kekeringan pada lahannya, Senin (27/7).

Terdapat 200 ribu hektar sawah terancam kekeringan di beberapa wilayah Indonesia sehingga berdampak pada produksi padi. Mentan berharap dampak kekeringan ini tidak membuat Indonesia mengimpor beras dari Negara lain.

“Impor beras ini merugikan para petani. Ada yang keliru selama ini, begitu harga naik yang terpikir di kepala langsung impor. Saya nggak mau,” ujar Mentan dalam dialognya dengan petani usai panen raya padi di Desa Tumpukan, Kecamatan Karangdowo Kabupaten Klaten.

Menurutnya ketika petani sedang panen raya padi seperti saat ini, lalu bila ada keputusan untuk impor beras maka sama sama menggadaikan petani. Pemerintah menegaskan tak akan membuka impor beras.

Mentan mengakui, kekeringan tahun ini akan membuat beberapa hektar sawah terancam kekeringan. Namun, tahun 2015 diperkirakan angkanya lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini karena keberhasilan Kementerian Pertanian menambah lahan sawah baru dengan total 102.000 hektar. Sehingga bila satu hektar menghasilkan lima ton, maka bisa dapat produksi beras tambahan sebanyak 500 ribu ton atau senilai Rp 2 triliun.

"Produksi terbesar kedua Oktober-Maret yaitu Jateng termasuk Klaten. Saya minta petani dapat menyerahkan hasil panennya ke Bulog, minimal 20%," ungkap Mentan.

Pada kunjungannya di Klaten, Mentan didampingi Bupati Klaten Sunarna, Direktur Bulog Wahyu Suparyono, Kepala Drive Bulog Jawa Tengah Usep Karyana, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jateng Surya. Mentan melakukan panen raya padi yang merupakan hasil perdana dari Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GPPTT) secara manual dan dengan menggunakan combine harvester.

Bagikan Konten

Hashtag

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini852
Hari Kemarin1194
Minggu ini4210
Bulan ini19594
Total Pengunjung2628597
Online saat ini
8

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi