Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»BB Padi Menjawab Tantangan Pertanian di Era Perubahan Iklim Global

BB Padi Menjawab Tantangan Pertanian di Era Perubahan Iklim Global

21.11.2019
BBPadi Media
266
Foto: Ilustrasi kekeringan di lahan sawah menjadi salah satu dampak perubahan iklim global yang mengancam produksi padi
Foto: Ilustrasi kekeringan di lahan sawah menjadi salah satu dampak perubahan iklim global yang mengancam produksi padi

BB Padi Menjawab Tantangan Pertanian di Era Perubahan Iklim Global

21.11.2019
BBPadi Media
266

Produksi beras saat ini dan di masa mendatang sangat dipengaruhi oleh fenomena perubahan iklim global. Musim kemarau yang semakin panjang meningkatkan frekuensi kejadian kekeringan ekstrim di berbagai wilayah. Sebaliknya pada musim hujan, tingginya curah hujan di beberapa wilayah menyebabkan banjir yang dapat mengancam produksi padi.

Dampak lain dari perubahan iklim adalah peningkatan suhu udara serta kenaikan permukaan air laut yang dapat menyebabkan penurunan hasil padi. Upaya mengantisipasi dampak perubahan iklim global, peneliti di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi telah mengembangkan beberapa riset dengan target mendapatkan inovasi teknologi adaptasi dan mitigasi yang dapat dimanfaatkan oleh petani.

Beberapa hasil riset dari peneliti BBPadi terkait hal di atas, telah dipaparkan dalam International Conference on Climate Change ke 4 yang dilaksanakan di Universitas Gajah Mada Yogyakarta pada 18-19 November 2019. Pertemuan ilmiah yang bertajuk “Climate change: the risk to sustainability and environmental issue” tersebut merupakan hasil kolaborasi Universitas Sebelas Maret, Universitas Gajah Mada, dan Universitas Gifu Jepang.

Empat peneliti BB Padi hadir pada acara tersebut bersama peneliti dari Jepang, Australia, dan beberapa negara Asia lain. Salah satu peneliti BB Padi, Dr. Untung Susanto, menyampaikan bahwa BB Padi saat ini sedang mengembangkan padi yang tahan terhadap suhu tinggi (heat stress). Jenis padi ini akan sangat bermanfaat di wilayah yang suhu rata-ratanya mencapai 35oC karena padi biasa akan gagal berproduksi dengan baik.

Dua peneliti BB Padi yang menggeluti padi rawa, Dr. Indrastuti A Rumanti dan Dr. Angelita Puji Lestari mengemukakan bahwa perubahan iklim global menyebabkan berkurangnya lahan-lahan subur sehingga diperlukan alternatif lahan potensial lain untuk produksi padi seperti lahan rawa. BB Padi telah menghasilkan bibit padi baru yang mampu beradaptasi dengan baik di daerah rawa. Bahkan beberapa diantaranya dapat tumbuh pada kondisi genangan dalam jangka waktu lama.

Dalam sesi presentasi yang lain, peneliti BB Padi, Dr. Aris Hairmansis memperkenalkan teknik yang dikembangkan untuk mendapatkan bibit padi toleran terhadap kekeringan. Dari penelitian tersebut telah dihasilkan beberapa bibit padi unggul yang lebih tahan terhadap kekeringan sehingga petani bisa lebih aman menanam padi pada kondisi iklim yang semakin tidak menentu.

Selain membahas berbagai isu pertanian dan iklim, konferensi internasional yang digelar secara berkala sejak tahun 2016 ini juga mengangkat berbagai tema lain seperti lingkungan hidup, air dan tanah yang sangat rentan terhadap pengaruh perubahan iklim. Peran serta berbagai disiplin ilmu sangat dibutuhkan untuk keberlanjutan produksi beras di masa mendatang menghadapi perubahan iklim global.(AH)

Bagikan Konten

Hashtag

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini914
Hari Kemarin1089
Minggu ini9078
Bulan ini18887
Online saat ini
15

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi