Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Enam Kabupaten di Jabar Sepakat Kembangkan Benih Padi Inpari IR Nutri Zinc

Enam Kabupaten di Jabar Sepakat Kembangkan Benih Padi Inpari IR Nutri Zinc

13.06.2019
Suharna
838
Kepala BBPadi Dr. Priatna Sasmita didampingi peneliti meninjau pertanaman benih padi varietas Inpari IR Nutri Zinc di Kebun Percobaan Pusakanagara (Foto: BBPadi Media)
Kepala BBPadi Dr. Priatna Sasmita didampingi peneliti meninjau pertanaman benih padi varietas Inpari IR Nutri Zinc di Kebun Percobaan Pusakanagara (Foto: BBPadi Media)

Enam Kabupaten di Jabar Sepakat Kembangkan Benih Padi Inpari IR Nutri Zinc

13.06.2019
Suharna
838

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat Rakor Unit Pelaksana Teknis Lingkup Kementerian Pertanian beberapa waktu yang lalu telah menginstruksikan agar Kebun Percobaan yang ada terus dikelola menjadi agen perubahan, agen pembaharu, dan menjadi contoh bagi petani/calon pengguna sekaligus membuktikan keunggulan inovasi yang dihasilkan untuk dapat dimanfaatkan oleh pengguna.

Menindaklanjuti arahan tersebut Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi menginisiasi temu lapang dengan para penangkar benih yang bertempat di Kebun Percobaan Pusakanagara, Subang, Jawa Barat sebagai agen pembaharuan. Kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai upaya sinergisme para pemangku kepentingan  dalam mengembangkan inovasi VUB padi dalam hal ini mempercepat ketersedian logistik benih varietas unggul baru Inpari IR Nutri Zinc yang dilepas pada awal tahun 2019.

Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Priatna Sasmita dalam keterangannya menyampaikan bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah dalam upaya mempercepat diseminasi keunggulan varietas Inpari IR Nutri Zinc melalui produksi atau perbanyakan benih  yang ditanam di Kebun Percobaan Pusakanagara, Subang, untuk selanjutnya agar bisa disebarluaskan kepada para penangkar benih wilayah lain.

“Hasil inovasi yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian tentunya tidak bisa dikembangkan sendiri, tetapi perlu bersinergi dengan pihak lain dalam upaya percepatan di tingkat adopsi dan implementasinya. Percepatan diseminasi Inovasi khususnya varietas padi yang mampu mengatasi kekurangan gizi Zn seperti Inpari IR Nutri Zinc sebagai langkah awal cukup efektif ditempuh melalui temu lapang. Kali ini temu lapang  dilaksanakan di Kebun Percobaan Pusakanagara, Rabu, (12/06/19)  dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti dari dinas kesehatan provinsi, para petugas BPSB  para pengkar dan juga petani.

“Sebagai langkah awal, hari ini benih padi varietas Inpari IR Nutri Zinc kelas SS sebanyak 2,5 ton  dapat tersedia untuk para penangkar untuk mengembangkannya pada musim depan/MT2 ini. Dengan asumsi kebutuhan benih 20 kg per ha dan produksi benih sebar 4 ton/ha, maka dari 2,5 ton benih tersebut harapannya dapat ditanam oleh para penangkar pada  luasan 125 ha dan menghasilkan sebanyak 500 ton benih sebar (kelas ES), yang nantinya mencukupi kebutuhan benih untuk ditanam petani seluas 25.000 ha. Bisa dibayangkan kalo tahap awal saja sudah bisa memenuhi kebutuhan benih untuk luasan 25.000 ha, sehingga untuk selanjutnya tidak terlalu sulit dalam penyediaan benih sumber dan benih sebar mengacu pada target luasan pengembangannya.

Hadir dalam acara temu lapang tersebut perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, para penangkar dari 6 Kabupaten di Jawa Barat (Cirebon, Majalengka, Indramayu, Subang, Purwakarta dan Karawang), BPSB Provinsi Jabar, para peneliti, dan penyuluh pertanian.

Sebagaimana telah diketahui bersama bahwa varietas Inpari IR Nutri Zinc yang ditetapkan melalui SK Menteri Pertanian No. 168/HK.540/C/01/2019 memiliki keunggulan mampu mengatasi kekurangan gizi Zn yang berakibat stunting (kerdil).

Untung Susanto selaku pemulia varietas Inpari IR Nutri Zinc menerangkan bahwa varietas yang baru saja dilepas memiliki kandungan Zn 29,54 ppm (sekitar 23% lebih tinggi daripada Ciherang), potensi kandungan Zn 34,51 ppm, rata rata hasil: 6,21 t/ha  (setara Ciherang), potensi hasil: 9,98 t/ha, umur 115 hari setelah semai, tekstur nasi pulen, agak tahan wereng coklat biotipe 1 dan 2, agak tahan hawar daun bakteri strain III, agak tahan tungro isolat Garut dan Purwakarta, serta tahan blas strain 033, 073, dan 133. Dengan keunggulan tersebut, diharapkan varietas ini memiliki daya adaptasi luas dan dapat diterima oleh konsumen padi di Indonesia.

Berdasarkan data yang bersumber dari Mares-Perlman dkk. (1995), Zn merupakan unsur gizi yang sangat fital bagi manusia. Zn merupakan komponen komponen lebih dari 300 enzim yang berfungsi antara lain untuk penyembuhan luka, menjaga kesuburan, sintesa protein, dan meningkatkan daya tahan tubuh, dan berbagai fungsi terkait kesehatan dan produktivitas manusia eczema, rambut rontok, pembentukan organ reproduktif tidak sempurna, menghambat pertumbuhan, pertumbuhan mental tidak sempurna, depresi pasca melahirkan, anemia, selera makan menurun, dan lain-lain. Salah satu akibat dari kekurangan gizi Zn yang berat adalah kekerdilan (stunting) pada anak-anak. Jika prevalensinya besar, kekurangan gizi Zn pada akhirnya memberikan kerugian secara financial dan non financial yang sangat besar terhadap suatu negara.

Sementara itu, berdasarkan data Tim Percepatan Penanggulangan Kemiskinan bahwa pemerintah telah menerbitkan daftar 100 kabupaten dengan permasalahan stunting yang perlu diprioritaskan penanganannya.  Penanggulangan kekurangan gizi Zn yang berakibat stunting tersebut antara lain dengan suplementasi, fortifikasi, dan biofortifikasi, yaitu perakitan varietas yang memiliki kandungan gizi target khususnya Zn yang tinggi, sesuai dengan tingkat yang dibutuhkan.  Varietas dengan biofortifikasi Zn yang baru dilepas saat ini adalah Inpari IR Nutri Zinc.

Varietas Inpari IR Nutri Zinc memiliki kandungan Zn sekitar 6 ppm lebih tinggi daripada umumnya varietas di Indonesia, khususnya Ciherang (24,01 ppm). Oleh karena itu, diharapkan Inpari IR Nutri Zinc dapat berperan mengatasi kekurangan gizi Zn yang banyak terjadi di Indonesia.

“Produksi benih varietas Inpari IR Nutri Zinc mutlak diperlukan untuk memasifkan penanaman varietas tersebut. Dewasa ini, produksi Benih Penjenis, Benih Dasar, Benih Pokok tengah diinisiasi oleh Balai Besar Penelitian Tanaman Padi agar benih Inpari IR Nutri Zinc dapat segera tersedia bagi petani di berbagai daerah dengan jumlah yang cukup”, terang Untung

“Selain itu, atas dukungan dari Harvest Plus Project dan IRRI, pada musim ini produksi Benih Dasar yang telah dihasilkan, diharapkan dapat terus berkembang dan pada pertengahan 2021 diharapkan sekitar 200 ribu petani di berbagai daerah dengan prevalensi kekurangan Zn berupa kejadian stanting pada balita, telah menanam varietas inpari IR Nutri Zinc. Kerja sama semua pihak, termasuk para produsen benih, penggilingan, petani, penyuluh, dan berbagai pihak terkait sangat bermanfaat untuk mewujudkan harapan tersebut”, pungkasnya. (Shr/US)

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini657
Hari Kemarin943
Minggu ini7187
Bulan ini22571
Total Pengunjung2631574
Online saat ini
9

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi