BBPadi

ICRR

Indonesian Center for Rice Research

IAARD - Ministry of Agriculture

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
You are here:Beranda»Info & Berita»Berita»Produksi Benih Padi Biofortifikasi Inpari IR Nutri Zinc diharapkan Sesuai Target 10.000 Hektar

Produksi Benih Padi Biofortifikasi Inpari IR Nutri Zinc diharapkan Sesuai Target 10.000 Hektar

Wednesday, 22 April 2020
Written by BBPadi Media
570

Produksi Benih Padi Biofortifikasi Inpari IR Nutri Zinc diharapkan Sesuai Target 10.000 Hektar

Wednesday, 22 April 2020
Written by BBPadi Media
570

Setelah menerapkan Work from Home (bekerja dari rumah) sejak tanggal 18 Maret lalu, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) menggelar Focus Group Disscusion (FGD) dengan topik Produksi Benih Padi Biofortifikasi melalui video conference (vicon), Rabu (22/4/2020).

Kepala BB Padi yang diwakili oleh Kepala Bidang Program dan Evaluasi, Dr. Yudhistira Nugraha membuka acara FGD dari auditorium Sadikin Somaatmadja, BB Padi. FGD melalui vicon ini diikuti oleh 26 peserta termasuk diantaranya perwakilan dari Bappenas, Direktur Serealia, pejabat esselon  3 dan 4 BB Padi,  penanggung jawab kegiatan dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) 9 provinsi target dan para pendamping dan peneliti BB Padi.

Dr. Yudhistira Nugraha dalam sambutannya mengingatkan kepada seluruh peserta FGD agar kegiatan perbanyakan benih berjalan sesuai rencana, dan tidak terpengaruh oleh adanya pemotongan anggaran. "Kegiatan di BB Padi justru dipotong 30 – 50 %, tetapi produksi benih tidak dipotong. Untuk itu perbanyakan benih khususnya Inpari IR Nutri Zinc agar segera dilaksanakan sesuai rencana sehingga ketersediaan benihnya terjaga, terlebih untuk padi biofortifikasi," kata Yudhistira dalam sambutanya.

Sementara itu, Direktur Seralia Dr. Bambang Sugiharto menegaskan bahwa kegiatan padi biofortiifikasi tetap dipertahankan, target pengembangan untuk penanaman 10.000 hektar (Ha) dibeberapa wilayah lintas sektoral di Indonesia segera dilakukan. Bappenas sudah menjembatani pembicaraan dengan Bulog untuk melakukan pembelian padi Inpari IR Nutri Zinc. Bappenas tegas menyatakan bahwa kegiatan biofortifikasi tetap menjadi prioritas nasional, awalnya target akan ditingkatkan menjadi 50.000 ha, tetapi karena  sedang terjadi pemotongan anggaran akibat pandemi virus Covid-19, rencana itu belum bisa dilakukan. Hal ini disampaikan Tejaningsih SE, MA, M.Ec.Dev perwakilan dari Bappenas.

Dr. Nandang Sunandar dari BBP2TP dalam paparannya melaporkan bahwa kegiatan seluruh BPTP sebagian besar sudah berjalan namun Ia meminta dibarengi juga dengan kegiatan diseminasi, karena hal itu terkait dengan pemenuhan gizi Zink untuk stunting. "Kondisi pertanaman di BPTP-BPTP sudah berjalan yaitu dibulan Maret-April walupun ada sebagian yg sampai di bulan Juni, dan rata-rata produksi benih FS dan SS.  Kendati begitu, terang Nandang ketersediaan benih di MT 2 yg akan didistribusikan ke dinas terkait diharapkan bisa terealisasi di bulan Agustus sampai September. Ia berharap produksi benih di Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) BB Padi akan panen di bulan Juni dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan benih FS dan SS yang akan didistribusikan ke dinas-dinas terkait.

Sebanyak sembilan BPTP  (Riau, Lampung, Kalimantan Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, Maluku dan Papua)  memaparkan kemajuan pertanaman produksi benih Inpari IR Nutri Zinc disamping menyampaikan kendala yang dihadapi.

Penanggung jawab kegiatan, Dr Untung Susanto juga moderator dalam acara FGD ini mengingatkan kepada seluruh penanggung jawab di BPTP agar mengantisipasi distribusi benih Inpari IR Nutri Zinc ketika kebutuhan untuk di daerah target telah dipenuhi oleh produsen benih lain. Upaya pengembangan Inpari IR Nutri Zinc ini perlu dilakukan secara sinergis lintas sektoral dan berkelanjutan.

Diakhir acara, Kepala Bidang Kerjasama Pendayagunaan Hasil Penelitian (Kabid KSPHP) BB Padi, Dr. Suprihanto berharap agar kebutuhan benih untuk pengembangan bisa berjalan sesuai rencana karena adanya optimisme dari teman-teman di BPTP.  Namun demikian lanjut Suprihanto, tetap perlu koordinasi mengenai kendala-kendala yg ada di lapangan agar rencana ketersediaan benih sebar tahun 2021 seperti yang disampaikan Direktorat Serealia sesuai rencana yaitu seluas 50.000 ha terealisasi dan tidak ada aral melintang. (Shr/Ayu/YW)

Bagikan Konten

Tagged under

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini1295
Hari Kemarin1602
Minggu ini4435
Bulan ini12471
Online saat ini
10

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi