Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Kementerian Pertanian

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
Anda berada disini:Beranda»Info & Berita»Berita»35 Ton Benih Unggul Padi diserahkan kepada Petani Gapoktan dan Poktan di Kabupaten Kuningan

35 Ton Benih Unggul Padi diserahkan kepada Petani Gapoktan dan Poktan di Kabupaten Kuningan

10.01.2019
Pipit
715

35 Ton Benih Unggul Padi diserahkan kepada Petani Gapoktan dan Poktan di Kabupaten Kuningan

10.01.2019
Pipit
715

Kementerian Pertanian menjadikan tahun 2018 sebagai tahun benih nasional. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian sebagai lembaga penelitian penghasil teknologi tanaman padi dan benih sumber mendapat mandat untuk memproduksi benih Varietas Unggul Baru (VUB) kelas benih pokok (BP/stock seed) label ungu dalam skala  besar yaitu 1.700 ton.

Kebun Percobaan (KP) Kuningan yang bernaung dibawah Balai Besar Penelitian Tanaman Padi berkewajiban turut mendiseminasikan hasil-hasil penelitian termasuk penyebaran benih Varietas Unggul Baru (VUB) padi.

Pada awal tahun 2019 Kebun Percobaan Kuningan, memberikan bantuan benih kepada Poktan dan atau petani di Kabupaten Kuningan yang jumlahnya mencapai 35 ton terdiri dari Inpari 30 Ciherang Sub-1 sebanyak 10 ton, Inpari 32 10 ton, Inpari 33 8 ton dan Inpari 43 Agritan GSR 7 ton. (7/1/2019).

Koordinator Kebun Percobaan Kuningan Idrus Hasmi SP, menyatakan bahwa bantuan benih ini  sekaligus untuk memenuhi kebutuhan benih dibeberapa wilayah di Kabupaten Kuningan sekaligus untuk mendorong adopsi penggunakan  VUB terbaru yang adaptif.

"Hingga saat ini petani di Kuningan sebagian besar masih menggunakan VUB lama seperti Ciherang dan Mekonggo, padahal dari beberapa aspek ketahanannya terhadan OPT khususnya penyakit (blas dan kresek), sementara varietas-varietas tersebut sudah mulai berkurang. Untuk itu dengan adanya pergantian VUB diharapkan pertumbuhan tanaman dan produktivitas bisa lebih baik, kata  Idrus.

Ia menambahkan bahwa keunggulan Inpari 30 Ciherang Sub-1, adalah mempunyai ketahanan terhadap rendaman pada seluruh fase vegetatif selama 15 hari sehingga cocok untuk ditanam di sawah irigasi didaerah luapan sungai, cekungan dan rawan banjir.  Kemudian Keunggulan dari Inpari 32 HDB adalah mempunyai tingkat ketahanan terhadap penyakit hawar daun bakteri (HDB) dan Keunggulan Inpari 33 adalah tahan terhadap hama wereng batang coklat, tambahnya didepan Ir. H Dodi Nuurachmattudin, MP selaku Kepala Dinas Pertanian Kab. Kuningan beserta jajarannya di Kebun Percobaan Kuningan BB Padi.

Sementara itu saat acara serah terima benih H. Dodi dalam sambutannya menyampaikan terimakasih yg sebesar-besarnya atas bantuannya kepada BB Padi sebagai lembaga Litbang pertanian yg telah menjalankan tusinya dengan baik dan siap bekerjasama dalam mensukseskan program pembangunan pertanian di Kabupaten Kuningan khususnya komoditas tanaman padi.

Bagikan Konten

Hashtag

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini542
Hari Kemarin1105
Minggu ini1647
Bulan ini17031
Total Pengunjung2626034
Online saat ini
10

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi