Refleksi Kinerja BB Padi Tahun 2005 - 2009

Pencapaian Swasembada dan Pemanfaatan Peluang Ekspor

Padi selain sebagai makanan pokok bagi lebih dari 95% penduduk, juga menjadi sumber mata pencaharian bagi 25 juta rumah tangga petani, sehingga tidak mengherankan bila fluktuasi produksi dan distribusi beras turut mempengaruhi stabilitas nasional. Berbagai upaya peningkatan produksi padi terus dilakukan seperti adanya program P2BN, diseminasi teknologi, subsidi saran produksi pertanian, serta pengendalian harga dan ekspor menbuahkan hasil meningkatnya produksi padi sebesar 4,7% pada tahun 2007 dan 5,6% pada tahun 2008, sehingga swasembada beras dapat dicapai kembali. Surplus dalam produksi beras nasional tersebut hendaknya terus dipertahankan, agar peluang ekspor dapat diraih. Sementara itu, Indonesia kaya varietas-varietas unggul yang memiliki keistimewaan untuk bersaing dalam pasar internasional. Penelitian dan diseminasi hasil penelitian pertaniansecara signifikan mendukung keberhasilan oeningkatan produksi beras tersebut termasuk untuk penggapaian peluang ekspor. BB-Padi merupakan lembaga publik nasional terbesar di Indonesia yang melaksanakan penelitian padi dengan visi sebagai sumber iptek terdepan yang mampu menghasilkan teknologi padi sesuai dengan kebutuhan pengguna. Untuk mewujudkan visi tersebut, BB-Padi mempunyai misi antara lain menghasilkan dan merekayasa teknologi inovatif tanaman padi untuk pembangunan nasional sesuai dengan dinamika kebutuhan pengguna.

PENELITIAN DAN DISEMINASI TEKNOLOGI

Pengelolaan Sumber Daya Genetik

Padi Plasmanutfah tanaman padi merupakan sumber genetik berbagai karakter yang diinginkan sebagai bahan dasar perakitan varietas unggul. Kegiatan pengelolaan sumber daya genetik padi meliputi eksplorasi, konservasi, rejuvinasi, dan karakterisasi. Konservasi dilakukan dengan menyimpan benih plasma nutfah dalam ruangan bersuhu < 5oC dan secara periodik dilakukan rejuvinasi di lapangan. Karakterisasi dilakukan terhadap sifat-sifat morfologi, fisiologi, fisiko-kimia mutu, ketahanan terhadap hama dan penyakit, serta toleransi terhadap cekaman lingkungan abiotik. Dalam kegiatan tersebut telah terseleksi 28 varietas lokal agak toleran cekaman salinitas pada level 12 ds/m, 7 varietas umur super genjah (85-94 hss), 8 varietas toleran cekaman kekeringan, 27 varietas toleran cekaman suhu rendah. Hasil karakterisasi plasma nutfah tersebut didokumentasikan dalam data base yang telah memuat 2250 aksesi. Dalam kerangka kerja sama international INGER, telah dievaluasi populasi IRBBN (populasi tahan terhadap BLB), IRBPHN (populasi tahan terhadap wereng coklat), IRSSTN (populasi tahan terhadap cekaman salinitas), IRCTN (populasi toleran suhu rendah), AERON (populasi padi aerobic), IRLON (populasi padi sawah), dan IRDTN (populasi toleran cekaman kekeringan). Hasil pengujian plasma nutfah terhadap HDB menunjukkan ada 8 aksesi yang agak tahan sampai tahan terhadap HDB (Rembang, Genjah Wewe, Jembar, Keriting, Ketan Garut, Kandu Kuranji dan Gembang) dan Sekemiling hanya beraksi tahan terhadap potpie III dan IV saja dan rentan terhadap patotipe VIII.

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015
Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT) 2015
Poster Inpari 13
Poster Inpari 10

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh &quot;Padi tumbuh subur dilahan suboptimal&quot;
Malai dan Bulir akan membentuk pola makan dan budaya seluruh umat manusia

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini78
Hari kemarin1058
Minggu ini7360
Bulan ini26961
Jumlah Pengunjung850859
Online sekarang
19

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Refleksi Kinerja BB Padi Tahun 2005 - 2009

Pencapaian Swasembada dan Pemanfaatan Peluang Ekspor

Padi selain sebagai makanan pokok bagi lebih dari 95% penduduk, juga menjadi sumber mata pencaharian bagi 25 juta rumah tangga petani, sehingga tidak mengherankan bila fluktuasi produksi dan distribusi beras turut mempengaruhi stabilitas nasional. Berbagai upaya peningkatan produksi padi terus dilakukan seperti adanya program P2BN, diseminasi teknologi, subsidi saran produksi pertanian, serta pengendalian harga dan ekspor menbuahkan hasil meningkatnya produksi padi sebesar 4,7% pada tahun 2007 dan 5,6% pada tahun 2008, sehingga swasembada beras dapat dicapai kembali. Surplus dalam produksi beras nasional tersebut hendaknya terus dipertahankan, agar peluang ekspor dapat diraih. Sementara itu, Indonesia kaya varietas-varietas unggul yang memiliki keistimewaan untuk bersaing dalam pasar internasional. Penelitian dan diseminasi hasil penelitian pertaniansecara signifikan mendukung keberhasilan oeningkatan produksi beras tersebut termasuk untuk penggapaian peluang ekspor. BB-Padi merupakan lembaga publik nasional terbesar di Indonesia yang melaksanakan penelitian padi dengan visi sebagai sumber iptek terdepan yang mampu menghasilkan teknologi padi sesuai dengan kebutuhan pengguna. Untuk mewujudkan visi tersebut, BB-Padi mempunyai misi antara lain menghasilkan dan merekayasa teknologi inovatif tanaman padi untuk pembangunan nasional sesuai dengan dinamika kebutuhan pengguna.

PENELITIAN DAN DISEMINASI TEKNOLOGI

Pengelolaan Sumber Daya Genetik

Padi Plasmanutfah tanaman padi merupakan sumber genetik berbagai karakter yang diinginkan sebagai bahan dasar perakitan varietas unggul. Kegiatan pengelolaan sumber daya genetik padi meliputi eksplorasi, konservasi, rejuvinasi, dan karakterisasi. Konservasi dilakukan dengan menyimpan benih plasma nutfah dalam ruangan bersuhu < 5oC dan secara periodik dilakukan rejuvinasi di lapangan. Karakterisasi dilakukan terhadap sifat-sifat morfologi, fisiologi, fisiko-kimia mutu, ketahanan terhadap hama dan penyakit, serta toleransi terhadap cekaman lingkungan abiotik. Dalam kegiatan tersebut telah terseleksi 28 varietas lokal agak toleran cekaman salinitas pada level 12 ds/m, 7 varietas umur super genjah (85-94 hss), 8 varietas toleran cekaman kekeringan, 27 varietas toleran cekaman suhu rendah. Hasil karakterisasi plasma nutfah tersebut didokumentasikan dalam data base yang telah memuat 2250 aksesi. Dalam kerangka kerja sama international INGER, telah dievaluasi populasi IRBBN (populasi tahan terhadap BLB), IRBPHN (populasi tahan terhadap wereng coklat), IRSSTN (populasi tahan terhadap cekaman salinitas), IRCTN (populasi toleran suhu rendah), AERON (populasi padi aerobic), IRLON (populasi padi sawah), dan IRDTN (populasi toleran cekaman kekeringan). Hasil pengujian plasma nutfah terhadap HDB menunjukkan ada 8 aksesi yang agak tahan sampai tahan terhadap HDB (Rembang, Genjah Wewe, Jembar, Keriting, Ketan Garut, Kandu Kuranji dan Gembang) dan Sekemiling hanya beraksi tahan terhadap potpie III dan IV saja dan rentan terhadap patotipe VIII.

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi