Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Dalam Waktu Dekat Beras Basmati Akan Segera Dilepas Kementan

Dalam Waktu Dekat Beras Basmati Akan Segera Dilepas Kementan

18.01.2019
BB Padi
837

Dalam Waktu Dekat Beras Basmati Akan Segera Dilepas Kementan

18.01.2019
BB Padi
837

Sukamandi - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2017 berhasil mengembangkan dan melepas varietas unggul baru yang memiliki mutu beras Japonica Premium dengan nama varietas Tarabas.

Terobosan inovasi teknologi yang dilakukan Badan Litbang Pertanian tersebut dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik terhadap kebutuhan beras Japonica dan punya peluang untuk ekspor.

Selain beras khusus varietas Tarabas dalam waktu dekat, Kementerian Pertanian akan melepas  varietas padi basmati hasil rakitan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi). Beras basmati selama ini dikenal sebagai beras aromatik asal India yang memiliki tekstur khas dan hanya bisa dibudidayakan di dataran tinggi. Beras tersebut merupakan komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar beras internasional. 

Pada sepuluh tahun terakhir Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementeria Pertanian telah melakukan penelitian padi jenis ini dan berhasil mengidentifikasi mutu beras varietas padi aromatik yang ditanam pada ketinggian lokasi berbeda. 

Saat ini, penelitian terhadap varietas basmati telah berhasil dan dapat ditanam di dataran rendah, tanpa menghilangkan ciri khas ukuran beras basmati  yang lebih panjang dibandingkan beras pada umumnya.

 “Penemuan varietas basmati asli Indonesia ini adalah sesuatu yang spesial dan unik, serta memiliki potensi ekspor yang besar. Ini semakin membuktikan beras kita sangat layak ekspor,” ungkap Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro saat berkunjung ke BB Padi, Sukamandi, Rabu (16/1).

Bahkan bila dibandingkan beras basmati asal negara aslinya, produktivitas varietas yang dihasilkan oleh BB Padi ini jauh lebih tinggi. Produktivitas varietas Basmati hasil rakitan BB Padi mencapai 8,2 ton per hektare, sementara varietas basmati asli hanya sekitar 5-6 ton per hektare. “Dengan spesifikasi ini, kita bisa melampaui produksi basmati di India,” tandas Syukur.

Sesuai dengan keterangan yang diberikan Kepala BB Padi Priatna Sasmita, pengembangan varietas basmati di Indonesia ini membutuhkan waktu kurang lebih 10 tahun. Ketika awalnya benih dibawa langsung dari Pakistan dan diuji coba di kebun percobaan BB Padi, benih tersebut tidak bisa dibudidayakan karena tidak adaptif dengan lahan di Indonesia.

“Beruntung kita memiliki pemulia tanaman yang tidak hanya pintar dan ulet, tapi juga memiliki kesabaran sehingga akhirnya kita bisa memiliki beragam varietas yang bisa ditanam di berbagai kondisi lahan,” puji Syukur.

Varietas yang akan dinamai BAROMA atau Beras Basmati Aromatik, disebut Syukur, sudah menarik minat para investor, termasuk dari kawasan Timur Tengah.

Selain beras basmati, BB Padi pada waktu yang sama juga akan meluncurkan sejumlah varietas baru untuk beras jenis khusus lainnya, yaitu beras hitam dan beras merah aromatik.

“Sepanjang tahun 2018, kita sudah mengekspor beras TARABAS sebanyak 3.100 ton.  Tahun 2019 ini kita mentargetkan kenaikan 40%,” terang Syukur.

BB Padi selama ini menjadi andalan Kementan sebagai lembaga riset di bidang pengembangan varietas padi. Menurut Priatna, BB Padi hadir untuk menjawab berbagai tantangan dan permasalahan dalam budidaya padi. BB Padi juga telah diakui oleh lembaga internasional IRRI (International Rice Research Institute).

“BB Padi menghasilkan varietas unggul benih (VUB) baik untuk spesifik lokasi dengan hasil tinggi maupun antisipasi global warming,” jelasnya.

Untuk mendukung penelitian tanaman padi, BB padi memiliki kebun percobaan yang tersebar di sejumlah wilayah, yaitu Sukamandi seluas 300 hektare, Pusakanegara 40 hektare, Kuningan 40 hektare, dan Muara Bogor 30 hektare.

Bagikan Konten

Hashtag

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini721
Hari Kemarin1049
Minggu ini6308
Bulan ini21692
Total Pengunjung2630695
Online saat ini
7

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi