Sentuhan Teknologi Lahan Tadah Hujan di Sanggau, Kalimantan Barat

Pagi itu cuaca mulai terasa panas dan penulis mulai bersiap-siap menyusuri jalan poros tengah Kalimantan Barat menuju Kabupaten Sanggau.

Untuk mencapai Kabupaten ini waktu yang dibutuhkan kurang lebih 6 jam dari kota Pontianak.  Provinsi Kalimantan Barat terpilih sebagai tuan rumah Hari Pangan Sedunia ke-37 dan Kabupaten Sanggau merupakan tempat dilaksanakanya display gelar teknologi varietas unggul baru padi.

Kabupaten yang dekat dengan wilayah perbatasan RI dengan negara tetangga Malaysia ini merupakan kabupaten  dengan ketinggian 80 mdpl dan mata pencaharian masyarakatnya sebagai petani.

Pak Slamet warga Desa Tunggal Bhakti adalah petani transmigrasi asal Malang  sejak tahun 1981 munuturkan bahwa sawah wilayah desanya awalnya gambut, namun berkat kegigihan dan ketekunan bersama2 petani lainya mereka selalu melakukan olah tanah manual dengan cara balik tanah setiap musimnya dan hasilnya lahan tadah hujan yg sekarang dipergunakan untuk display gelar teknologi VUB Padi pada HPS ke-37 di Kalimantan Barat.

Event HPS disambut baik oleh para petani desa ini karena dengan adanya event ini petani bisa diperkenalkan dengan teknologi dan bisa menanam varietas unggul baru Inpari 30, Ciherang Sub 1, dan Inpari 33 dan beberapa Inpari lain yang sebelumnya tidak dikenal petani Sanggau. Sebelum mengenal varietas yang saat ini ditanam, setiap musim petani  menanam varietas Ciherang dan Cibogo.

Kondisi irigasi menjadi masalah tersendiri bagi para petani tetapi kondisi alam berkata lain. Wilayah yang hanya mengenal kemarau cukup pendek ini memanfaatkan lahan untuk sawah tadah hujan. Kemarau di wilayah ini paling lama satu bulan dan intensitas curah hujan sangat tinggi, sehingga tidak ada alasan petani untuk tidak menanam padi tanpa irigasi yang bagus.



Pada gelar teknologi varietas unggul di HPS ke-37 ini Balitbangtan menerapkan teknologi jarwo super dilahan tadah hujan seluas 100 ha.
Varietas yang ditanam meliputi varietas Inpari 30, Ciherang Sub 1, Inpari 33, Inpari 42 Agritan GSR, dan Inpari 43  Agritan GSR. Teknologi  jarwo super dilahan tadah hujan ini merupakan yang pertama kali dilakukan setelah sebelumnya sukses dengan jarwo super dilahan sawah irigasi teknis.

Diharapkan dengan penyelenggaraan event besar ini, wilayah kabupaten-kabupaten disekitar perbatasan ini bisa mengadopsi teknologi yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian dan wilayah perbatasan bisa menjadi penyangga pangan sekaligus swasembada beras. (Shr)

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 2
Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 1
Prosiding Padi 2017 Buku 1 Bagian 2
Prosiding Padi 2017 Buku 1 Bagian 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Pollings

Bagaimana penilaian anda tentang informasi yang disajikan dalam website ini ?

Sangat informatif - 65.4%
Informatif - 28.3%
Kurang informatif - 6.4%
The voting for this poll has ended on: 31 Dec 2016 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Keunggulan Varietas Tarabas
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan

Contact Information

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistics Website

Today1063
Yesterday2848
Week13522
Month57066
All1382978
Online now
34

Copyright © 2015. Indonesian Center for Rice Research

Sentuhan Teknologi Lahan Tadah Hujan di Sanggau, Kalimantan Barat

Pagi itu cuaca mulai terasa panas dan penulis mulai bersiap-siap menyusuri jalan poros tengah Kalimantan Barat menuju Kabupaten Sanggau.

Untuk mencapai Kabupaten ini waktu yang dibutuhkan kurang lebih 6 jam dari kota Pontianak.  Provinsi Kalimantan Barat terpilih sebagai tuan rumah Hari Pangan Sedunia ke-37 dan Kabupaten Sanggau merupakan tempat dilaksanakanya display gelar teknologi varietas unggul baru padi.

Kabupaten yang dekat dengan wilayah perbatasan RI dengan negara tetangga Malaysia ini merupakan kabupaten  dengan ketinggian 80 mdpl dan mata pencaharian masyarakatnya sebagai petani.

Pak Slamet warga Desa Tunggal Bhakti adalah petani transmigrasi asal Malang  sejak tahun 1981 munuturkan bahwa sawah wilayah desanya awalnya gambut, namun berkat kegigihan dan ketekunan bersama2 petani lainya mereka selalu melakukan olah tanah manual dengan cara balik tanah setiap musimnya dan hasilnya lahan tadah hujan yg sekarang dipergunakan untuk display gelar teknologi VUB Padi pada HPS ke-37 di Kalimantan Barat.

Event HPS disambut baik oleh para petani desa ini karena dengan adanya event ini petani bisa diperkenalkan dengan teknologi dan bisa menanam varietas unggul baru Inpari 30, Ciherang Sub 1, dan Inpari 33 dan beberapa Inpari lain yang sebelumnya tidak dikenal petani Sanggau. Sebelum mengenal varietas yang saat ini ditanam, setiap musim petani  menanam varietas Ciherang dan Cibogo.

Kondisi irigasi menjadi masalah tersendiri bagi para petani tetapi kondisi alam berkata lain. Wilayah yang hanya mengenal kemarau cukup pendek ini memanfaatkan lahan untuk sawah tadah hujan. Kemarau di wilayah ini paling lama satu bulan dan intensitas curah hujan sangat tinggi, sehingga tidak ada alasan petani untuk tidak menanam padi tanpa irigasi yang bagus.



Pada gelar teknologi varietas unggul di HPS ke-37 ini Balitbangtan menerapkan teknologi jarwo super dilahan tadah hujan seluas 100 ha.
Varietas yang ditanam meliputi varietas Inpari 30, Ciherang Sub 1, Inpari 33, Inpari 42 Agritan GSR, dan Inpari 43  Agritan GSR. Teknologi  jarwo super dilahan tadah hujan ini merupakan yang pertama kali dilakukan setelah sebelumnya sukses dengan jarwo super dilahan sawah irigasi teknis.

Diharapkan dengan penyelenggaraan event besar ini, wilayah kabupaten-kabupaten disekitar perbatasan ini bisa mengadopsi teknologi yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian dan wilayah perbatasan bisa menjadi penyangga pangan sekaligus swasembada beras. (Shr)

Berita Terbaru

Sensor Tanah Proximal: Uji Tanah Cepat, Tepat, dan Murah

Info Teknologi | 11-04-2018 | Hits:387

Sensor Tanah Proximal: Uji Tanah Cepat, Tepat, dan Murah

Sekam Padi, Dari Limbah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Info Teknologi | 02-04-2018 | Hits:361

Sekam Padi, Dari Limbah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Mengenal Padi Sejak Usia Dini

Berita Utama | 15-03-2018 | Hits:587

Mengenal Padi Sejak Usia Dini

Launching Inovasi Baru Lahan Kering

Berita Utama | 13-02-2018 | Hits:1110

Launching Inovasi Baru Lahan Kering

Dengan Inovasi, Lahan Kering Mampu Berproduksi Tinggi

Info Aktual | 01-02-2018 | Hits:3242

Dengan Inovasi, Lahan Kering Mampu Berproduksi Tinggi

Padi Gogo Potensi Hasil Tinggi

Info Teknologi | 18-01-2018 | Hits:3705

Padi Gogo Potensi Hasil Tinggi

Padi  Lahan Kering Dataran Tinggi

Info Teknologi | 11-01-2018 | Hits:3615

Padi Lahan Kering Dataran Tinggi

Contact Information

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Copyright © 2015. Indonesian Center for Rice Research