Larikan Gogo Super (LARGO SUPER) Mulai Diperkenalkan Kepada Petani Kebumen

Setelah sukses menerapkan Jajar Legowo Super (Jarwo Super) di padi sawah, kali ini Badan Penelitian dan Pengambangan Pertanian (Balitbangtan) sedang menguji pengembangan sistem tanam untuk lahan kering yaitu sistem tanam LARGO (Larikan Gogo) di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), di tiga Desa, Kec. Puring, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah.

Desa-desa yang tidak jauh dari bibir pantai jalur jalan lintas selatan ini merupakan lahan dataran rendah dengan mata pencaharian masyarakatnya mayoritas sebagai petani dan peternak. Berbagai jenis tanaman pangan dan hortikultura tumbuh baik dan subur. Hampir setiap hamparan lahan terlihat tanaman padi, jagung, kacang, kelapa, cabai, terong, pepaya, belimbing, jambu, dan lain-lain tumbuh subur dilahan yang jaraknya kurang lebih 2 km dari pantai selatan Kebumen ini.

Suasana yang masih kental dengan nuansa pedesaan sangat terlihat dari kehidupan sehari-hari masyarakat desa ini. Rata-rata warga desa memiliki ternak sapi dan kambing. Tidak aneh jika didepan atau disamping rumah selalu ada kandang ternak kesayangannya. Emas putih adalah sebutan lain untuk sapi ternak yang merupakan tabungan berharga yang hampir dimiliki setiap warga

Pagi hari menjelang matahari terbit, sudah terlihat kesibukan masyarakat Desa Sidoharjo dan masyarakat desa sekitarnya. Ada yang pergi ke ladang, mencari pakan ternak, menderes kelapa untuk produksi gula merah, hingga menjual hasil taninya seperti jual buah-buahan dan pakan ternak.

Gotong royong dan kekompakan petani yang bergabung di kelompok taninya masing-masing terlihat sangat bagus. Respon dan keseriusan petani untuk belajar dan maju sangat tinggi. Inovasi largo yang baru pertama kali dikenalkan dan diuji, diterima dengan baik. 

Kegiatan sosialiasasi dan pengawalan sedang dilaksanakan Balitbangtan dalam hal ini pengawalan teknologi oleh peneliti Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Kegiatan awal pada  musim ini,  petani diperkenalkan alat tanam largo dan beberapa varietas unggul baru Inpago 8, Inpago 9, Inpago 10, dan Inpago 11 sekaligus pengawalan budidaya padi.

Saat ini lahan kering seluas kurang lebih 35 hektar telah ditanami beberapa varietas unggul baru padi gogo dengan sistem tanam larikan gogo legowo 2:1. Dari hasil pengamatan dilapangan menunjukkan pertumbuhan tanaman yang bagus dan diharapkan produksi hasilnya tinggi dibanding musim-musim sebelumnya.(26/10/17)

Serupa dengan Jarwo Super, Largo ini nantinya akan sarat dengan penerapan teknologi.  Mulai penggunaan benih unggul, biodekomposer, penggunaan pupuk hayati, pengendalian hama dan penyakit tanaman hingga mekanisasi pertanian.

Dalam budidaya largo, pengaturan jarak tanam dengan membentuk barisan tanaman yang lurus untuk mempermudah pemeliharaan (penyiangan, penyemprotan dan pemupukan).

Untuk diketahui, sistem largo yang saat ini dikembangkan di lahan kering  terbuka berumur 15 hari, dan dalam waktu dekat akan diperluas 100 hektar, baik untuk lahan yang terbuka maupun tegakan tumpangsari dengan kelapa dengan pertanaman masing-masing seluas 50 hektar, karena potensi lahan kering di Kecamatan Puring cukup luas yaitu 1.000 Ha. 

Diharapkan model pengembangan teknologi budidaya padi gogo dengan larikan gogo dan penerapan mekanisasi pertanian dapat meningkatkan pendapatan petani, meningkatkan produksi dan produktivitas padi lahan sub optimal khususnya padi gogo pesisir pantai selatan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah (Shr/Spt/AG)

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Pollings

Bagaimana penilaian anda tentang informasi yang disajikan dalam website ini ?

Sangat informatif - 65.4%
Informatif - 28.3%
Kurang informatif - 6.4%
The voting for this poll has ended on: 31 Dec 2016 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Keunggulan Varietas Tarabas
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan

Contact Information

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistics Website

Today1609
Yesterday2430
Week4039
Month47484
All1148989
Online now
31

Copyright © 2015. Indonesian Center for Rice Research

Larikan Gogo Super (LARGO SUPER) Mulai Diperkenalkan Kepada Petani Kebumen

Setelah sukses menerapkan Jajar Legowo Super (Jarwo Super) di padi sawah, kali ini Badan Penelitian dan Pengambangan Pertanian (Balitbangtan) sedang menguji pengembangan sistem tanam untuk lahan kering yaitu sistem tanam LARGO (Larikan Gogo) di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), di tiga Desa, Kec. Puring, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah.

Desa-desa yang tidak jauh dari bibir pantai jalur jalan lintas selatan ini merupakan lahan dataran rendah dengan mata pencaharian masyarakatnya mayoritas sebagai petani dan peternak. Berbagai jenis tanaman pangan dan hortikultura tumbuh baik dan subur. Hampir setiap hamparan lahan terlihat tanaman padi, jagung, kacang, kelapa, cabai, terong, pepaya, belimbing, jambu, dan lain-lain tumbuh subur dilahan yang jaraknya kurang lebih 2 km dari pantai selatan Kebumen ini.

Suasana yang masih kental dengan nuansa pedesaan sangat terlihat dari kehidupan sehari-hari masyarakat desa ini. Rata-rata warga desa memiliki ternak sapi dan kambing. Tidak aneh jika didepan atau disamping rumah selalu ada kandang ternak kesayangannya. Emas putih adalah sebutan lain untuk sapi ternak yang merupakan tabungan berharga yang hampir dimiliki setiap warga

Pagi hari menjelang matahari terbit, sudah terlihat kesibukan masyarakat Desa Sidoharjo dan masyarakat desa sekitarnya. Ada yang pergi ke ladang, mencari pakan ternak, menderes kelapa untuk produksi gula merah, hingga menjual hasil taninya seperti jual buah-buahan dan pakan ternak.

Gotong royong dan kekompakan petani yang bergabung di kelompok taninya masing-masing terlihat sangat bagus. Respon dan keseriusan petani untuk belajar dan maju sangat tinggi. Inovasi largo yang baru pertama kali dikenalkan dan diuji, diterima dengan baik. 

Kegiatan sosialiasasi dan pengawalan sedang dilaksanakan Balitbangtan dalam hal ini pengawalan teknologi oleh peneliti Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Kegiatan awal pada  musim ini,  petani diperkenalkan alat tanam largo dan beberapa varietas unggul baru Inpago 8, Inpago 9, Inpago 10, dan Inpago 11 sekaligus pengawalan budidaya padi.

Saat ini lahan kering seluas kurang lebih 35 hektar telah ditanami beberapa varietas unggul baru padi gogo dengan sistem tanam larikan gogo legowo 2:1. Dari hasil pengamatan dilapangan menunjukkan pertumbuhan tanaman yang bagus dan diharapkan produksi hasilnya tinggi dibanding musim-musim sebelumnya.(26/10/17)

Serupa dengan Jarwo Super, Largo ini nantinya akan sarat dengan penerapan teknologi.  Mulai penggunaan benih unggul, biodekomposer, penggunaan pupuk hayati, pengendalian hama dan penyakit tanaman hingga mekanisasi pertanian.

Dalam budidaya largo, pengaturan jarak tanam dengan membentuk barisan tanaman yang lurus untuk mempermudah pemeliharaan (penyiangan, penyemprotan dan pemupukan).

Untuk diketahui, sistem largo yang saat ini dikembangkan di lahan kering  terbuka berumur 15 hari, dan dalam waktu dekat akan diperluas 100 hektar, baik untuk lahan yang terbuka maupun tegakan tumpangsari dengan kelapa dengan pertanaman masing-masing seluas 50 hektar, karena potensi lahan kering di Kecamatan Puring cukup luas yaitu 1.000 Ha. 

Diharapkan model pengembangan teknologi budidaya padi gogo dengan larikan gogo dan penerapan mekanisasi pertanian dapat meningkatkan pendapatan petani, meningkatkan produksi dan produktivitas padi lahan sub optimal khususnya padi gogo pesisir pantai selatan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah (Shr/Spt/AG)

Berita Terbaru

Padi  Lahan Kering Dataran Tinggi

Info Teknologi | 11-01-2018 | Hits:548

Padi Lahan Kering Dataran Tinggi

Panen di Musim Paceklik

Berita Utama | 10-01-2018 | Hits:240

Panen di Musim Paceklik

Luas Panen Padi di Beberapa Wilayah

Berita Utama | 03-01-2018 | Hits:348

Luas Panen Padi di Beberapa Wilayah

Karakteristik Inpara 8 Agritan dan Inpara 9 Agritan

Info Teknologi | 02-01-2018 | Hits:311

Karakteristik Inpara 8 Agritan dan Inpara 9 Agritan

Inpara 8 dan Inpara 9, Dua Varietas Adaptif Rawa

Info Teknologi | 21-12-2017 | Hits:615

Inpara 8 dan Inpara 9, Dua Varietas Adaptif Rawa

Menteri Pertanian Meluncurkan Varietas Unggul Baru

Info Aktual | 21-12-2017 | Hits:877

Menteri Pertanian Meluncurkan Varietas Unggul Baru

Budidaya Organik dan Non-Organik Padi Terhadap Mutu

Info Teknologi | 16-12-2017 | Hits:609

Budidaya Organik dan Non-Organik Padi Terhadap Mutu

Varietas Unggul Baru untuk Agroekosistem Tertentu

Berita Utama | 11-12-2017 | Hits:802

Varietas Unggul Baru untuk Agroekosistem Tertentu

Panen dan Temu Lapang di Tabanan Bali

Info Aktual | 06-12-2017 | Hits:278

Panen dan Temu Lapang di Tabanan Bali

Budidaya Padi pada Lahan Suboptimal

Info Teknologi | 27-11-2017 | Hits:1263

Budidaya Padi pada Lahan Suboptimal

Petani Tabanan: Padi Hibrida Lebih Menggiurkan

Info Aktual | 20-11-2017 | Hits:935

Petani Tabanan: Padi Hibrida Lebih Menggiurkan

Contact Information

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Copyright © 2015. Indonesian Center for Rice Research