Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Dengan Inovasi, Lahan Kering Mampu Berproduksi Tinggi

Dengan Inovasi, Lahan Kering Mampu Berproduksi Tinggi

01.02.2018
BBPadi
4206

Dengan Inovasi, Lahan Kering Mampu Berproduksi Tinggi

01.02.2018
BBPadi
4206

Pertanaman padi gogo di lahan kering dengan model pengembangan produksi largo super sudah memasuki masa panen.

Lahan seluas 100 ha itu saat ini tidak terlihat hamparan sawah yang hijau lagi, tetapi hamparan sawah yang menguning karena perjalanan waktu umur padi.

Musim tanam ini memang lain dari musim-musim sebelumnya, karena pada musim tanam ini petani dikenalkan dengan teknologi baru untuk budidaya padi lahan kering dan petani selalu didampingi petugas sebagai pendamping teknologi dari  Balai Penelitian Tanaman Padi  Badan Litbang Pertanian.

Nurkholis salah satu petugas pendamping dari BB Padi mengatakan “Bukan perjalanan yang mudah untuk meyakinkan petani  bahwa lahan 100 ha yang ditanami varietas unggul dan teknologi largo akan berhasil.  Awalnya banyak keraguan yang muncul dari para petani  terlihat dari raut wajah mereka, kata Nurkholis disela-sela panen di Bajareja (31/01/18).

Pelan-pelan dengan berbagai pendekatan akhirnya petani sepakat lahan yang ada di Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen ditanami padi sesuai anjuran Pemerintah. Kendala-kendala di lapangan  pelan bisa diatasi dengan modal kesabaran.

Pemilihan areal lahan kering yang dekat dengan pesisir pantai selatan bukan tanpa alasan, Badan Litbang Pertanian punya tekad ingin meningkatkan produksi padi lahan kering sekaligus bisa memaksimalkan lahan tegakan kelapa agar petani punya nilai tambah.

Kondisi alam Kecamatan Puring tidak bisa disamakan dengan kondisi  alam wilayah lainnya. Kecamatan yang tidak jauh dari pesisir pantai selatan ini mayoritas masyarakatnya sebagai petani dan peternak.

Hasil bumi seperti padi, palawija, tanaman horti lainya ada disetiap petak lahan petani.  Pemanfaatan lahan secara maksimal oleh petani kecamatan ini patut dicontoh. Tidak ada sejengkal tanahpun yang tidak dimanfaakan.

Sistem integrasi tanaman dan ternak yang sudah puluhan tahun mereka jalani  adalah warisan dari nenek moyangnya.  Selama ini mereka hanya belajar dari  sinyal tanaman untuk menterjemahkan kapan tanah perlu dipupuk kandang dan akibat jika tanah tidak dipupuk kandang, sehingga kotoran ternak sapi dan kambing wajib hukumya dikembalikan ke lahan.

Memasuki masa panen massal awal musim ini, beberapa kegiatan telah dilaksanakan seperti sekolah lapang model pengembangan sistem produksi padi gogo largo super yang diikuti poktan dan gapoktan sekecamatan Puring.

Panen ubinan varietas Inpago 8, Inpago 9, Inpago 10 dan Inpago 11 oleh BPS,  Dinas Pertanian Kebumen , BB Padi dan BPTP Balitbangtan Jateng  telah dilaksanakan (29/01/18).  Dari hasil panen tersebut diperoleh hasil ubinan BPS sebagai berikut: Inpago 8 : 5,0 t/ha, Inpago 9: 6,1 t/ha, Inpago 10: 7,9 t/ha, dan Inpago 11: 7,1 t/ha.

Pada musim-musim sebelumnya rata-rata hasil panen ditingkat petani  4 t/ha sehingga dengan inovasi largo super yang saat ini diterapkan bisa meningkatkan produksi  1-3 t/ha.  Inilah jawaban inovasi yang ditawarkan Badan Penelitian dan Pengembangan  Pertanian kepada petani.

Sambutan hangat petani dan keceriaan petani nampak mulai sumringah  menyabut panen massal yang dilaksanakan dari Bulan Januari hingga Awal Maret tahun ini.

Kebumen menjadi awal  lahirnya teknologi largo super dan semoga Inovasi ini bisa diterapkan oleh petani Kecamatan Puring khususnya dan umumnya bisa diterapkan di daerah-daerah lain dalam rangka meningkatkan produksi padi di lahan kering dengan model pengembangan sistem produksi padi gogo largo super. (Shr) 

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini616
Hari Kemarin943
Minggu ini7146
Bulan ini22530
Total Pengunjung2631533
Online saat ini
8

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi