Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Benih Adalah Kunci

Benih Adalah Kunci

18.05.2020
BBPadi Media
483
(Foto: BBPadi Media)
(Foto: BBPadi Media)

Benih Adalah Kunci

18.05.2020
BBPadi Media
483

Benih adalah tunas harapan, pertaruhan nasib untuk petani. Benih yang sehat dan bermutu menjadi tumpuan harapan untuk berproduksi baik pada saat panen nanti. Menjaga mutu benih menjadi tantangan untuk para produsen benih, terutama di tengah berlangsungnya pandemi korona atau Covid-19. Dengan tingkat pemahaman masyarakat yang beragam, terkadang berimbas pada kekhawatiran yang tidak berdasar, salah satunya korelasi antara pandemi dan kesehatan serta keamanan benih padi.

Lantas apa yang bisa kita sampaikan kepada masyarakat untuk meyakinkan bahwa benih padi tidak terpapar Covid-19?

Benih merupakan cikal bakal tanaman itu akan tumbuh agar bisa menghasilkan/berproduksi. Benih padi berbentuk bulir gabah yang dihasilkan dengan cara khusus dengan tujuan untuk disemai atau ditabur menjadi tanaman yang pada akhirnya akan tumbuh dan dapat menghasilkan untuk dipanen. Benih diproduksi dan dipelihara sedemikian rupa sehingga identitas dan tingkat kemurnian varietas dapat dipelihara, memenuhi standar mutu benih yang ditetapkan serta melalui proses sertifikasi sebagai Benih bermutu oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih.

Dr. Aris Hairmansis selaku Manajer Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) BB Padi menyatakan bahwa benih padi yg dihasilkan aman, bebas dari penyakit terbawa benih, dan bebas dari mikroorganisme yg membahayakan manusia seperti virus penyebab Covid-19.  Pihaknya memastikan mutu dan keamanan produk benih yang mereka hasilkan. Sebab UPBS BB Padi menerapkan protokol yang dianjurkan pemerintah. Karyawan yang bekerja diwajibkan menggunakan masker dan hand sanitizer, ada pula pembatasan akses ke area produksi, dan menerapkan physical distancing di seluruh area dan fasilitas produksi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Eropa (European CDC) menyarankan karantina 3 hari untuk memastikan sanitasi produk," dikutip dari infografis yang diunggah di akun Instagram resminya.

"Benih UPBS BB Padi memberlakukan karantina produk dalam jangka waktu tertentu (selama 1 minggu bahkan lebih),  hampir tiga kali lipat dari anjuran otoritas kesehatan dunia," kata Aris.

Diberitakan sebelumnya, untuk menekan penyebaran Covid-19, BB Padi mengharuskan pegawainya dan tim produksi benih untuk selalu mengikuti protokol kesehatan dari tim gugus tugas Covid-19. Adanya anggapan bahwa benih padi menularkan virus Covid-19 tidak beralasan karena penyakit ini penularannya antar manusia.  Namun jika melansir dari pemberitaan WHO dan pemberitaan beberapa sumber, bahwa jika virus menempel pada benda hanya akan bertahan 72 jam pada permukaan plastik dan besi baja, 4 jam pada tembaga, dan 24 jam pada kardus.

Proses untuk mendapatkan benih juga tidak instan, ada tahapan-tahapan yang perlu dilalui hingga memastikan bahwa suatu benih itu sehat dan layak tanam. Manajer UPBS dalam bincang-bincang melalui sambungan telepon dengan tegas mengatakan benih BB Padi aman dan sehat. Aman dalam arti stok tersedia dan sehat dalam arti bisa tumbuh dengan bagus dan tidak terpapar virus Covid-19. Pada tahap proses penjemuran hingga pengemasan telah dilakukan sesuai SOP dari Unit Pengelola Benih Sumber BB Padi.

 "Sebelum proses pengemasan, dilakukan penjemuran menggunakan mesin pengering maupun matahari, dilakukan lebih dari tiga hari. Kemudian processing hingga packing, sebagian besar menggunakan alat sehingga minim kontak dengan manusia,  dan perlu saya tambahkan juga sebagai informasi  bahwa semua pegawai UPBS dan yang menangani benih  telah melakukan rapid test, dan dinyatakan tidak reaktif (negatif), namun demikian dalam situasi seperti saat ini  untuk pemesanan benih saya sarankan  memesan melalui sistem transaksi online, tidak perlu datang langsung ke BB Padi. Kami siap melayani konsumen setiap saat", terangnya.

Lalu, apa yang masih menjadi pertanyaan kita? Jika produsen saja menjamin apakah kita akan terus bermain dengan opini. Dalam konteks ini kualitas kesehatan benih seharusnya tidak perlu dipertanyakan. Keraguan bahwa kesehatan benih bakal terpapar virus Covid-19 harus dihilangkan.

Itulah kondisi saat ini, jika kita semua ragu, tidak terbayangkankan, bagaimana jika masyarakat petani menjalani hidup tanpa padi. Mari kita sama-sama niatkan untuk bisa memenuhi kebutuhan pangan 267 juta jiwa penduduk Indonesia terpenuhi. Yakin bahwa jika kita menabur benih padi Insha Allah akan memanen padi bukan menuai suket teki. Badai corona belum berlalu, semoga saja segera ada kabar baik perang melawan virus corona segera berakhir dan kita sama-sama rayakan kemenangan itu. (Shr & tim)

Bagikan Konten

Hashtag

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini1162
Hari Kemarin1717
Minggu ini4539
Bulan ini4539
Online saat ini
17

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi