Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Hilirisasi Produk Inovasi dan Teknologi Badan Litbang bersama Wakil Ketua Komisi IV DPR RI di Purwakarta

Hilirisasi Produk Inovasi dan Teknologi Badan Litbang bersama Wakil Ketua Komisi IV DPR RI di Purwakarta

01.04.2021
BBPadi Media
106

Hilirisasi Produk Inovasi dan Teknologi Badan Litbang bersama Wakil Ketua Komisi IV DPR RI di Purwakarta

01.04.2021
BBPadi Media
106

Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Komisi IV DPR RI menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas SDM Petani dan Penyuluh di Tajug Gede Purwakarta, Selasa (30/3/2021). Kegiatan ini merupakan rangkaian Program Demplot VUB Padi Khusus (Stunting, Baromatik, Diabetes) dan padi spesifik lokasi T.A 2021. Melalui pengembangan ATABELA milik Badan Litbang Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi berkolaborasi dengan Anggota DPR-RI Komisi IV (Bidang Pertanian) dan diharapkan dapat menghilirisasi teknologi ini dalam rangka peningkatan produksi padi khususnya padi gogo.

Kegiatan bimtek dilakukan di Aula Besar dan di lahan padi gogo, Tajug Gede Cilodong, Kec. Cibungur, Kab. Purwakarta. Hadir sebagai narasumber yakni Dr. Ir. Fadjry Djufry (Kepala Badan Litbang Pertanian), Kang Dedy Mulyadi (Anggota DPR-RI Komisi IV), Dr. Ir. Priatna Sasmita (Plt. Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi) sekaligus sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan.

Dr. Ir. Fadjry Djufry, mengatakan bimbingan teknis kepada para petani milenial ini diharapkan bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi petani milenial sekaligus mensosialisasikan teknologi yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian.

Bimbingan teknis bertema Peningkatan Kapasitas SDM Petani dan Penyuluh kali ini mengajarkan para petani milenial dalam penggunaan alat tanam benih langsung (ATABELA). Teknologi ATABELA merupakan salah satu komponen teknologi LARGO SUPER yang pernah dilaunching pada tahun 2018.

“Teknologi ini diaplikasikan untuk budidaya lahan gogo. Varietas unggul baru yang akan didemokan melalui teknologi ATABELA adalah Inpago 12 yang sudah teruji unggul ditanam setiap musim di lahan gogo Tajug Gede,” kata Fadjry, dihadapan ratusan petani milenial yang diadakan di Tajug Gede Purwakarta.

Sementara itu masih ditempat yang sama, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi menyampaikan tentang keberadaan petani milenial masa kini menjadi profesi baru yang digemari oleh para pemuda. “Di tengah lahan pertanian yang semakin kecil, petani milenial harus bisa terus berinovasi agar tetap produktif terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini,” ungkap Dedi Mulyadi.

Menurut Dedi Mulyadi petani kini bisa memanfaatkan lahan terbatas sebagai media tanam menggunakan jenis bibit khusus. Contohnya padi gogo yang bisa ditanam menggunakan pot di mana saja dan kapan saja. Dedi Mulyadi juga meminta pemerintah dalam hal ini Dinas Pangan dan Pertanian memberi contoh kepada masyarakat memanfaatkan lahan yang ada untuk ditanami tanaman produktif seperti padi gogo.

Sekarang dinas pertanian saja beras masih beli, harusnya kasih contoh jangan hanya mengajari saja. Coba sekarang itu hitung setiap bangunan pemerintah ada berapa lahan kosong, tanami padi gogo, saya yakin kita tidak perlu lagi beli beras apalagi impor,” katanya.

Ia menyebut padi atau beras merupakan sebuah harga diri bagi masyarakat Sunda. Sehingga para petani selalu memakai manajemen hati bukah hitungan bisnis dalam mengelola sawahnya.

“Petani leluhur kita itu bertani bukan urusan untung rugi, tapi memakai manajemen hati. Menanam dengan penuh cinta, kebaikan dan ibadah. Tapi sekarang lihat, karena semua serba dihitung mulai dari perencanaan, biaya ini itu, kemudian nanti panennya untung segitu, malah pada rugi. Buktinya wilayah penghasil beras terbesar di Jabar malah pengkonsumsi beras raskin atau rasta terbanyak,” tutup Dedi Mulyadi. 

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 200 orang terdiri dari petani milenial dan penyuluh dari berbagai wilayah Kabupaten Purwakarta. Selain diberi pengarahan dan teori, para petani milenial juga langsung praktek melakukan penanaman padi gogo di lahan yang berada sekitar Tajug Gede Purwakarta. 

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini17
Hari Kemarin1839
Minggu ini11709
Bulan ini33860
Online saat ini
10

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi