Uji Iodium dalam Mendeteksi Penyakit Tungro

Untuk lebih memastikan bahwa tanaman yang terserang virus tungro salah satu caranya yaitu dengan melalukan uji lanjutan di labolatorium dengan menguji sampel tanaman yang diidentifikasi terkena serangan. Penampakan fenotipik tanaman terserang penyakit tungro dapat juga didentifikasi terkena penyakit lain atau kekurangan unsure hara tertentu. Salah satu cara untuk mengidentifikasi tanaman terserang penyakit atau tidak yaitu dengan melakukan uji iodium.

Pengujain menggunakan metode Iodium untuk mendeteksi penyakit tungro meruapakan metode yang paling sederhana yang dapat dilakukan. Warna yang ditunjukkan oleh iodium karena akumulasi karbohidrat/pati merupakan ciri dari aktivitas virus tanaman. Iodium memberikan warna kompleks dengan polisakarida tepung memberikan warna biru pada iodium, glikogen dan tepung yang sudah dihidrolisis sebagian (eritrodekstrin) memberikan warna merah sampai coklat dengan iodium.

Deteksi dengan iodium adalah warna hitam untuk positif dan warna coklat muda untuk negatif. Teknik ini termasuk sederhana dan kurang spesifik, Perubahan warna yang yang ditunjukkan oleh larutan iodium pada tanaman sampel masih memungkinkan tanaman terkena penyakit lain karena respon yang sama.

Cara melakukan pengujian dengan Iodium:

  • Daun tanaman sakit (daun ke- 2 dan ke- 3) dipotong sepanjang 10 - 15 cm.
  • Klorofil pada daun dihilangkan dengan cara merebus potongan daun dalam cairan alkohol 96% selama 30 menit, atau dengan merendam daun dalam alkohol 96% selama 24 jam.
  • Potongan daun kemudian direndam dalam larutan iodium selama 10 menit.
  • Cuci dalam alkohol 96% untuk menghilangkan sisa larutan iodium pada daun.
  • Apabila warna potongan daun berubah menjadi biru berarti contoh tanaman tadi positif ditulari virus.

Cara Kedua:

  • Menggunakan daun kedua dan ketiga dari atas. Daun dipotong sepanjang ¾ nya.
  • Siapkan campuran iodium tincture dengan air (dengan perbandingan 1 : 4), lalu celupkan ujung potongan daun kedalamnya selama 15 - 20 menit.
  • Tanda negatif tampak dari reaksi coklat muda sedangkan positif adalah coklat tua.

 

Sumber: http://pangan.litbang.pertanian.go.id/

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2018
Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 2
Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 1
Prosiding Padi 2017 Buku 1 Bagian 2

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Pollings

Bagaimana penilaian anda tentang informasi yang disajikan dalam website ini ?

Sangat informatif - 65.4%
Informatif - 28.3%
Kurang informatif - 6.4%
The voting for this poll has ended on: 31 Dec 2016 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Keunggulan Varietas Tarabas
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan

Contact Information

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistics Website

Today1364
Yesterday1852
Week3217
Month38802
All1691813
Online now
21

Copyright © 2015. Indonesian Center for Rice Research

Uji Iodium dalam Mendeteksi Penyakit Tungro

Untuk lebih memastikan bahwa tanaman yang terserang virus tungro salah satu caranya yaitu dengan melalukan uji lanjutan di labolatorium dengan menguji sampel tanaman yang diidentifikasi terkena serangan. Penampakan fenotipik tanaman terserang penyakit tungro dapat juga didentifikasi terkena penyakit lain atau kekurangan unsure hara tertentu. Salah satu cara untuk mengidentifikasi tanaman terserang penyakit atau tidak yaitu dengan melakukan uji iodium.

Pengujain menggunakan metode Iodium untuk mendeteksi penyakit tungro meruapakan metode yang paling sederhana yang dapat dilakukan. Warna yang ditunjukkan oleh iodium karena akumulasi karbohidrat/pati merupakan ciri dari aktivitas virus tanaman. Iodium memberikan warna kompleks dengan polisakarida tepung memberikan warna biru pada iodium, glikogen dan tepung yang sudah dihidrolisis sebagian (eritrodekstrin) memberikan warna merah sampai coklat dengan iodium.

Deteksi dengan iodium adalah warna hitam untuk positif dan warna coklat muda untuk negatif. Teknik ini termasuk sederhana dan kurang spesifik, Perubahan warna yang yang ditunjukkan oleh larutan iodium pada tanaman sampel masih memungkinkan tanaman terkena penyakit lain karena respon yang sama.

Cara melakukan pengujian dengan Iodium:

  • Daun tanaman sakit (daun ke- 2 dan ke- 3) dipotong sepanjang 10 - 15 cm.
  • Klorofil pada daun dihilangkan dengan cara merebus potongan daun dalam cairan alkohol 96% selama 30 menit, atau dengan merendam daun dalam alkohol 96% selama 24 jam.
  • Potongan daun kemudian direndam dalam larutan iodium selama 10 menit.
  • Cuci dalam alkohol 96% untuk menghilangkan sisa larutan iodium pada daun.
  • Apabila warna potongan daun berubah menjadi biru berarti contoh tanaman tadi positif ditulari virus.

Cara Kedua:

  • Menggunakan daun kedua dan ketiga dari atas. Daun dipotong sepanjang ¾ nya.
  • Siapkan campuran iodium tincture dengan air (dengan perbandingan 1 : 4), lalu celupkan ujung potongan daun kedalamnya selama 15 - 20 menit.
  • Tanda negatif tampak dari reaksi coklat muda sedangkan positif adalah coklat tua.

 

Sumber: http://pangan.litbang.pertanian.go.id/

Berita Terbaru

Contact Information

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Copyright © 2015. Indonesian Center for Rice Research