Upaya khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung, dan Kedelai

Menterjemahkan Rencana Strategis Kementerian Pertanian 2015-2019, maka pada Pebruari 2015, ditetapkan suatu kegiatan yang bernama "Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung, dan Kedelai melalui Program Perbaikan Jaringan Irigasi dan Sarana Pendukungnya" atau yang lebih popular dengan sebutan Upsus Pajale.

Program ini bermuara pada pencapaian cita-cita swasembada pangan yang dimulai dari komoditi tanaman pangan, terutama beras sebagai hasil dari tanaman padi.

Permasalahan substansial dalam pencapaian swasembada pangan adalah (i) laju alih fungsi lahan pertanian, (ii) kondisi infrastruktur pertanian yang tidak memadai, (iii) kelangkaan tenaga kerja yang tidak diimbangi dengan penerapan mekanisasi pertanian, (iv) kesenjangan harga komoditas pangan, serta (v) lemahnya sistem usaha tani secara umum.

Hal ini mendorong Kementerian Pertanian untuk menggulirkan program yang dapat mempercepat peningkatan produksi melalui perbaikan sarana irigasi tersier, serta program pendukung lainnya seperti program ekstensifikasi dan intensifikasi pertanaman, serap gabah petani dan produk komoditi lainnya bekerjasama dengan Bulog, pemberian asuransi pertanian bekerjasama dengan Jasindo, serta bantuan rutin untuk alat mesin pertanian, benih dan pupuk.

Pada awal pelaksanaan program ini, padi masih menjadi komoditi dengan focus utama. Mulai 2016 fokus yang sama juga diberikan untuk peningkatan produksi komoditi jagung. Pada 2018, kedelai mulai mendapat fokus perhatian. Hal ini merupakan strategi Kementerian Pertanian untuk fokus menyelesaikan permasalahan satu per satu dengan tuntas.

Peran Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BBPADI)

Dalam mengawal pelaksanaan program ini, dibentuklah Kelompok Kerja (Pokja) yang beranggotakan seluruh unsur Kementerian Pertanian untuk menjadi penanggungjawab dalam melakukan supervisi lapangan di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota. Sejak digulirkan, sebagai salah satu unit kerja Kementerian Pertanian di bawah Badan Litbang Pertanian, BB Padi juga mendapatkan tugas untuk menjadi salah satu supervisor.

Pada periode tahun 2015, BB Padi ditugaskan menjadi penanggungjawab beberapa Kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan dan Kalimantan Timur.

Tahun 2016, BB Padi diberikan kepercayaan mengawal salah satu Provinsi produsen utama, yaitu Sumatera Utara.

Pada tahun 2017, tanggungjawab BB Padi dikurangi dengan menjadi penanggungjawab di 6 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara, yaitu Deli Serdang, Serdang Bedagai, Kota Medan, Humbang Hasundutan, Pak Pak Bharat, dan Samosir.

Model pengawalan yang dilakukan BB Padi adalah pendampingan lapangan serta koordinasi berbagai institusi terkait dalam mencapai sasaran tanam komoditi padi, jagung, dan kedelai. Dalam pendampingan lapang, Peneliti BB Padi mendampingi penyuluh dan petani dalam mengatasi permasalah budidaya melalui rapat Posko rutin, pembuatan plot demonstrasi VUB padi, serta dialog langsung dengan petani.

Koordinasi dilakukan dengan berbagai instansi terkait seperti Dinas Pertanian, Penyuluh, TNI dan Polri, Bulog, BPS, Badan meteorologi setempat, dan Perusahaan produsen benih. Pendampingan koordinasi dilakukan melalui kehadiran di Posko rutin setiap bulan.

Sebagai penanggungjawab, tugas BB Padi adalah melaporkan secara rutin perkembangan luas tanam kepada Pusat Data dan Informasi Pertanian (Pusdatin). Data tersebut kemudian ditabulasi dan dilaporkan kepada Bapak Menteri Pertanian secara harian. Pelporan secara harian diperkenalkan sejak 2016, yang bertujuan untuk menjadi dasar pengambilan keputusan dan kebijakan secara cepat terkait komoditi pangan, terutama perdagangan dan program lanjutan.

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2018
Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 2
Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 1
Prosiding Padi 2017 Buku 1 Bagian 2

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Keunggulan Varietas Tarabas
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini590
Hari kemarin2656
Minggu ini5844
Bulan ini48551
Jumlah Pengunjung1457741
Online sekarang
39

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Upaya khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung, dan Kedelai

Menterjemahkan Rencana Strategis Kementerian Pertanian 2015-2019, maka pada Pebruari 2015, ditetapkan suatu kegiatan yang bernama "Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung, dan Kedelai melalui Program Perbaikan Jaringan Irigasi dan Sarana Pendukungnya" atau yang lebih popular dengan sebutan Upsus Pajale.

Program ini bermuara pada pencapaian cita-cita swasembada pangan yang dimulai dari komoditi tanaman pangan, terutama beras sebagai hasil dari tanaman padi.

Permasalahan substansial dalam pencapaian swasembada pangan adalah (i) laju alih fungsi lahan pertanian, (ii) kondisi infrastruktur pertanian yang tidak memadai, (iii) kelangkaan tenaga kerja yang tidak diimbangi dengan penerapan mekanisasi pertanian, (iv) kesenjangan harga komoditas pangan, serta (v) lemahnya sistem usaha tani secara umum.

Hal ini mendorong Kementerian Pertanian untuk menggulirkan program yang dapat mempercepat peningkatan produksi melalui perbaikan sarana irigasi tersier, serta program pendukung lainnya seperti program ekstensifikasi dan intensifikasi pertanaman, serap gabah petani dan produk komoditi lainnya bekerjasama dengan Bulog, pemberian asuransi pertanian bekerjasama dengan Jasindo, serta bantuan rutin untuk alat mesin pertanian, benih dan pupuk.

Pada awal pelaksanaan program ini, padi masih menjadi komoditi dengan focus utama. Mulai 2016 fokus yang sama juga diberikan untuk peningkatan produksi komoditi jagung. Pada 2018, kedelai mulai mendapat fokus perhatian. Hal ini merupakan strategi Kementerian Pertanian untuk fokus menyelesaikan permasalahan satu per satu dengan tuntas.

Peran Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BBPADI)

Dalam mengawal pelaksanaan program ini, dibentuklah Kelompok Kerja (Pokja) yang beranggotakan seluruh unsur Kementerian Pertanian untuk menjadi penanggungjawab dalam melakukan supervisi lapangan di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota. Sejak digulirkan, sebagai salah satu unit kerja Kementerian Pertanian di bawah Badan Litbang Pertanian, BB Padi juga mendapatkan tugas untuk menjadi salah satu supervisor.

Pada periode tahun 2015, BB Padi ditugaskan menjadi penanggungjawab beberapa Kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan dan Kalimantan Timur.

Tahun 2016, BB Padi diberikan kepercayaan mengawal salah satu Provinsi produsen utama, yaitu Sumatera Utara.

Pada tahun 2017, tanggungjawab BB Padi dikurangi dengan menjadi penanggungjawab di 6 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara, yaitu Deli Serdang, Serdang Bedagai, Kota Medan, Humbang Hasundutan, Pak Pak Bharat, dan Samosir.

Model pengawalan yang dilakukan BB Padi adalah pendampingan lapangan serta koordinasi berbagai institusi terkait dalam mencapai sasaran tanam komoditi padi, jagung, dan kedelai. Dalam pendampingan lapang, Peneliti BB Padi mendampingi penyuluh dan petani dalam mengatasi permasalah budidaya melalui rapat Posko rutin, pembuatan plot demonstrasi VUB padi, serta dialog langsung dengan petani.

Koordinasi dilakukan dengan berbagai instansi terkait seperti Dinas Pertanian, Penyuluh, TNI dan Polri, Bulog, BPS, Badan meteorologi setempat, dan Perusahaan produsen benih. Pendampingan koordinasi dilakukan melalui kehadiran di Posko rutin setiap bulan.

Sebagai penanggungjawab, tugas BB Padi adalah melaporkan secara rutin perkembangan luas tanam kepada Pusat Data dan Informasi Pertanian (Pusdatin). Data tersebut kemudian ditabulasi dan dilaporkan kepada Bapak Menteri Pertanian secara harian. Pelporan secara harian diperkenalkan sejak 2016, yang bertujuan untuk menjadi dasar pengambilan keputusan dan kebijakan secara cepat terkait komoditi pangan, terutama perdagangan dan program lanjutan.

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi