Adopsi Teknologi PHSL di Indonesia Mendukung P2BN

Pertanian dengan International Rice Research Institute (IRRI) telah menghasilkan perangkat lunak teknologi pemupukan hara spesifik lokasi (PHSL) yang bisa diakses melalui situs (web): http://webapps.irri.org/nm/id. Teknologi PHSL berbasis web di Internet telah dirilis oleh Menteri Pertanian pada Januari 2011. Setelah menjawab sekitar 14 pertanyaan, yang dapat dengan mudah dijawab oleh para petani, biasanya dengan bantuan penyuluh, rekomendasi pemupukan yangsesuai untuk kondisi sawah petani diberikan dalam bentuk tercetak. Hasil penelitian terbaru di sembilan provinsi menunjukkan penggunaan teknologi PHSL meningkatkan hasil gabah 200 kg/ha pada 75 petani di Jawa dan 600 kg/ha pada 231 petani di 6 provinsi di luar Jawa. Pendapatan petani padi meningkat sebesar Rp 714.000 per hektar di Jawa dan sebesar Rp 1.972.000 per hektar di luar Jawa. Peningkatan hasil dan pendapatan ini dicapai dengan penggunaan pupuk yang lebih hemat, terutama pupuk nitrogen dan fosfor di semua provinsi. Dalam rangka untuk mencapai lebih cepat petani padi skala kecil,   Badan Litbang Pertanian juga telah mengembangkan aplikasi ponsel dari PHSL, yang disebut sebagai PHSL HP. Dengan PHSL HP, petani dapat menelfon nomor 135 secara gratis menggunakan ponsel dan mengikuti petunjuk dari rekaman suara. Petani dapat memilih salah satu dari lima bahasa (Bahasa Indonesia, Jawa, Sunda, Bali, dan Bugis) dengan menekan nomor yang sesuai pada keypad telepon. Petani kemudian menjawab lima pertanyaan sederhana dengan keypad dan menerima rekomendasi pemupukan melalui SMS di ponsel mereka. PHSL HP diluncurkan untuk digunakan dengan ponsel pelanggan Telkomsel dan diharapkan segera dengan operator selular lainnya di seluruh Indonesia. Sampai Desember 2012 pengguna PHSL berbasis web mencapai lebih dari 15.000 pengunjung sedangkan PHSL HP mencapai lebih dari 54.000 penelfon. Dibandingkan sekitar 15 juta keluarga petani padi di Indonesia, upaya yang lebih sistematis dan berkelanjutan diperlukan untuk mendiseminasikan teknologi ini.

Sumber: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1
Laporan Tahunan 2014

Booklet, Leaflet, Poster

Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015
Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT) 2015
Poster Inpari 13
Poster Inpari 10

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"
Malai dan Bulir akan membentuk pola makan dan budaya seluruh umat manusia
Teknologi Jarwo Super untuk Kedaulatan Pangan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini503
Hari kemarin839
Minggu ini2812
Bulan ini29884
Jumlah Pengunjung779524
Online sekarang
15

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Adopsi Teknologi PHSL di Indonesia Mendukung P2BN

Pertanian dengan International Rice Research Institute (IRRI) telah menghasilkan perangkat lunak teknologi pemupukan hara spesifik lokasi (PHSL) yang bisa diakses melalui situs (web): http://webapps.irri.org/nm/id. Teknologi PHSL berbasis web di Internet telah dirilis oleh Menteri Pertanian pada Januari 2011. Setelah menjawab sekitar 14 pertanyaan, yang dapat dengan mudah dijawab oleh para petani, biasanya dengan bantuan penyuluh, rekomendasi pemupukan yangsesuai untuk kondisi sawah petani diberikan dalam bentuk tercetak. Hasil penelitian terbaru di sembilan provinsi menunjukkan penggunaan teknologi PHSL meningkatkan hasil gabah 200 kg/ha pada 75 petani di Jawa dan 600 kg/ha pada 231 petani di 6 provinsi di luar Jawa. Pendapatan petani padi meningkat sebesar Rp 714.000 per hektar di Jawa dan sebesar Rp 1.972.000 per hektar di luar Jawa. Peningkatan hasil dan pendapatan ini dicapai dengan penggunaan pupuk yang lebih hemat, terutama pupuk nitrogen dan fosfor di semua provinsi. Dalam rangka untuk mencapai lebih cepat petani padi skala kecil,   Badan Litbang Pertanian juga telah mengembangkan aplikasi ponsel dari PHSL, yang disebut sebagai PHSL HP. Dengan PHSL HP, petani dapat menelfon nomor 135 secara gratis menggunakan ponsel dan mengikuti petunjuk dari rekaman suara. Petani dapat memilih salah satu dari lima bahasa (Bahasa Indonesia, Jawa, Sunda, Bali, dan Bugis) dengan menekan nomor yang sesuai pada keypad telepon. Petani kemudian menjawab lima pertanyaan sederhana dengan keypad dan menerima rekomendasi pemupukan melalui SMS di ponsel mereka. PHSL HP diluncurkan untuk digunakan dengan ponsel pelanggan Telkomsel dan diharapkan segera dengan operator selular lainnya di seluruh Indonesia. Sampai Desember 2012 pengguna PHSL berbasis web mencapai lebih dari 15.000 pengunjung sedangkan PHSL HP mencapai lebih dari 54.000 penelfon. Dibandingkan sekitar 15 juta keluarga petani padi di Indonesia, upaya yang lebih sistematis dan berkelanjutan diperlukan untuk mendiseminasikan teknologi ini.

Sumber: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Berita Terbaru

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Info Teknologi | 21-06-2017 | Hits:230

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Info Teknologi | 20-06-2017 | Hits:249

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Type Ketahanan Tanaman

Info Teknologi | 29-05-2017 | Hits:880

Type Ketahanan Tanaman

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi