Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»BB Padi Siap Mendukung Program Food Estate di Kalimantan Tengah

BB Padi Siap Mendukung Program Food Estate di Kalimantan Tengah

13.07.2020
BBPadi Media
219

BB Padi Siap Mendukung Program Food Estate di Kalimantan Tengah

13.07.2020
BBPadi Media
219

Indonesia terus berupaya untuk menjadi negara mandiri dalam pemenuhan kebutuhan pangannya. Tekanan terhadap produksi nasional diantaranya adalah berkurangnya lahan pertanian terutama di daerah Jawa akibat konversi lahan yang tidak berhubungan dengan pertanian. Salah satu solusi pemenuhan pangan adalah dengan mengintensifkan lahan yang ada melalui program pengembangan Food Estate di Kalimantan Tengah, yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo saat kungjungan beliu ke Kecamantan Dadahap Kabupaten Kapuas dan Kecamatan Siam Belanti Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah (09/07/2020). 

Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo yang datang bersama rombongan presiden ke lokasi memberikan arahan agar disiapkan lahan di sekitar lokasi Belanti seluas minimal 10.000 ha untuk dijadikan Food Estate dan siap ditanami pada bulan Oktober 2020. Sementara itu, lokasi lahan di Dadahup yang dinyatakan belum siap sepenuhnya pada tahun ini, tetapi akan mulai dikembangkan agar berproduksi maksimal pada tahun 2021. Lebih lanjut Pak Menteri memberi arahan agar lahan seluas 28.320 ha di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas dipersiapkan pada musim tanam bulan Oktober 2020.

Kawasan Belanti dibuka pada tahun 1980an adalah lahan rawa pasang surut dengan tanah sulfat masam dan tipe luapan B. Setelah hampir 40 tahun direklamasi, saat ini lahan rawa yang sebelumnya berupa lahan terdegradasi di Belanti perlahan menjadi lahan yang subur. Hal ini dibuktikan dengan hamparan sawah yang subur mirip di Kerawang. Tanaman padi varietas unggul baru, bahkan padi hibrida, menunjukkan performa pertumbuhan yang menakjubkan. Varietas Inpari 30, Inpari 42 dan HIPA 19 merupakan varietas yang ditanam petani di sana.  

Lokasi lainnya yang menjadi kawasan Food estate adalah Tamban Catur Kabupaten Kapuas kondisinya hampir sama dengan lokasi di Belanti. Kondisi eksisting saat ini, lahan ditanami padi padi varietas unggul baru, padi lokal Siam dan padi hibrida. Namun, preferensi petani saat ini untuk tanaman MK-1 lebih condong pada varietas lokal Siam karena lebih toleran terhadap kondisi kemasaman tinggi dan tahan terhadap keracunan besi. Permasalahan utama yang masih perlu dibenahi adalah masalah sosio kultur seperti kekompakan petani dan menumbuhkan motivasi untuk bertanam di bulan Oktober – Maret atau pertanaman MH.

BBPadi sebagai penyedia teknologi padi telah melakukan koordinasi dengan Satker Balitbangtan lainnya yaitu BBSDLP, Balitra, PSEKP, Puslitbangbun dan BBMektan untuk mesukseskan program Demfarm Balitbangtan di lokasi Food Estate seluas 1.000 ha di masing-masing kawasan yaitu Belanti dan Tamban Catur. Tim telah melakukan survey pendahuluan untuk melihat kebutuhan teknologi yang diperlukan untuk meningkatkan produktivitas di lokasi Food Estate (08/07/2020). Dukungan benih unggul yang adaptif di lokasi rawa, teknologi dan tim pendampingan akan disiapkan oleh BBPadi. Pada tahun 2020 ini, BBPadi juga akan melakukan kajian penelitian teknologi padi rawa meliputi teknologi budidaya, perakitan varietas dan rekayasa sosial yang pembiayaannya telah disetujui oleh Kementrian Ristek dan BRIN melalui pembiayaan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). (YN)

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini1631
Hari Kemarin1845
Minggu ini7112
Bulan ini10024
Online saat ini
16

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi