Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Genjot Produksi Padi, Ini Cara Kementan

Genjot Produksi Padi, Ini Cara Kementan

12.03.2016
BBPadi
2490

Genjot Produksi Padi, Ini Cara Kementan

12.03.2016
BBPadi
2490

Jakarta -Kementerian Pertanian (Kementan) menekankan perlunya penerapan sistem tata kelola air yang kolaboratif antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kolaborasi yang harmonis dari ketiga kementerian tersebut dilakukan dalam mengelola air. 

Langkah ini dilakukan untuk menggenjot produksi padi. Sebab, tata kelola infrastruktur pertanian meliputi tata kelola lahan, tata kelola air dan tata kelola informatika.

Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur Pertanian, Ani Andayani menuturkan berdasarkan data yang dirilis Litbang Kementerian Pekerjaan Umum Pekerjaan Rumah (PUPR), bahwa untuk menghasilkan 1 ton beras di Indonesia diperlukan 2.500 meter kubik air irigasi. Namun, di negara lain seperti Vietnam cukup membutuhkan 1.600 meter kubik air.

Menurut Ani, hal tersebut menunjukkan efisiensi air bagi budidaya padi di Indonesia perlu diantisipasi dengan penerapan sistem irigasi yang tepat dan efisien disamping menanam padi tahan kering.

"Selain itu, menghitung kecukupan air bagi budidaya padi sawah, padi gogo, padi gogo rancah atau jenis tanaman pangan lainnya menjadi aspek penting untuk diteliti lebih lanjut dalam upaya menjaga ketersediaan air," tutur Ani dalam siaran pers Kementan, Jumat (11/3/2016).

Ani menjelaskan tata kelola air yang benar yaitu mulai dari hulu di bawah kewenangan KLHK sebagai up stream, kemudian middle stream-nya yaitu irigasi primer dan sekunder, termasuk pengelolaan daerah aliran sungai dan komponennya merupakan kewenangan Kementerian PUPR.

"Sementara destinasi akhirnya, mulai dari irigasi tersier yang pemanfaatannya untuk pangan merupakan kewenangan Kementerian Pertanian. Sehingga upaya Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produksi padi, ditentukan pula oleh peran kolaboratif dari kementerian lain, " tegas Ani.

Pembagian kewenangan pengelolaan air tersebut, terungkap dalam pertemuan bilateral Joint Steering Committee Republic of Indonesia and the Netherlands in the Field of Water Management, pada tanggal 23 Februari 2016 yang diselenggarakan di kantor Kementerian PUPR.

Dalam pertemuan bilateral tersebut menyimpulkan ada dua aspek yang harus didedikasikan untuk tata kelola air irigasi untuk menjamin ketersediaan air bagi produksi pangan, yaitu pertama,  efisiensi air dengan kualitasnya. 

"Dan kedua menyangkut ketersediaan air irigasi yang cukup dan keberlanjutannya," pungkas Ani.

Sumber: Feby Dwi Sutianto - detikfinance

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini192
Hari Kemarin1629
Minggu ini1821
Bulan ini36226
Total Pengunjung2708034
Online saat ini
4

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi