Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Bimtek Petani Milenial Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara

Bimtek Petani Milenial Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara

19.09.2019
Suharna
170
Kabid KSPHP BBPadi Suprihanto (tengah) memberikan arahan dalam Bimtek Petani Milenial (Foto: BBPadi Media)
Kabid KSPHP BBPadi Suprihanto (tengah) memberikan arahan dalam Bimtek Petani Milenial (Foto: BBPadi Media)

Bimtek Petani Milenial Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara

19.09.2019
Suharna
170

Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2019 semakin fokus dengan program strategis peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) bidang pertanian dan menumbuhkan petani dari generasi milenial. Kementan menargetkan bisa mencetak 1juta petani muda yang diperkirakan tergabung dalam sekitar 40ribu kelompok tani milenial, meliputi sub sektor tanaman pangan, hortikultura, peternakan dan perkebunan.

Gerakan petani milenial diharapkan dapat mengubah pola pikir dan meningkatkan kapasitas seorang petani kearah yang lebih modern. Semangat milenial yang dianggap fasih mengadopsi teknologi dalam beragam aspek bisnis diprediksi akan membawa pembaruan dalam pembangunan pertanian kedepan.

Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki potensi cukup besar menumbuhkan petani milenial dan disiapkan menjadi lumbung-lumbung baru terutama pada sektor tanaman pangan komoditas tanaman padi. Dalam rangka mendukung program strategis tersebut, Badan Litbang Kemenerian Pertanian melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) bekerjasama dengan Balitbangtan BPTP Sulawesi Tenggara melaksanakan kegiatan bimbingan  teknis petani milenial Provisi Sulawesi Tenggara perdana dimulai dari Kabupaten Kolaka Timur.

Kegiatan Bimek dilaksanakan pada hari Rabu (18/09/2019) bertempat di Desa Wunggoloko, kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur yang diikuti peserta sebanyak 60 orang yang berasal dari petani penerima kegiatan program gerakan petani milenial.

Kegiatan dihadiri oleh Kepala BB Padi diwakili Kepala Bidang KsPHP, Kepala Balitbangtan BPTP Sultra diwakili Kepala Seksi KsPP, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Kab. Koltim, Kepala Desa Wunggulako, penyuluh dan peneliti.

Kepala Seksi KsPP Balitbangtan BPTP Sultra Dr. Abdul Wahab, SP, MP mengatakan salah satu tugas dari BPTP yaitu melaksanakan bimbingan teknis dan diseminasi hasil pengkajian teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi.

"Kementerian Pertanian pada tahun 2019 mempunyai program pendampingan petani milineal dengan tujuan untuk menumbuhkan generasi muda dalam peningkatan produktivitas dibidang pertanian menuju petani modern."

Kepala Bidang KsPHP BB Padi Dr. Suprihanto menyampaikan, bahwa kegiatan bimtek bertujuan untuk peningkatan SDM serta mendekatkan inovasi teknologi ke pelaku utama yaitu petani.

"Kegiatan ini lebih fokus pada inovasi teknologi perbenihan dan budidaya padi," kata Suprihanto

Sementara Itu Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Lasky Lemba, SP, M.Si dalam sambutanya menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi kepada Balitbangtan yg telah menempatkan kegiatan Bimtek Petani Milenial di Kab. Koltim

"Kab. Koltim memiliki sawah eksisting seluas 14.758 ha dan cetak sawah baru dengan luas 200 ha" ujar Lasky

"Petani merupakan pahlawan pangan karena selalu berusaha menjaga kestabilan pangan disuatu daerah. Harapannya dengan kegiatan ini peserta lebih mengetahui inovasi teknologi baru terhadap budidaya padi sehingga dapatkan meningkatkan produktivitasnya," lanjutnya
 
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi dari BB Padi. Materi terdiri dari pengenalan inovasi teknologi budidaya padi (Ir. Agus Guswara), pengendalian hama dan penyakit utama (Dr. Suprihanto) serta produksi dan sertifikasi benih (Mira Landep Widiastuti, M.Si).

Ir. Agus Guswara dalam materinya menyampaikan bahwa inovasi teknologi yang terpenting dalam upaya hasil produksi tinggi diantaranya adalah penggunaan varietas unggul baru hasil tinggi spesifik lokasi, penerapan pupuk spesifik lokasi, sistem pengairan, pengenalan OPT dengan SL-PHT dan teknologi budidaya lainnya.

Untuk memunculkan potensi yg dimiliki oleh suatu varietas padi, perlu didukung dengan penerapan teknologi budidaya yg didalamnya termasuk pengendalian hama dan penyakit padi. Kunci utama dalam pengendalian hama dan penyakit padi yang disampaikan oleh Dr. Suprihanto adalah dengan monitoring keberadaan hama penyakit sejak dini, penggunaan varietas tahan, dan memanipulasi kondisi lingkungan agar tidak mendukung perkembangan opt tsb. Agar kondisi lingkungan tidak sesuai utk perkembangan opt,  antara lain dpt dilakukan dengan pengaturan jarak tanam, pengairan berselang untuk mengurangi kelembaban di pertanaman. Selain itu penggunaan pupuk khususnya N sesuai kebutuhan tanaman karena pada prinsipnya hama dan penyakit padi sangat responsip dengan penggunaaan N berlebih.

Dalam materi produksi dan sertifikasi benih, Mira Landep Widiastuti, M.Si menyampaikan bahwa dengan latar belakang karakter petani milenial adalah mudah mengadopsi teknologi, adaptif dalam pemahaman teknologi digital maka diharapkan mereka mampu membuat benih secara mandiri bahkan mampu memproduksi benih bina yang bersertifikat. Benih mandiri lebih mudah dan tidak perlu dilakukan proses sertifikasi di Balai Pengawasan Dan Sertifikasi Benih (BPSB) dibandingkan dengan Benih Bina bersertifikat.

Peserta sangat antusias mengikti kegiatan bimtek, hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada narasumber. Selain diskusi dan tanya jawab, Bimtek juga dikemas dengan kegiatan penyerahan benih inpari 43 kepada Dinas Tanaman Pangan dan Petrnakan Kab. Koltim, Kepala desa dan peserta bimtek. Inpari 43 mempunyai keunggulan tahan terhadap penyakit tunro, blas dan hawar daun dan potensi hasil 9.02 ton/ha.

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini291
Hari Kemarin1405
Minggu ini1696
Bulan ini26226
Total Pengunjung2698034
Online saat ini
13

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi