BBPadi

ICRR

Indonesian Center for Rice Research

IAARD - Ministry of Agriculture

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
You are here:Beranda»Info & Berita»Berita»Pengendalian Burung Secara Tradisional di Kebun Percobaan Muara Bogor

Pengendalian Burung Secara Tradisional di Kebun Percobaan Muara Bogor

Tuesday, 04 October 2016
Written by BBPadi
9843

Pengendalian Burung Secara Tradisional di Kebun Percobaan Muara Bogor

Tuesday, 04 October 2016
Written by BBPadi
9843

Kebun Percobaan (KP) Muara adalah merupakan salah satu kebun percobaan yang berada di bawah lingkup Badan Litbang Pertanian yang pengelolaannya di bawah Balai Besar Penelitian tanaman Padi (BB Padi) dan banyak berperan sebagai kebun tempat penelitian khususnya untuk penelitian perakitan varietas unggul padi. KP Muara memiliki luas lahan + 41 ha dengan ketinggian 250 m dpl. Lokasinya yang sangat strategis yaitu di wilayah Kota Bogor dengan latar belakang pemandangan gunung salak yang indah.

Tanahnya yang subur serta memiliki sistem pengairan yang baik dimana air selalu tersedia sepanjang tahun. Namun karena letaknya yang sudah di dalam kota, maka lahan sawah KP Muara sudah relatif terisolir dari persawahan petani yang luas sehingga merupakan satu-satunya lahan terbuka hijau yang cukup luas dan menyediakan pakan bagi banyak hewan bukan budidaya, seperti beragam burung yang keberadaannya justru sering menjadi hama bagi pertanaman padi.

Di KP Muara, yang hingga MT 1 2016 yang lalu belum mampu menerapkan pertanaman serempak akibat keterbatasan tenaga kerja pertanian, burung hama padi  menimbulkan kerusakan pada pertanaman padi fase generatif, terutama padi stadia matang susu hingga pemasakan bulir (menjelang panen). Serangan burung mengakibatkan banyak biji yang hilang sehingga malai tidak ada bijinya.

Hampir semua petak pertanaman padi di KP Muara terkena serangan burung, dari ringan, sedang, berat hingga yang puso. Hingga saat ini, tingkat kerusakan belum dilaporkan secara pasti karena tidak dilakukan pendataan intensif tentang serangan hama tersebut. Baru pada awal MT 2 2016 ini dilakukan upaya penelitian burung hama di KP Muara oleh mahasiswa yang dibawah bimbingan Koordinator KP Muara, tentang diversitas spesies burung hama, pola serangan, habitat bersarang, hingga tingkat serangan. 

Hasil pengamatan langsung di lapangan menunjukkan bahwa berbagai spesies burung tercatat sebagai hama potensial pada pertanaman padi di KP Muara, diantaranya beberapa spesies burung pipit (Jawa : manuk emprit; Sunda : bondol) seperti Lonchura striata, L. maja, dan L. puntulata,  burung derkuku (Jawa : manuk deruk) (Streptopelia orientalis), terkuku (Jawa : manuk puter) (S. striata) dan burung gereja (Passer montanus).

Spesies burung yang paling sering menimbulkan kerugian serius adalah burung pipit (L. striata) yang biasanya menyerang secara berkelompok dari puluhan hingga ribuan jumlahnya. Puncak aktifitas harian burung hama padi adalah pagi dan sore hari. Pada umumnya, burung hama padi telah menyesuaikan perkembangbiakannya dengan stadia pertumbuhan tanaman padi.

Hingga saat ini, upaya pengendalian terhadap burung hama padi masih dilakukan secara tradisional karena hingga saat ini BB Padi belum mengeluarkan metode pengendalian burung hama padi. Berbagai cara yang biasa dilakukan adalah sebagai berikut :

  • pemasangan jaring pelindung di atas pesemaian dan beberapa petak percobaan, terutama yang mencapai stadia generatif lebih dahulu
  • tenaga kerja khusus untuk menghalau langsung burung di pertanaman terutama pada puncak aktifitas burung (pagi dan sore hari)
  • penggunaan penakut burung dari kaleng yang diisi kerikil dan dipasang di sawah untuk membuat bunyi-bunyian guna mengusir burung

Ke depan, akan lebih baik kalau BB padi (dalam hal ini kelti proteksi tanaman) juga diberi kesempatan untuk meneliti hingga merakit metode pengendalian yang efektif dan efisien untuk hama potensial ini. Hal tersebut tinggal diteruskan karena telah juga dirintis oleh peneliti hama tikus (yang juga merupakan vertebrata hama) secara swadana. Saat ini, serangan burung hama pada pertanaman padi juga banyak dilaporkan terutama di daerah-daerah yang mulai intensif menanam padi, terutama dalam rangka program UPSUS.

Bagikan Konten

Tagged under

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini1411
Hari Kemarin1405
Minggu ini2816
Bulan ini27346
Total Pengunjung2699154
Online saat ini
13

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi