Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»BBPadi Bagi 1,7 Juta Kilogram Benih Padi Secara Gratis

BBPadi Bagi 1,7 Juta Kilogram Benih Padi Secara Gratis

19.12.2018
Super User
835

BBPadi Bagi 1,7 Juta Kilogram Benih Padi Secara Gratis

19.12.2018
Super User
835

Kementerian Pertanian menjadikan tahun 2018 sebagai Tahun Benih Nasional. Benih dan bibit unggul dari berbagai komoditas tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, bahkan ternak gencar diproduksi dan dibagikan kepada petani, peternak, dan stakeholder terkait diseluruh provinsi di Indonesia.

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian sebagai lembaga penelitian penghasil teknologi tanaman padi dan benih sumber mendapat mandat untuk memproduksi benih Varietas Unggul Baru (VUB) padi dalam skala  besar.

Sebanyak 1.700 ton atau 1,7 juta kilogram benih sumber berbagai VUB padi dengan kelas Benih Pokok (BP/stock seed=SS) berlabel ungu telah diproduksi.

Menurut Priatna Sasmita selaku Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi dalam wawancaranya mengatakan bahwa benih yang diproduksi pada tahun ini bisa segera dikembangkan dan mampu memenuhi kebutuhan benih dengan skala yang cukup luas di beberapa wilayah di Indonesia. 

“Dengan gerakan berbagi benih 1,7 juta kg pada hari ini, mudah-mudahan dapat memperderas dan membantu kemudahan ketersediaan benih di tingkat petani. Dengan demikian benih dapat segera dikembangkan menjadi benih sebar yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan benih untuk penangkaran seluas 68.000 hektar, dengan asumsi 1 hektar menggunakan 25 kg benih, kata Priatna saat wawancara dengan media, Rabu (19/12/2018).

BBPadi Bagi 1,7 Juta Kilogram Benih Padi Secara Gratis

Lebih lanjut Priatna Sasmita menyatakan bahwa kelas benih pokok berpotensi untuk dikembangkan menjadi kelas benih di bawahnya, yaitu benih sebar (BR/extension seed=ES) yang berlabel biru dan mampu mencukupi 50% dari luas tambah tanam diseluruh provinsi.

“Jika 1 hektar pertanaman produksi benih pokok menghasilkan benih sebar sebanyak 3 ton, maka diperkirakan dapat menyediakan 204.000 ton benih sebar atau dapat mencukupi kebutuhan  pertanaman produksi  seluas 8,1 juta hektar. Sampai saat ini, BB Padi sudah dan sedang mendistribusikan 700 ribu kilogram benih, sehingga stok yang didistribusikan bersamaan dengan kegiatan Temu Teknologi ini sejumlah 1 juta kilogram benih”, tambahnya.

Sementara itu Sri Wahyuni selaku Manajer Unit Poduksi Benih Sumber (UPBS) menjelaskan bahwa secara umum kebutuhan benih pada tahun ini dinilai mencukupi.

“UPBS mempunyai mandat memproduksi benih padi penjenis sebanyak 40-50 varietas dalam kurun waktu satu tahun tetapi dalam prakteknya kami harus memenuhi kebutuhan benih sebanyak 90-100 varietas. Tidak semua varietas diproduksi sampai tingkat kelas bawah dan hingga saat ini ketersediaan benih bisa tercukupi” jelas Sri Wahyuni.

Varietas unggul baru padi yang diproduksi BB Padi pada tahun 2018 ini terdiri dari Varietas Inpari 24 yang merupakan beras merah, Inpari 30 Ciherang Sub1, Inpari 32 HDB, Inpari 33, Inpari 34, Inpari 42 Agritan GSR, Inpari 43 Agritan GSR, dan Tarabas, untuk padi sawah irigasi. Sedangkan untuk padi gogo, diproduksi benih VUB Inpago 8, Inpago 9, Inpago 10, Situ Bagendit, Rindang 1, dan Rindang 2. Sementara itu, untuk agroekosistem rawa, diproduksi Inpara 2, Inpara 3, dan Inpara 8.

Kegiatan melaksanakan Temu Teknologi dan Bimbingan Teknis Perbenihan padi yang dilaksanakan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi dipenghujung tahun 2018, merupakan bagian dari pelaksanaan program Tahun Benih Nasional.

Hadir dalam acara tersebut perwakilan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, jajaran pejabat eselon III dan IV lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, serta  200 praktisi penangkar benih dari berbagai daerah se-Provinsi Jawa Barat.

Tujuan pelaksanaan Temu Teknologi yang diselenggarakan oleh BB Padi tersebut  yaitu untuk menjaring informasi terkait perbenihan padi, sekaligus sebagai wahana berbagi serta mendapatkan umpan balik dan testimoni para pengguna untuk para pemangku kebijakan dalam menemukan solusi dari permasalahan produksi benih di lapangan. Para peserta baik level nasional maupun regional berkesempatan untuk bersama-sama mendapatkan benih yang disediakan untuk dikembangkan di wilayahnya masing-masing. Mekanisme pendistribusian benih disesuaikan dengan permintaan yang diperkuat dengan data luasan penangkaran benih yang dikelola.

Bimbingan Teknis Perbenihan ditujukan kepada para praktisi lapang produksi benih. Peserta dibekali materi yang terkait dengan inovasi teknologi perpadian dari para narasumber Peneliti Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Materi-materi tersebut meliputi teknologi produksi dan sertifikasi benih padi, pengenalan varietas unggul baru padi, serta teknologi budidaya.

Sebagai wujud dan komitmen para penangkar turut mensukseskan Tahun Benih Nasional 2018, dilakukan penandatanganan MoU antara BB Padi dengan Penangkar mitra. MoU tersebut menyepakati kesediaan BB Padi dalam menyediakan Benih Sumber VUB Padi untuk ditangkarkan dan diperbanyak. Selain itu MoU juga menyepakati pendampingan dalam proses produksi. Kerjasama ini merupakan keberlanjutan dari kerjasama yang sudah berjalan beberapa tahun sebelumnya, mengingat benih sumber VUB Padi yang ditanam di Indonesia, mayoritas berasal dari BB Padi. (Harna/Tini).

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini167
Hari Kemarin1629
Minggu ini1796
Bulan ini36201
Total Pengunjung2708009
Online saat ini
5

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi