INPARA MENJAWAB KERAGUAN PETANI KAB. BATOLA

Demfarm Padi Rawa di lokasi Hari Pangan Sedunia ke-38 di Kec. Kuala Barito, Kab. Batola seakan menjawab tantangan usahatani di lahan rawa.

Padi rawa di lahan seluas 60 ha merupakan gelar inovasi teknologi lahan rawa yang dipersiapkan untuk kegitan HPS 2018.

Saat ini pertanaman padi memasuki umur 90-95 HSS fase berbunga. Varietas-varietas tersebut merupakan Varietas Unggul Baru (VUB) padi rawa, yang dikenal dengan nama Inpara (Inbrida Padi Rawa).

Pada hari Selasa (09/10/18), Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Dr. Priatna Sasmita didampingi Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan Dr. M. Yasin berada di lokasi HPS sekaligus untuk memastikan kondisi pertanaman

Priatna Sasmita dalam keterangan terpisah mengatakan "varietas unggul yang ditanam saat ini merupakan salah satu teknologi andalan utama untuk menjawab tantangan optimalisasi produksi padi di lahan rawa", kata Priatna disela-sela kunjungan lapang.

Ia menambahkan "Kendala fisik utama di lahan rawa ini selain fluktuasi ketersediaan air, juga kondisi pH rendah (lahan masam),l kandungan Fe, Sulpat dan Al tinggi yang menjadi toksin terhadap pertumbuhan tanaman padi. Oleh karena itu bila lahan ini tidak dikelola secara intensif pertumbuhan tanaman padi tidak bisa optimal dan bahkan mati keracunan", tambahnya.

Kementrian Pertanian telah merelease berbagai varietas unggul baru adaptif untuk ekosistem rawa yang telah dikenal sebagai Inpara.

"Varietas tersebut selain adaptif juga memiliki potensi hasil tinggi (bisa di atas 6 ton/ha), seperti yang di tanam di lokasi HPS ini, jelasnya.

Empat varietas padi rawa yang ditanam di lokasi HPS meliputi Inpara 2, Inpara 3, Inpara 8, dan Inpara 9. Hingga fase generatif ini keragaan satu sama lainya berbeda, hal ini untuk menunjukkan respon atau kemampuan adaptasi yang berbeda diantara varietas yang ditanam.

Diharapkan varietas padi rawa terbaik di lokasi HPS ini dapat dikembangkan lebih lanjut oleh petani di Batola dan sekitarnya, dimana petani setempat hingga saat ini masih menggunakan padi lokal dengan provitas masih rendah (1-2 ton GKP/ha).

"Integrasi penggunaan teknologi varietas unggul padi rawa dengan teknologi budidaya dan pengelolaan air secara optimal merupakan strategi tepat dalam mendongkrak kenaikan produksi padi di lahan rawa", pungkas Priatna.

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2018
Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 2
Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 1
Prosiding Padi 2017 Buku 1 Bagian 2

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Pollings

Bagaimana penilaian anda tentang informasi yang disajikan dalam website ini ?

Sangat informatif - 65.4%
Informatif - 28.3%
Kurang informatif - 6.4%
The voting for this poll has ended on: 31 Dec 2016 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Keunggulan Varietas Tarabas
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan

Contact Information

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistics Website

Today1349
Yesterday2851
Week6896
Month38258
All1810516
Online now
46

Copyright © 2015. Indonesian Center for Rice Research

INPARA MENJAWAB KERAGUAN PETANI KAB. BATOLA

Demfarm Padi Rawa di lokasi Hari Pangan Sedunia ke-38 di Kec. Kuala Barito, Kab. Batola seakan menjawab tantangan usahatani di lahan rawa.

Padi rawa di lahan seluas 60 ha merupakan gelar inovasi teknologi lahan rawa yang dipersiapkan untuk kegitan HPS 2018.

Saat ini pertanaman padi memasuki umur 90-95 HSS fase berbunga. Varietas-varietas tersebut merupakan Varietas Unggul Baru (VUB) padi rawa, yang dikenal dengan nama Inpara (Inbrida Padi Rawa).

Pada hari Selasa (09/10/18), Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Dr. Priatna Sasmita didampingi Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan Dr. M. Yasin berada di lokasi HPS sekaligus untuk memastikan kondisi pertanaman

Priatna Sasmita dalam keterangan terpisah mengatakan "varietas unggul yang ditanam saat ini merupakan salah satu teknologi andalan utama untuk menjawab tantangan optimalisasi produksi padi di lahan rawa", kata Priatna disela-sela kunjungan lapang.

Ia menambahkan "Kendala fisik utama di lahan rawa ini selain fluktuasi ketersediaan air, juga kondisi pH rendah (lahan masam),l kandungan Fe, Sulpat dan Al tinggi yang menjadi toksin terhadap pertumbuhan tanaman padi. Oleh karena itu bila lahan ini tidak dikelola secara intensif pertumbuhan tanaman padi tidak bisa optimal dan bahkan mati keracunan", tambahnya.

Kementrian Pertanian telah merelease berbagai varietas unggul baru adaptif untuk ekosistem rawa yang telah dikenal sebagai Inpara.

"Varietas tersebut selain adaptif juga memiliki potensi hasil tinggi (bisa di atas 6 ton/ha), seperti yang di tanam di lokasi HPS ini, jelasnya.

Empat varietas padi rawa yang ditanam di lokasi HPS meliputi Inpara 2, Inpara 3, Inpara 8, dan Inpara 9. Hingga fase generatif ini keragaan satu sama lainya berbeda, hal ini untuk menunjukkan respon atau kemampuan adaptasi yang berbeda diantara varietas yang ditanam.

Diharapkan varietas padi rawa terbaik di lokasi HPS ini dapat dikembangkan lebih lanjut oleh petani di Batola dan sekitarnya, dimana petani setempat hingga saat ini masih menggunakan padi lokal dengan provitas masih rendah (1-2 ton GKP/ha).

"Integrasi penggunaan teknologi varietas unggul padi rawa dengan teknologi budidaya dan pengelolaan air secara optimal merupakan strategi tepat dalam mendongkrak kenaikan produksi padi di lahan rawa", pungkas Priatna.

Contact Information

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Copyright © 2015. Indonesian Center for Rice Research