BBPadi

ICRR

Indonesian Center for Rice Research

IAARD - Ministry of Agriculture

 
bbpadi

Science

Innovation

Network

 
You are here:Beranda»Info & Berita»Berita»Kolaborasi Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Dalam Pengelolaan Lahan Gambut

Kolaborasi Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Dalam Pengelolaan Lahan Gambut

Wednesday, 10 July 2019
Written by Suharna
256
(Foto: BBPadi Media)
(Foto: BBPadi Media)

Kolaborasi Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Dalam Pengelolaan Lahan Gambut

Wednesday, 10 July 2019
Written by Suharna
256

Degradasi lahan gambut dibeberapa wilayah di Indonesaia berdampak terhadap produktivitas pertanian, kualitas lingkungan, dan memiliki efek terhadap ketahanan pangan.

Salah satu akibat dari degradasi yang umum terjadi adalah perubahan kondisi lingkungan akibat ulah manusia itu sendiri, seperti membakar semak dan padang rumput dilahan gambut.

Petani di lahan gambut dibeberapa wilayah banyak yang melakukan cara-cara yang kurang tepat dalam membuka lahan sehingga berdampak buruk terhadap kondisi ekosistem dan masa depannya.

Sebagai contoh, kebiasaan petani padi membuka lahan dengan cara sistem sawah sonor atau cara menanam padi dengan cara membakar semak dan rumput di lahan gambut.  Cara tersebut sangat berpotensi menyebabkan kerusakan lingkungan yang lebih besar.

Dalam rangka pengembangan model pengelolaan lahan gambut terintegrasi berbasis agrosilvofishery (wana-mina-tani), Balai Penelitian & Pengembangan Lingkungan Hidup & Kehutanan (BP2LHK) Palembang berinisitatif melakukan kerjasama dengan beberapa institusi untuk mengembangkan model pengembangan model tersebut dibawah payung Pusat Unggulan Iptek (PUI). Salah satu sinergi yang akan dilakukan adalah dengan dengan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi)

Peneliti BP2LHK Ir. Bastoni, M.Si., dalam kunjunganya ke BB Padi menyampaikan tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut. BP2LHK bermaksud untuk bersama-sama membuka ruang untuk saling bersinergi dan kolaborasi antara sektor kehutanan, pertanian dan perikanan. Dikatakannya, manipulasi lahan dan rekayasa teknis budidaya pada lahan gambut diharapkan bisa memberi peningkatkan pendapatan masyarakat terutama yang menjadikan lahan gambut sebagai mata pencaharian.

Sementara itu, Kepala BP2LHK Ir. Tabroni, MM pada kesempatan yang sama mengamini maksud dan tujuannya ke BB Padi. Ia mengajak BB Padi untuk bersama-sama mengoptimalkan pertanaman padi di lahan gambut melalui program agrosilvofishery, Selasa, (9/7/19).

Kepala Bidang Kerjasama Penelitian dan Pendayagunaan Hasil Penelitian (KSPHP) Dr. Suprihanto mewakili Kepala BB Padi yang berhalangan hadir diacara pertemuan tersebut menyambut baik rencana sinergi model pengelolaan lahan gambur.

Terkait dengan inovasi untuk lahan gambut, Ia mengajak seluruh peneliti yang membidangi terutama terkait lahan sub-optimal untuk bersama-sama mencari terobosan dan bekerja sama dengan institusi terkait. Lebih lanjut Suprihanto menambahkan bahwa teknik budidaya dan kesesuaian varietas merupakan paket penting untuk diperhatikan.

“Penggunaan varietas unggul baru yang sesuai dengan kondisi lahan gambut dan teknik budidaya yang tepat diharapkan menjadi kunci utama keberhasilan pemanfaatan lahan pertanian di kawasan gambut tersebut”, tambahnya (YW/Shr)

Bagikan Konten

Tagged under

Kontak Informasi

  • Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang, Jawa Barat 41256
  • Phone (0260) 520157
  • Fax (0260) 521104
Map Direction BBPADI.
Scan menggunakan
QR Code Reader
 

Statistik Website

Hari ini77
Hari Kemarin1067
Minggu ini4205
Bulan ini22630
Total Pengunjung2600447
Online saat ini
1

© 2008-2019. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi