Menteri Pertanian Panen Padi Inpari di Wilayah Perbatasan dan Launching Ekspor Beras ke Negara Tetangga

Rangkaian kegiatan Hari Pangan Sedunia pada hari kedua adalah kunjungan Menteri Pertanian Dr. Andi Amran Sulaiman di Desa Tunggal Bhakti, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Menteri Pertanian menyaksikan panen padi dan melaunching ekspor beras ke Malaysia, Jumat (20/10/2017). 

Panen padi varietas Inpari 30 Ciherang Sub 1 dan Inpari 33 pada gelar teknologi di lahan seluas 100 Ha ini merupakan pertanaman padi dilahan sawah tadah hujan.  Dari hasil panen ubinan, kedua varietas tersebut diperoleh hasil rata-rata 7,3 t/ha gabah kering giling atau ada peningktan hasil 33% jika dibanding dengan hasil panen musim-musim sebelumnya yaitu  sebesar 5,5 t/ha. Peningkatan hasil ini berkat dukungan teknologi jarwo super dilahan sawah tadah hujan dengan pengawalan dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementan.

"Ini tanaman padi yang bagus, kalau ada wereng harus diperangi, jangan didiamkan saja, makanya ini kualitasnya jadi bagus," kata Amran saat melihat  hamparan pertanaman padi Inpari 33 di lokasi gelar teknologi jarwo super di lahan sawah tadah hujan .

Dalam sambutannya Mentan mengatakan “Untuk tahap awal ada 25 ton yang diekspor. Ini akan berlanjut terus, karena Malaysia setiap tahun mengimpor beras hingga 1 juta ton per tahun. Kemudian jagung 3,1 juta ton," ujar Amran di hadapan dua ribu  masyarakat Sanggau yang hadir

Menurut Amran, besarnya kebutuhan beras dan jagung Malaysia yang harus diimpor setiap tahun menjadi peluang bagi Sanggau maupun Kalimantan Barat pada umumnya. ‎Karena bersebelahan langsung dengan Malaysia. Apalagi saat ini Kalbar surplus beras.

‎Amran lebih lanjut mengatakan, Indonesia dapat mengekspor beras ke Malaysia karena saat ini sudah swasembada beras.

Bahkan khusus Sanggau, Bupati Sanggau Paulus Hadi dalam sambutannya melaporkan sudah surplus sejak 2015 lalu. Menurutnya, surplus padi Sanggau pada 2015 lalu mencapai 133.822 ton. Kemudian di 2016 mencapai 182.837 ton. Jika dikonversi ke beras maka surplus di 2016 mencapai 58.562 ton.

Lebih lanjut Bupati mengatakan bahwa beras yang ada saat ini hanya beredar di dalam negeri saja. Namun, hari ini akan ekspor beras ke Malaysia. Bupati Sanggau mengungkapkan sejumlah persoalan yang dihadapi seperti masih adanya infrastruktur irigasi merowi yang macet, kemudian berkurangnya lahan produksi beras karena ada anggapan bahwa bisnis sawit di sanggau ternyata lebih menjanjikan.

Dukungan teknologi untuk lahan sawah tadah hujan dan modernisasi pertanian telah terbukti meningkatkan produktivitas. Salain itu, keberhasilan yang dicapai Kabupaten Sanggau, merupakan peran berbagai pihak baik dari pemerintah pusat, TNI, masyarakat petani,  demi penguatan ketahanan pangan dan mimpi menjadikan lumbung pangan diwilayah perbatasan bisa terwujud.(Shr/AG)

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Pollings

Bagaimana penilaian anda tentang informasi yang disajikan dalam website ini ?

Sangat informatif - 65.4%
Informatif - 28.3%
Kurang informatif - 6.4%
The voting for this poll has ended on: 31 Dec 2016 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Keunggulan Varietas Tarabas
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan

Contact Information

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistics Website

Today1610
Yesterday2430
Week4040
Month47485
All1148990
Online now
31

Copyright © 2015. Indonesian Center for Rice Research

Menteri Pertanian Panen Padi Inpari di Wilayah Perbatasan dan Launching Ekspor Beras ke Negara Tetangga

Rangkaian kegiatan Hari Pangan Sedunia pada hari kedua adalah kunjungan Menteri Pertanian Dr. Andi Amran Sulaiman di Desa Tunggal Bhakti, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Menteri Pertanian menyaksikan panen padi dan melaunching ekspor beras ke Malaysia, Jumat (20/10/2017). 

Panen padi varietas Inpari 30 Ciherang Sub 1 dan Inpari 33 pada gelar teknologi di lahan seluas 100 Ha ini merupakan pertanaman padi dilahan sawah tadah hujan.  Dari hasil panen ubinan, kedua varietas tersebut diperoleh hasil rata-rata 7,3 t/ha gabah kering giling atau ada peningktan hasil 33% jika dibanding dengan hasil panen musim-musim sebelumnya yaitu  sebesar 5,5 t/ha. Peningkatan hasil ini berkat dukungan teknologi jarwo super dilahan sawah tadah hujan dengan pengawalan dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementan.

"Ini tanaman padi yang bagus, kalau ada wereng harus diperangi, jangan didiamkan saja, makanya ini kualitasnya jadi bagus," kata Amran saat melihat  hamparan pertanaman padi Inpari 33 di lokasi gelar teknologi jarwo super di lahan sawah tadah hujan .

Dalam sambutannya Mentan mengatakan “Untuk tahap awal ada 25 ton yang diekspor. Ini akan berlanjut terus, karena Malaysia setiap tahun mengimpor beras hingga 1 juta ton per tahun. Kemudian jagung 3,1 juta ton," ujar Amran di hadapan dua ribu  masyarakat Sanggau yang hadir

Menurut Amran, besarnya kebutuhan beras dan jagung Malaysia yang harus diimpor setiap tahun menjadi peluang bagi Sanggau maupun Kalimantan Barat pada umumnya. ‎Karena bersebelahan langsung dengan Malaysia. Apalagi saat ini Kalbar surplus beras.

‎Amran lebih lanjut mengatakan, Indonesia dapat mengekspor beras ke Malaysia karena saat ini sudah swasembada beras.

Bahkan khusus Sanggau, Bupati Sanggau Paulus Hadi dalam sambutannya melaporkan sudah surplus sejak 2015 lalu. Menurutnya, surplus padi Sanggau pada 2015 lalu mencapai 133.822 ton. Kemudian di 2016 mencapai 182.837 ton. Jika dikonversi ke beras maka surplus di 2016 mencapai 58.562 ton.

Lebih lanjut Bupati mengatakan bahwa beras yang ada saat ini hanya beredar di dalam negeri saja. Namun, hari ini akan ekspor beras ke Malaysia. Bupati Sanggau mengungkapkan sejumlah persoalan yang dihadapi seperti masih adanya infrastruktur irigasi merowi yang macet, kemudian berkurangnya lahan produksi beras karena ada anggapan bahwa bisnis sawit di sanggau ternyata lebih menjanjikan.

Dukungan teknologi untuk lahan sawah tadah hujan dan modernisasi pertanian telah terbukti meningkatkan produktivitas. Salain itu, keberhasilan yang dicapai Kabupaten Sanggau, merupakan peran berbagai pihak baik dari pemerintah pusat, TNI, masyarakat petani,  demi penguatan ketahanan pangan dan mimpi menjadikan lumbung pangan diwilayah perbatasan bisa terwujud.(Shr/AG)

Berita Terbaru

Padi  Lahan Kering Dataran Tinggi

Info Teknologi | 11-01-2018 | Hits:548

Padi Lahan Kering Dataran Tinggi

Panen di Musim Paceklik

Berita Utama | 10-01-2018 | Hits:240

Panen di Musim Paceklik

Luas Panen Padi di Beberapa Wilayah

Berita Utama | 03-01-2018 | Hits:348

Luas Panen Padi di Beberapa Wilayah

Karakteristik Inpara 8 Agritan dan Inpara 9 Agritan

Info Teknologi | 02-01-2018 | Hits:311

Karakteristik Inpara 8 Agritan dan Inpara 9 Agritan

Inpara 8 dan Inpara 9, Dua Varietas Adaptif Rawa

Info Teknologi | 21-12-2017 | Hits:616

Inpara 8 dan Inpara 9, Dua Varietas Adaptif Rawa

Menteri Pertanian Meluncurkan Varietas Unggul Baru

Info Aktual | 21-12-2017 | Hits:877

Menteri Pertanian Meluncurkan Varietas Unggul Baru

Budidaya Organik dan Non-Organik Padi Terhadap Mutu

Info Teknologi | 16-12-2017 | Hits:609

Budidaya Organik dan Non-Organik Padi Terhadap Mutu

Varietas Unggul Baru untuk Agroekosistem Tertentu

Berita Utama | 11-12-2017 | Hits:802

Varietas Unggul Baru untuk Agroekosistem Tertentu

Panen dan Temu Lapang di Tabanan Bali

Info Aktual | 06-12-2017 | Hits:278

Panen dan Temu Lapang di Tabanan Bali

Budidaya Padi pada Lahan Suboptimal

Info Teknologi | 27-11-2017 | Hits:1263

Budidaya Padi pada Lahan Suboptimal

Petani Tabanan: Padi Hibrida Lebih Menggiurkan

Info Aktual | 20-11-2017 | Hits:935

Petani Tabanan: Padi Hibrida Lebih Menggiurkan

Contact Information

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Copyright © 2015. Indonesian Center for Rice Research