Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»BBPadi Bagi 1,7 Juta Kilogram Benih Padi Secara Gratis

BBPadi Bagi 1,7 Juta Kilogram Benih Padi Secara Gratis

19.12.2018
Super User
278

BBPadi Bagi 1,7 Juta Kilogram Benih Padi Secara Gratis

19.12.2018
Super User
278

Kementerian Pertanian menjadikan tahun 2018 sebagai Tahun Benih Nasional. Benih dan bibit unggul dari berbagai komoditas tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, bahkan ternak gencar diproduksi dan dibagikan kepada petani, peternak, dan stakeholder terkait diseluruh provinsi di Indonesia.

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian sebagai lembaga penelitian penghasil teknologi tanaman padi dan benih sumber mendapat mandat untuk memproduksi benih Varietas Unggul Baru (VUB) padi dalam skala  besar.

Sebanyak 1.700 ton atau 1,7 juta kilogram benih sumber berbagai VUB padi dengan kelas Benih Pokok (BP/stock seed=SS) berlabel ungu telah diproduksi.

Menurut Priatna Sasmita selaku Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi dalam wawancaranya mengatakan bahwa benih yang diproduksi pada tahun ini bisa segera dikembangkan dan mampu memenuhi kebutuhan benih dengan skala yang cukup luas di beberapa wilayah di Indonesia. 

“Dengan gerakan berbagi benih 1,7 juta kg pada hari ini, mudah-mudahan dapat memperderas dan membantu kemudahan ketersediaan benih di tingkat petani. Dengan demikian benih dapat segera dikembangkan menjadi benih sebar yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan benih untuk penangkaran seluas 68.000 hektar, dengan asumsi 1 hektar menggunakan 25 kg benih, kata Priatna saat wawancara dengan media, Rabu (19/12/2018).

BBPadi Bagi 1,7 Juta Kilogram Benih Padi Secara Gratis

Lebih lanjut Priatna Sasmita menyatakan bahwa kelas benih pokok berpotensi untuk dikembangkan menjadi kelas benih di bawahnya, yaitu benih sebar (BR/extension seed=ES) yang berlabel biru dan mampu mencukupi 50% dari luas tambah tanam diseluruh provinsi.

“Jika 1 hektar pertanaman produksi benih pokok menghasilkan benih sebar sebanyak 3 ton, maka diperkirakan dapat menyediakan 204.000 ton benih sebar atau dapat mencukupi kebutuhan  pertanaman produksi  seluas 8,1 juta hektar. Sampai saat ini, BB Padi sudah dan sedang mendistribusikan 700 ribu kilogram benih, sehingga stok yang didistribusikan bersamaan dengan kegiatan Temu Teknologi ini sejumlah 1 juta kilogram benih”, tambahnya.

Sementara itu Sri Wahyuni selaku Manajer Unit Poduksi Benih Sumber (UPBS) menjelaskan bahwa secara umum kebutuhan benih pada tahun ini dinilai mencukupi.

“UPBS mempunyai mandat memproduksi benih padi penjenis sebanyak 40-50 varietas dalam kurun waktu satu tahun tetapi dalam prakteknya kami harus memenuhi kebutuhan benih sebanyak 90-100 varietas. Tidak semua varietas diproduksi sampai tingkat kelas bawah dan hingga saat ini ketersediaan benih bisa tercukupi” jelas Sri Wahyuni.

Varietas unggul baru padi yang diproduksi BB Padi pada tahun 2018 ini terdiri dari Varietas Inpari 24 yang merupakan beras merah, Inpari 30 Ciherang Sub1, Inpari 32 HDB, Inpari 33, Inpari 34, Inpari 42 Agritan GSR, Inpari 43 Agritan GSR, dan Tarabas, untuk padi sawah irigasi. Sedangkan untuk padi gogo, diproduksi benih VUB Inpago 8, Inpago 9, Inpago 10, Situ Bagendit, Rindang 1, dan Rindang 2. Sementara itu, untuk agroekosistem rawa, diproduksi Inpara 2, Inpara 3, dan Inpara 8.

Kegiatan melaksanakan Temu Teknologi dan Bimbingan Teknis Perbenihan padi yang dilaksanakan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi dipenghujung tahun 2018, merupakan bagian dari pelaksanaan program Tahun Benih Nasional.

Hadir dalam acara tersebut perwakilan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, jajaran pejabat eselon III dan IV lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, serta  200 praktisi penangkar benih dari berbagai daerah se-Provinsi Jawa Barat.

Tujuan pelaksanaan Temu Teknologi yang diselenggarakan oleh BB Padi tersebut  yaitu untuk menjaring informasi terkait perbenihan padi, sekaligus sebagai wahana berbagi serta mendapatkan umpan balik dan testimoni para pengguna untuk para pemangku kebijakan dalam menemukan solusi dari permasalahan produksi benih di lapangan. Para peserta baik level nasional maupun regional berkesempatan untuk bersama-sama mendapatkan benih yang disediakan untuk dikembangkan di wilayahnya masing-masing. Mekanisme pendistribusian benih disesuaikan dengan permintaan yang diperkuat dengan data luasan penangkaran benih yang dikelola.

Bimbingan Teknis Perbenihan ditujukan kepada para praktisi lapang produksi benih. Peserta dibekali materi yang terkait dengan inovasi teknologi perpadian dari para narasumber Peneliti Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Materi-materi tersebut meliputi teknologi produksi dan sertifikasi benih padi, pengenalan varietas unggul baru padi, serta teknologi budidaya.

Sebagai wujud dan komitmen para penangkar turut mensukseskan Tahun Benih Nasional 2018, dilakukan penandatanganan MoU antara BB Padi dengan Penangkar mitra. MoU tersebut menyepakati kesediaan BB Padi dalam menyediakan Benih Sumber VUB Padi untuk ditangkarkan dan diperbanyak. Selain itu MoU juga menyepakati pendampingan dalam proses produksi. Kerjasama ini merupakan keberlanjutan dari kerjasama yang sudah berjalan beberapa tahun sebelumnya, mengingat benih sumber VUB Padi yang ditanam di Indonesia, mayoritas berasal dari BB Padi. (Harna/Tini).

Bagikan Konten

Varietas Unggul Baru Padi

    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      326/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      CRS1274
    • Asal Seleksi
      IR40750/OM1490
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 111 hari setelah semai
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 111 cm
    • Daun Bendera
      Tegak
    • Bentuk Gabah
      Panjang Ramping
    • Warna Gabah
      Kuning Bersih
    • Warna Beras
      Coklat Muda
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Pulen
    • Kadar Amilosa
      21,2 %
    • Berat 1000 Butir
      26,4 gram
    • Rata Rata Hasil
      7,4 ton/ha
    • Potensi Hasil
      10,7 ton/ha
    • Hama
      • Agak tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri strain III
      • Rentan hawar daun bakteri strain IV dan VIII
      • Tahan penyakit blas ras 033, 073, 133
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan sawah irigasi dataran rendah sampai ketinggian 600 mdpl

    • Pemulia
      • Satoto
      • Soedibyo TWU
      • Indrastuti Apri Rumanti
      • Yuni Widyastuti
      • Bayu P. Wibowo
    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      328/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      BP17280M-27D-SKI-1-3-IND-1
    • Asal Seleksi
      Iradiasi Sinar Gamma Co60 dosis 0,1 kGy terhadap Inpari 13
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 104 hari setelah semai
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 105 cm
    • Daun Bendera
      Tegak
    • Bentuk Gabah
      Panjang Ramping
    • Warna Gabah
      Kuning Bersih
    • Warna Beras
      Coklat Muda
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Sedang
    • Tekstur Nasi
      Pulen
    • Kadar Amilosa
      22,0 %
    • Berat 1000 Butir
      27,1 gram
    • Rata Rata Hasil
      7,5 ton/ha
    • Potensi Hasil
      10,2 ton/ha
    • Hama
      • Agak tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Agak tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri strain III
      • Rentan hawar daun bakteri strain IV dan VIII
      • Tahan penyakit blas ras 033, dan 173
      • Agak tahan penyakit tungro inokulum Purwakarta
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan sawah irigasi dataran rendah dan menengah sampai ketinggian 600 mdpl

    • Pemulia
      • M. Yamin Samaullah
      • Ali Imamuddin
      • Uan D. Sujanang
    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      330/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      B11592F-MR-23-2-2
    • Asal Seleksi
      IR60080-23/BP303
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 123 hari setelah semai
    • Bentuk Tanaman
      Agak Tegak
    • Tinggi Tanaman
      + 110 cm
    • Daun Bendera
      Agak Miring
    • Bentuk Gabah
      Sedang
    • Warna Gabah
      Kuning Bersih
    • Warna Beras
      Putih Kusam
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Sedang
    • Kadar Amilosa
      ± 24,3 %
    • Berat 1000 Butir
      ± 24,6 gram
    • Rata Rata Hasil
      4,6 ton/ha
    • Potensi Hasil
      6,9 ton/ha
    • Hama
      • Agak rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Tahan terhadap penyakit blas ras 073, 023
      • Agak tahan terhadap blas ras 001, 013, 033, 013, 173, 101
    • Cekaman Abiotik
      • Toleran terhadap kekeringan fase vegetatif
      • Toleran terhadap keracunan alumunium
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan kering didataran menengah dan dataran tinggi (700-1000 mdpl)

    • Pemulia
      • Aris Hairmansis
      • Suwarno
      • Supartopo
      • Yullianida
      • Angelita P. Lestari
    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      323/Kpts/TP.101/05/2018
    • Nomor Seleksi
      B14168E-MR-10
    • Asal Seleksi
      Jatiluhur/B10580E-KN-28-1-1
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 124 hari setelah semai
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 120 cm
    • Daun Bendera
      Agak Miring
    • Bentuk Gabah
      Sedang
    • Warna Gabah
      Kuning Bersih
    • Warna Beras
      Putih
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Pulen
    • Kadar Amilosa
      ± 21 %
    • Berat 1000 Butir
      ± 26,4 gram
    • Rata Rata Hasil
      4,8 ton /ha
    • Potensi Hasil
      6,4 ton/ha
    • Hama
      • Tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Tahan terhadap penyakit blas ras 013, 101
      • Agak tahan terhadap blas ras 041, 033, 023
    • Cekaman Abiotik
      • Toleran terhadap kekeringan fase vegetatif
      • Agak toleran terhadap keracunan aluminium
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan kering di dataran menengah dan dataran tinggi (700-1000 mdpl)

    • Pemulia
      • Aris Hairmansis
      • Suwarno
      • Supartopo
      • Yullianida
      • Rini Hermanasari
    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      324/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      TDK1-Sub1-MR-1-2(IR07F289)
    • Asal Seleksi
      Introduksi dari IRRI (TDKI/IR40931//3*TDK1)
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 121 hari
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 105 cm
    • Daun Bendera
      Tegak
    • Bentuk Gabah
      Ramping
    • Warna Gabah
      Kuning Jerami
    • Warna Beras
      Coklat Muda
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Ketan
    • Kadar Amilosa
      3,8 %
    • Berat 1000 Butir
      ± 28,8 gram
    • Rata Rata Hasil
      4,9 ton/ha
    • Potensi Hasil
      6,7 ton/ha
    • Hama
      • Agak rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Agak tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri patotipe III pada fase vegetatif
      • Tahan terhadap penyakit HDB patotipe II pada generatif
      • Agak rentan HDB patotipe IV dan VIII
      • Tahan terhadap penyakit blas ras 001, 041, 061, 133
      • Agak tahan ras 033, 003, 073, 213
      • Rentan ras 173 dan 211
      • Rentan terhadap penyakit tungro
    • Cekaman Abiotik
      • Agak toleran terhadap keracunan Fe
      • Agak toleran terhadap cekaman salinitas fase vegetatif
      • Agak toleran genangan pada fase vegetatif
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan rawa pasang surut dan lebak

    • Pemulia
      • D. J. Mackill
      • A.M. Pamplona
      • E.M. Septiningsih
      • Indrastuti A. Rumanti
      • Rina Hapsari Wening
      • Suwarno
      • Supartopo
      • Yudisthira Nugroho
    • Tahun Dilepas
      2018
    • SK Menteri Pertanian
      325/Kpts/TP.010/05/2018
    • Nomor Seleksi
      B13100-2-MR-3-KY-3
    • Asal Seleksi
      Pokhali/Conde//B11578E-MR-B-17-/IUf5-10
    • Golongan
      Cere
    • Umur Tanaman
      ± 126 hari
    • Bentuk Tanaman
      Tegak
    • Tinggi Tanaman
      ± 101 cm
    • Daun Bendera
      Tegak
    • Bentuk Gabah
      Ramping
    • Warna Gabah
      Kuning Bersih
    • Warna Beras
      Coklat Muda
    • Kerontokan
      Sedang
    • Kerebahan
      Tahan
    • Tekstur Nasi
      Sedang
    • Kadar Amilosa
      24,9 %
    • Berat 1000 Butir
      ± 26,3 gram
    • Rata Rata Hasil
      5,0 ton/ha
    • Potensi Hasil
      6,8 ton/ha
    • Hama
      • Agak rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3
    • Penyakit
      • Agak tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri patotipe III dan VII
      • Agak rentan patotipe IV dan VIII
      • Rentan terhadap penyakit tungro
      • Tahan terhadap penyakit blas ras 001, 041
      • Agak tahan ras 003, 073, 133, 173
      • Rentan ras 033, 061, 211, dan 213.
    • Cekaman Abiotik
      • Toleran terhadap keracunan Fe
    • Anjuran Tanam

      Baik ditanam pada lahan rawa pasang surut dan lebak

    • Pemulia
      • Indrastuti A. Rumanti
      • Aris Hairmansis
      • Rina Hapsari Wening
      • Suwarno
      • Supartopo

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini1418
Hari Kemarin2104
Minggu ini5561
Bulan ini30515
Total Pengunjung2097573
Online saat ini
25

© 2018. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi