Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»Antisipasi Kekeringan ini Langkah Balitbangtan

Antisipasi Kekeringan ini Langkah Balitbangtan

10.07.2015
BBPadi
7892

Antisipasi Kekeringan ini Langkah Balitbangtan

10.07.2015
BBPadi
7892

Menghadapi datangnya musim kemarau, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian menyusun dan menetapkan berbagai strategi antisipasi dampak keragaman dan perubahan iklim, salah satu strateginya adalah untuk menghadapi dampak perubahan iklim yang bersifat langsung seperti kekeringan pada tanaman padi.

Untuk menghadapai masalah tersebut, Balitbangtan Kementerian Pertanian telah menyiapkan dan menyediakan varietas unggul baru padi lahan kering, berdaya hasil tinggi dan toleran kekeringan sesuai dengan karakteristiknya.  Hal tersebut ditegaskan Kepala Balitbangtan Dr. M. Syakir saat jumpa pers dengan berbagi media di kantornya, Pasar Minggu, Jakarta, Kamis 9 Juli 2015.

Karakteristik beberapa varietas unggul tersebut adalah: umur genjah, tahan dan adaptif terhadap kekeringan dan dapat bertahan pada dua kondisi iklim yang berbeda yaitu lahan kering dan lahan genangan (Amfibi).  Varietas-varietas tersebut adalah: Limboto, Batutegi, Towuti, Situ Patenggang, Situ Bagendit, Inpari 10 Laeya, Inpago 4, Inpago 5, Inpago 6, Inpago 7 Inpago 8, dan Inpago 9.

Kedua belas varietas unggul amfibi tersebut mampu bertahan pada kondisi kering sebagaimana halnya pagi gogo (ladang) dengan potensial air tanah (pF) sampai 2,90 dan juga mampu bertahan dan berproduksi baik pada kondisi tergenang sebagaimana padi sawah, terutama pada musim kemarau atau kondisi iklim yang kurang menentu. Sebagai contoh, varietas  Situ Bagendit dan Inpago yang merupakan varietas pagi gogo/lahan kering, namun mampu beradaptasi dengan baik pada kondisi tergenang pada lahan sawah. Sebaliknya, Inpari 10 Laeya yang merupakan padi sawah irigasi, mampu beradaptasi baik pada kondisi kekeringan dilahan sawah dan juga beradaptasi baik pada lahan tadah hujan dan gogo.

Hingga pertengahan tahun 2015 ini Balitbangtan telah mendistribusikan benih sumber padi gogo sebanyak 526,2 ton ke berbagai wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sumatera Selatan.

Langkah-langkah seperti penyiapan varietas toleran kekeringan dan genangan(banjir) melalui idenfikasi plasma nutfah dan galur-galur harapan, hingga perakitan dan pengujian padi toleran/tahan terhadap cekaman kekeringan, rendaman, salinitas dan organisme pengganggu Tanaman (OPT) serta teknik budidaya merupakan langkah utama dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

 

 

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini147
Hari Kemarin1270
Minggu ini2487
Bulan ini15952
Total Pengunjung2456514
Online saat ini
2

© 2018. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi