Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»BPP Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu Berkunjung ke BB Padi

BPP Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu Berkunjung ke BB Padi

12.11.2019
BBPadi Media
255

BPP Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu Berkunjung ke BB Padi

12.11.2019
BBPadi Media
255

Selasa, (12/11/2019), Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) melalui Taman Sains dan Teknologi (TST) Padi menerima kunjungan kelompok tani dan Petugas Penyuluh Lapang (PPL) Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu. Koordinator Badan Penyuluh Pertanian (BPP), Main menjelaskan bahwa maksud dari kunjungan ini adalah sebagai media pembelajaran bagi kelompok tani dan PPL untuk mengetahui lebih detail mengenai  hasil-hasil penelitian, varietas-varietas unggul baru yang telah dihasilkan dan teknologi budidaya padi berikut diseminasinya.

Bertempat di Gedung Pelatihan Kawasan Taman Sains dan Teknologi Padi (TST), sebanyak kurang lebih 30 orang berdiskusi hangat dengan para narasumber yaitu Dr. Nafisah (peneliti bidang pemuliaan padi), Nurwulan Agustiani, M.Agr dan Swisci Margaret, M.Si (peneliti bidang budidaya padi). Inpari 32 menjadi topik diskusi hangat siang hari ini sebagai varietas popular di Sukagumiwang saat ini. Petani bahkan satu kata menyampaikan bahwa untuk pertanaman musim kemarau mereka hanya akan menanam Inpari 32 bukan yang lain. Namun menghadapi musim penghujan, para petani bersemangat berkunjung ke BBPadi untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai anjuran budidaya yang tepat.

Syarifuddin, salah satu peserta menyampaikan beberapa permasalahan yang dihadapi terkait varietas Inpari 32 yang rebah ketika musim penghujan dan “lemes” saat kekeringan. Menanggapi permasalahan tersebut, Nafisah menjelaskan bahwa Inpari 32 dirakit dengan tujuan menggantikan Ciherang dengan indukan yang digunakan salah satunya adalah Ciherang. Namun salah satu kelemahannya adalah batang yang kurang kokoh, di lain sisi malai/gabahnya banyak. Lebih lanjut Nafisah menjelaskan “batang Inpari 32 itu batangnya lunak, kecil dan internode panjang sehingga sangat memungkinkan rebah. Petani mohon memperhatikan musim dalam memilih varietas. Inpari 32 jangan ditanam saat MH.”

Nurwulan pun menambahkan bahwa pengelolaan budidaya terutama air dan hara tanaman sangat penting diperhatikan. Saat musim hujan, petani akan banyak memerlukan pengaturan air terutama drainase. Maka kerjasama antar anggota kelompok dan petani lain dalam hamparan wajib hukumnya untuk dilakukan. Sementara itu, pemberian pupuk yang tidak berlebihan menjadi faktor kunci lainnya untuk mengantisipasi kerebahan.

Diskusi semakin hangat dengan penyampaian materi mengenai berbagai varietas baru hasil rakitan BBPadi seperti Inpari 38, Inpari 39, Inpari 40, dan Inpari 41 untuk antisipasi kekeringan khususnya di sawah tadah hujan, dan varietas baru lainnya seperti Inpari Siliwangi dan Cakrabuana yang merupakan VUB hasil tinggi dengan ketahanan hama penyakit, serta pengenalan berbagai varietas fungsional seperti Inpari Nutrizinc, Baroma, dan sebagainya.

Main, koordinator BPP Sukagumiwang di akhir diskusi menyampaikan bahwa dia dan petani Sukagumiwang tidak sabar ingin berkunjung kembali terutama ke TST Padi di masa yang akan datang. Sesuai konsepnya, TST Padi yang akan menjadi pusat inovasi mengenai komoditas padi dari hulu hingga hilir sangat diharapkan oleh petani, seperti halnya para petani dari Sukagumiwang, Indramayu.

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini835
Hari Kemarin1089
Minggu ini8999
Bulan ini18808
Online saat ini
12

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi