BBPadi

ICRR

Indonesian Center for Rice Research

IAARD - Ministry of Agriculture

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
You are here:Beranda»Info & Berita»Berita»Selain Membahas Teknologi Pengendalian WBC, Bimtek Menyinggung Soal Kecukupan Beras

Selain Membahas Teknologi Pengendalian WBC, Bimtek Menyinggung Soal Kecukupan Beras

Friday, 08 May 2020
Written by BBPadi Media
471

Selain Membahas Teknologi Pengendalian WBC, Bimtek Menyinggung Soal Kecukupan Beras

Friday, 08 May 2020
Written by BBPadi Media
471

Bimbingan teknis (bimtek) secara virtual melalui video conference tentang teknologi pengendalian hama Wereng Batang Coklat (WBC) yang diselenggarakan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), di Sukamandi, Subang (8/05/2020) berlangsung optimal meski dalam masa pandemi Covid-19.

Bimtek diikuti 91 peserta dengan beragam latar belakang dari berbagai provinsi di Indonesia. Seperti  peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI),  perguruan tinggi, pengkaji BPTP, penangkar benih, penyuluh, dan petani. Dengan demikian, inovasi teknologi yang telah dihasilkan diharapkan dapat tersebar luas ke berbagai kalangan pengguna baik petani dan kelompok tani, petugas lapang, penentu kebijakan serta masyarakan umum    

Kepala BB Padi Dr. Priatna Samita menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta untuk mengikuti kegiatan bimtek secara virtual. Selain itu, dalam sambutannya Dr. Priatna Sasmita menyampaikan beberapa hal prinsip terkait tema dan isu kecukupan pangan khususnya kebutuhan beras di Indonesia.

"Topik bimtek kali ini sangat penting untuk kita angkat karena produksi padi kita masih sebagian besar diperoleh dari lahan sawah irigasi. Sebagai catatan untuk kita semua  kecukupan pangan (beras 2020) untuk 267 juta jiwa  bergantung pada pencapaian. Kita hitung kalau 267 juta jiwa dengan konsumsi per capita  114 kg/Cpt berarti keperluan beras Indonesia sebanyak 267 jt x 114 = 30,44 juta ton", tegas Priatna

Kegiatan bimtek ini merupakan agenda kegiatan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui BB Padi yang merupakan PUI IPTEK Padi  dan Taman Sains Teknologi  sebagai bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi balai besar dalam melakukan penelitian dan diseminasi. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini peserta banyak mendapatkan info dan perkembangan tentang cara/teknik pengendalian WBC khususnya untuk lahan irigasi.

"Saya Senang bapak Ibu semua sebagai pahlawan pangan tetap semangat untuk mengamankan sumber pangan utama padi dan selalu memantau perkembangan OPT khususnya terkait perkembangan WBC, lingkungannya dan pengelolaanya termasuk rekomendasi varietas tahan. Selain itu, dalam arahanya ditambahkan bahwa kunci produksi hasil yang bagus ditentukan oleh faktor genetik (dalam hal ini varietas) x lingkungan dan pengelolaannya (memadukan varietas dengan pengelolaan termasuk PHT)", penegasan ini melengkapi sambutannyan didepan peserta.

Inovasi-inovasi teknologi yang telah dihasilkan oleh BB Padi meliputi varietas unggul baru padi inbrida dan hibrida, teknik budidaya padi dari persiapan lahan hingga pasca panen serta pengendalian hama dan penyakit tanaman padi seperti tikus, wereng batang coklat, penggerek batang, penyakit hawar daun bakteri, tungro dan blas.

Peneliti  hama wereng coklat Dr. Rahmini yang juga Ketua Kelompok Peneliti (Kelti) Hama dan Penyakit Tanaman BB Padi menjadi narasumber bimtek. Rahmini memaparkan mengenai bioekologi wereng coklat dan beberapa metode pengendaliannya. Diskusi dilaksanakan secara interatif melalui dua sesi. Sesi pertama dengan menjawab pertanyaan yang telah dikirim peserta ke panitia pada masa pendaftaran, sesi kedua bersifat interaktif diskusi antara peserta dengan narasumber dengan dipimpin oleh moderator.

Rahmini menekankan bahwa kunci utama pengendalian wereng coklat adalah dengan melakukan tanam serempak, sanitasi lingkungan, menggunakan varietas unggul tahan wereng, monitoring keberadaan hama secara intens menggunakan light trap, agar tidak terjadi lonjakan dilakukan penyemprotan jamur entomopatogen, dan sebagai alternative akhir menggunakan insektisida tepat jenis dan tepat dosis.

Seluruh peserta cukup antusias mengikuti jalannya Bimtek ini. Devianti, penyuluh dari Dispertan Aceh Besar, menyampaikan rasa puasnya berbagi ilmu mengenai wereng coklat dengan berbagai unsur mulai dari petani hingga peneliti. Begitupula dengan Susi Lesmayati pengkaji dari BPTP Kalimantan Selatan yang merasakan manfaat yang besar mendapatkan ilmu mengenai salah satu hama padi utama langsung dari penelitinya. Bahkan Gatot Ginanjar, penyuluh dari Kabupaten Pandeglang Banten secara antusias mengapresiasi pelaksanaan Bimtek yang serius santai namun sangat informatif, Gatot  sudah tidak sabar lagi untuk mengikuti bimtek-bimtek lainnya yang diselenggarakan oleh BB Padi.

Dari kegiatan Bimtek ini, diharapkan berbagai inovasi teknologi padi yang tersedia dapat diimplementasikan dalam usaha tani padi secara luas dan mendukung peningkatan produksi padi serta pendapatan pengguna. Terutama pada kondisi Pandemi Covid-19 saat ini diharapkan semua pihak tetap bersinergi untuk memastikan ketersediaan pangan yang aman bagi rakyat Indonesia. Selain itu, dengan bimtek ini diharapkan bisa menjadi wahana sharing pengalaman  dan adanya umpan balik dari peserta kepada  BB padi dalam mencari solusi/perbaikan layanan agar terus berjalan. (PS/Shr/YW)

Bagikan Konten

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini1253
Hari Kemarin1602
Minggu ini4393
Bulan ini12429
Online saat ini
10

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi