Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Bimtek Petani Milenial di Konawe Selatan

Bimtek Petani Milenial di Konawe Selatan

19.09.2019
Suharna
148

Bimtek Petani Milenial di Konawe Selatan

19.09.2019
Suharna
148

Balitbangtan Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) bekerjasama dengan Balitbangtan BPTP Sulawesi Tenggara menyelenggarakan Bimtek Petani Millenial, setelah sebelumnya sukses diadakan di Kabupaten Kolaka Timur.

Bimtek kedua diselenggarakan di Desa Cialam Jaya, Kecamatan Konda Kab. Konawe Selatan dengan peserta sebanyak 60 orang yang berasal dari petani penerima kegiatan program gerakan petani milenial. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk mencetak petani-petani muda baru dengan range umur 19-39 tahun dan memiliki antusiasme serta aksesibilitas terhadap teknologi yang memadai.

Kegiatan bimbingan teknis dihadiri oleh Dr. Suprihanto, Kabid KSPHP BB Padi mewakili Kepala BB Padi, Ir. Muh. Asaad, M.Sc, Kepala Balitbangtan BPTP Sulawesi Tenggara, Asmiyanto, STP, Kabid Hortikultura mewakili Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Kabupaten Konawe Selatan.

Bimtek dibuka oleh Kabid KSPHP mewakili Kepala BB Padi. “Petani milenial itu tidak harus yang masih muda, yang penting jiwanya milenial. Artinya petani yang selalu mau belajar demi kemajuan pertaniannya,” tutur Kabid KSPHP, Dr. Suprihanto pada kesempatan membuka Bimtek Petani Milenial: Inovasi Teknologi Perbenihan dan Budidaya Tanaman Padi, Kamis (19/09).

Selanjutnya Kepala Balitbangtan BPTP Sulawesi Tenggara, Ir. Muh. Asaad, M.Sc menyampaikan, petani milenial merupakan ujung tombak pertanian Indonesia kedepannya. Petani milenial diharapkan dapat mengedepankan teknologi pertanian dalam kegiatan usaha taninya agar lebih efisien dan efektif.

Kemudian Kabid Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Kabupaten Konawe Selatan, Asmiyanto, STP menyampaikan petani milenial diharapkan dapat mengakses teknologi dengan baik, sehingga informasi tentang perbenihan dan teknologi budidaya padi dapat diperoleh dan diterapkan secara langsung di lapangan.

"Saya berharap peserta bimtek dapat menjadi pengusaha yang menangkap peluang produk pertanian mulai dari hulu hingga ke hilir." ujar Asmiyanto.



Adapun materi yang disampaikan narasumber pada acara Bimtek meliputi Pengenalan Inovasi Teknologi Budidaya Padi yang disampaikan oleh Ir. Agus Guswara. Disampaikan bahwa perbaikan lahan dengan kotoran ternak dan pemberian jerami dapat memperbaiki sifat fisik kimia dan biologi tanah.

Selanjutnya materi tentang Pengendalian Hama dan Penyakit Utama Padi. Dr. Suprihanto menjelaskan tentang  pengendalian hama dan penyakit utama padi yg lebih ditekankan pada hama wereng coklat dan penyakit blas yang menjadi permasalahan paling utama di Konawe Selatan. Pengendalian wereng yg paling utama dengan menggunakan varietas tahan seperti Inpari 13, Inpari 19, dan Inpari 33. Monitoring keberadaan wereng harus dilakukan sejak awal. Selain itu pengaturan jarak tanam diperlukan untuk mengurangi kelembaban sehingga mengurangi perkembangan hama tersebut. Untuk mengendalikan penyakit virus yang ditularkannya, antara lain dengan menghilangkan sumber inokulum.

"Jadi ketika menemukan gejala harus dimusnahkan dengan dibenamkan. Sementara untuk mengendalikan penyakit blas, selain dengan varietas tahan juga dengan cara budidaya yang benar, termasuk jarak tanam yg tidak terlalu rapat, pengairan berselang, dan pemupukan sesuai kebutuhan tanaman". jelas Suprihanto.

Dalam materi produksi dan sertifikasi benih, Mira Landep Widiastuti, M.Si mengharapkan petani milenial di Desa Cialam Jaya, Kecamatan Konawe Selatan lebih cepat mengadopsi teknologi produksi dan sertifikasi benih yang dapat dikombinasikan dengan penggunaan mekanisasi pertanian baik untuk benih mandiri maupun benih bina bersertifikat.

Salah satu peserta, A. Sopari, Ketua gapoktan setempat, mengatakan dirinya sangat berterima kasih kepada Kementerian Pertanian yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini. “Selama ini petani tidak pernah diikutsertakan dalam kegiatan bimtek, hanya menerima bantuan dalam bentuk benih dan pupuk saja, tetapi Alhamdulillah dengan bimtek ini petani diikutsertakan dan diberikan materi tentang budidaya padi.” ujar A. Sopari.

Pada kesempatan Bimtek Petani Milenial, juga dikemas dengan kegiatan penyerahan benih Inpari 43 kepada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Kabupaten Konawe Selatan, Kepala desa dan peserta bimtek.

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini315
Hari Kemarin1405
Minggu ini1720
Bulan ini26250
Total Pengunjung2698058
Online saat ini
14

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi