Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Empat Dasa Warsa Kolaborasi Balitbangtan-IRRI Terus Berlanjut

Empat Dasa Warsa Kolaborasi Balitbangtan-IRRI Terus Berlanjut

18.02.2015
BBPadi
9109

Empat Dasa Warsa Kolaborasi Balitbangtan-IRRI Terus Berlanjut

18.02.2015
BBPadi
9109

Memasuki empat dasawarsa kolaborasi antara Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dengan IRRI (International Rice Research Institute), sejumlah besar capaian telah dihasilkan bersama dalam bidang penelitian dan perakitan teknologi budidaya padi.

Beberapa diantaranya adalah perakitan varietas padi hibrida Maro dan Rokan pada 2002, varietas Ciherang-Sub 1 (toleran rendaman sampai dengan 14 hari) pada tahun 2012, varietas Inpari 34 dan Inpari 35 Salin Agritan (toleran salinitas pada fase bibit) pada tahun 2014, perakitan dan penyempurnaan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT), serta introduksi berbagai teknologi padi lainnya, mulai dari budidaya, pengelolaan hama dan penyakit, hingga penanganan pasca panen.

Manfaat yang signifikan dirasakan oleh kedua belah pihak terutama oleh Balitbangtan dalam hal akses terhadap sumber inovasi teknologi padi, dan hal yang sama juga dirasakan oleh IRRI sebagai lembaga riset padi internasional yang perlu terus memperkaya informasi perkembangan situasi perpadian dunia melalui partnernya di berbagai Negara, termasuk Indonesia.

Untuk mereviu perkembangan kerjasama yang telah berjalan dan sekaligus merancang kolaborasi untuk lima tahun ke depan (2015-2019), Balitbangtan menjadi tuan rumah penyelenggaraan IAARD – IRRI Work Plan Meeting, Senin (16/2/2015) di Balitbangtan Kantor Pusat Jakarta.

Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 70 peserta yang berasal dari IRRI, lingkup Balitbangtan, lingkup Ditjen Tanaman Pangan, dan Indonesia-IRRI Board of Trustee.

Kepala Balitbangtan Dr. Haryono dalam keynote speech-nya menyampaikan harapannya bahwa ke depan kolaborasi Balitbangtan-IRRI harus dapat menghasilkan teknologi produksi padi yang efisien lahan, air, tenaga kerja, kemikalia, dan ramah lingkungan.

Disamping itu penguatan sumberdaya manusia pertanian harus menjadi prioritas bersama dalam rangka membangun sistem pertanian yang lebih maju, berdaya guna dan berhasil guna.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Haryono didampingi Deputy DG IRRI Dr. Matthew Morell dan Dr. Bruce Tolentino, meresmikan peluncuran Layanan Konsultasi Padi (LKP), suatu program layanan konsultasi berbasis website yang memberikan panduan pengelolaan padi spesifik lokasi (hingga level kecamatan) kepada petani berdasar input informasi yang diberikannya.

LKP adalah penyempurnaan dari layanan PHSL (Pengelolaan Hara Spesifik Lokasi) yang telah diluncurkan tahun 2012 lalu oleh Menteri Pertanian RI. Beberapa manfaat yang diperoleh dari penggunaan LKP diantaranya mengurangi intensitas serangan hama dan penyakit, meningkatkan produktivitas melalui sistem tanam jajar legowo 2:1 dan 4:1, dan meningkatkan pendapatan petani. Untuk mengakses aplikasi LKP dapat dilakukan melalui tautan http://webapps.irri.org/id/lkp.

Untuk Informasi Lebih Lanjut Hubungi : Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Sumber : Balitbangtan

Bagikan Konten

Hashtag

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini706
Hari Kemarin840
Minggu ini6540
Bulan ini24965
Total Pengunjung2602782
Online saat ini
5

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi