Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Familiarisasi varietas Inpari IR Nutri Zinc di Nusatenggara Barat

Familiarisasi varietas Inpari IR Nutri Zinc di Nusatenggara Barat

20.10.2019
US
443

Familiarisasi varietas Inpari IR Nutri Zinc di Nusatenggara Barat

20.10.2019
US
443

Dalam rangka familiarisasi varietas unggul baru Inpari IR Nutri Zinc di Nusatenggara Barat telah diadakan seminar untuk memaparkan latar belakang, sejarah, dan seluk beluk mengenai varieas Inpari IR Nutri Zinc di BPTP NTB pada hari Kamis, 17 Oktober 2019.  Acara tersebut dibuka oleh Bapak Kepala BPTP NTB dan dihadiri oleh para peneliti dan penyuluh BPTP NTB, penyuluh Propinsi Nusatenggara Barat, dan beberapa puhak terkait.  Pada kesempatan tersebut Dr. Untung Susanto, peneliti dan pemulia di Balai Besar Penelitian Padi (BB Padi) Badan Litbang Pertanian, memaparkan pentingnya unsur Zn bagi tubuh manusia, prevalensi kekurangna gizi Zn di Indonesia, berbagai upaya untuk mengatasi defisiensi unsur Zn, keuntungan teknologi biofortifikasi (varietas yang memiliki kandungan nutrisi tertentu lebih tinggi), serta sejarah, karakteristik, dan rencana pengembangan vareitas Inpari IR Nutri Zinc di Indonesia.  Turut disampaikan pula invensi-invensi varietas terbaru Badan Litbang pertanian sejak tahun 2017, antara lain Tarabas, Baroma, Jeliteng, Pamelen, Pamera, Inpari 45 Dirgahayu, Mantap, dan lain-lain.

Terkait dengan Inpari IR Nutri Zinc disampaikan bahwa varietas ini adalah hasil kerja panjang mengikutkan kolaborasi beberapa institusi, antara lain IRRI (International Rice Research Institute), Harvest Plus Project, dan Badan Litbang Pertanian melalui BB Padi.  Pengujian generasi awal hasil persilangan di IRRI mulai diseleksi di Indonesia pada tahun 2012, sehingga akhirnya pada tahun 2016 – 2018 dilakukan uji multi lokasi galur-galur terpilih dan disetujui untuk dilepas satu vareitas dengan kandungan ZN tinggi yang selanjutnya diberi nama Inpari IR Nutri Zinc melalui SK Menteri Pertanian No. 168/HK.540/C/01/2019. 

Berdasarkan data UML di 16 lokasi pengujian, Inpari IR Nutri Zinc memiliki hasil rata-rata 6,21 t/ha setara dengan Ciherang.  Varietas ini memiliki potensi hasil 9,98 t/ha.  Umur: 115 hari setelah semai, tekstur nasi pulen, bobot 1000 butir 24,60 g, anakan produktif 18 batang, dan warna gabah kuning jerami dengan bentuk ramping, sehingga diharapkan akan mudah diadopsi oleh petani.  Varietas ini bersifat agak tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1 dan 2, agak tahan hawar daun bakteri starain III, agak tahan tungro isolat Garut dan Purwakarta, dan tahan blas strain 033, 073, dan 133.  Dengan ketahanan yang relatif lengkap ini, diharapkan daya adaptasinya akan luas. 

Rata-rata Kandungan Zn Inpari IR Nutri Zn adalah 29,54 ppm sementara Ciherang sebesar 24,06 ppm, atau berbeda sekitar 23%.  Pada musim penghujan, Inpari IR Nutri Zinc memiliki kandungan Zn ekitar 7 ppm lebih tinggi daripada Ciherang dan pada musim kemarau sekitar 5 ppm lebih tinggi daripada Ciherang.  Kandungan Zn tersebut dapat bervariasi antar lokasi dan nilai tertinggi kandungan Zn pada Inpari IR Nutri Zinc yang telah teridentifikasi adalah 34,51 ppm ketika ditanam di Kebun Percobaan BB Padi di Sukamandi pada MH 2016/2017.  BB Padi memiliki alat pengukur kandungan Zn dalam beras dengan ketelitian hingga 1 ppm menggunakan metode XRF (X Ray Flourescene), yaitu mesin Oxford Instrument X-Supreme.  Alat ini telah divalidasi berdasarkan metode ICP di Whaite University Australia.  Karena kandungan Zn nya yang relatif tinggi tersebut, Inpari IR Nutri Zinc diyakini bermanfaat untuk mengatasi kekurangan gizi Zn yang banyak terjadi di Indonesia, termasuk mengurangi prevalensi stunting yang diakibatkan antara lain oleh kekurangan gizi Zn tersebut.

BPTP Nusatenggara Barat pada musim ini telah menanam varietas Inpari IR Nutri Zinc sebagai demplot dan sebagai produksi benih.  Diharapkan kegiatan ini dapat mempercepat pemasifan teknologi Badan Litbang Pertanian, khususnya varietas Inpari IR Nutri Zinc.  Pada gilirannya diharapkan adopsi varietas Inpari IR Nutri Zinc ini dapat berkontribusi terhadap program nasional mengatasi stunting di Indonesia.  Lebih dari itu, varietas ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia pada umumnya.  Hal ini karena unsur Zn bermanfaat untuk berbagai fungsi fisiologis metabolism dalam tubuh manusia, sehingga dibutuhkan oleh semua manusia dalam jumlah yang cukup. (US)

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini836
Hari Kemarin1089
Minggu ini9000
Bulan ini18809
Online saat ini
13

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi