BBPadi

ICRR

Indonesian Center for Rice Research

IAARD - Ministry of Agriculture

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
You are here:Beranda»Info & Berita»Berita»Sembilan Provinsi Siap Kembangkan Inpari IR Nutri Zinc

Sembilan Provinsi Siap Kembangkan Inpari IR Nutri Zinc

Wednesday, 10 June 2020
Written by BBPadi Media
849

Sembilan Provinsi Siap Kembangkan Inpari IR Nutri Zinc

Wednesday, 10 June 2020
Written by BBPadi Media
849

Stunting menjadi prioritas nasional untuk ditangani karena terkait kualitas SDM generasi penerus bangsa. Badan Litbang Pertanian melalui BB Padi telah menghasilkan VUB padi biofortifikasi Inpari IR Nutri Zinc yang memiliki kandungan Zn 6% lebih tinggi daripada Ciherang dan diharapkan dapat turut berperan untuk mengatasi kekurangan gizi Zn stunting di Indonesia yang prevalensinya relatif tinggi.

Diluncurkan sejak 2019, Inpari IR Nutri Zinc ditujukan sebagai produk biofortifikasi dan menjadi salah satu komponen dalam program prioritas nasional untuk mengatasi stunting. Menurut Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/6), varietas ini ditargetkan untuk ditanam seluas 10.000 ha di 9 propinsi pada tahun 2020.

“Terkait dengan hal ini, BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian -red) dan Dinas Pertanian terkait di 9 propinsi, tengah melakukan produksi benih Inpari IR Nutri Zinc untuk memenuhi kebutuhan di daerahnya masing-masing.” Terangnya. Kesembilan provinsi tersebut yaitu Riau, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, Maluku, dan Papua.

Produksi benih mutlak diperlukan untuk memasifkan penanaman varietas tersebut. Pada tahun 2020, produksi Benih Penjenis, Benih Dasar, Benih Pokok tengah diinisiasi oleh Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) berkoordinasi dengan Direktorat Serealia sebagai upaya untuk menyediakan benih Inpari IR Nutri Zinc bagi petani di berbagai daerah.

“Selanjutnya varietas Inpari IR Nutri ZInc mulai pula ditanam oleh petani atau kelompok tani terpilih di kesembilan propinsi tersebut dengan pengawalan dari dinas pertanian kabupaten, propinsi, dan Direktorat Serealia Kementerian Pertanian.” Lanjut Fadjry.

Program penanaman varietas Inpari IR Nutri Zinc direncanakan meningkat secara bertahap menjadi seluas 50.000 ha pada tahun 2021 dan 200.000 ha pada tahun 2024 dengan melibatkan lebih banyak propinsi target. Bappenas, Kementerian Pertanian, Pemerintah Daerah, Bulog, dan pihak-pihak lain diharapkan semakin dapat bersinergi mensukseskan program tersebut.

Sinergi tersebut telah nampak di beberapa daerah di Jawa Barat yang telah menanam Inpari IR Nutri Zinc dan hasilnya diserap oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) melalui Program Beras untuk Keluarga Sejahtera (Rastra). Selain itu program sosial melalui pembagian beras Inpari IR Nutri Zinc untuk ibu-ibu hamil juga telah dilakukan di Kabupaten Sukabumi. Kabupaten Purwakarta juga melakukan pembagian beras Inpari IR Nutri Zinc ini untuk masyarakat terdampak Covid-19.

Sebagai bentuk pendampingan, pada bulan Mei, BB Padi menyelenggarakan bimbingan teknis secara daring mengenai Inpari IR Nutri Zinc dari mulai proses perakitan sampai dengan teknik budidayanya yang melibatkan hampir 200 peserta baik dari 9 provinsi target maupun di luarnya dengan latar belakang beragam mulai dari petani, penyuluh, dan penangkar benih.

Kepala BB Padi Priatna Sasmita menambahkan bahwa benih varietas Inpari IR Nutri Zinc sebenarnya telah tersebar luas ke berbagai daerah di Indonesia seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Banten, DKI Jakarta, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur. “Sebanyak 33 BPTP (Badan Pengkajian Teknologi Pertanian) telah memproduksi benih Inpari IR Nutri Zinc untuk mempercepat diseminasi dan adopsi varietas tersebut di setiap propinsi.” Lanjutnya.

Menurut Priatna, produksi benih tersebut sekaligus merupakan demplot pengenalan varietas kepada para pengguna di tiap propinsinya. Permintaan benih terus berdatangan dari berbagai daerah, menandakan antusiasme petani, produsen benih, hingga jajaran pemerintah daerah untuk memanfaatkan inovasi teknologi Badan Litbang Pertanian tersebut.

Priatna meminta peran pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian dan dinas lain yang terkait, Muspika, Kepala Desa, serta BPP dengan segenap jajarannya untuk memperkenalkan varietas Inpari IR Nutri Zinc. “Kegiatan berupa demplot-demplot dan temu lapang dan disinergikan dengan program-program terkait di daerah masing-masing dapat dijadikan model untuk diterapkan secara nasional.” tutupnya.

Bagikan Konten

Tagged under

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini1597
Hari Kemarin1845
Minggu ini7078
Bulan ini9990
Online saat ini
14

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi