Padi Lahan Kering Dataran Tinggi

Lahan kering yang dimanfaatkan untuk produksi padi di Indonesia tersebar di seluruh   provinsi dan umumnya merupakan lahan-lahan marginal.

Padi lahan kering atau padi gogo bisa dibudidayakan di dataran rendah sampai dataran tinggi. Diperkirakan luas lahan kering dataran tinggi yang potensial untuk pengembangan tanaman pangan termasuk padi mencapai 2,07 juta Ha.

Kendala utama  yang dihadapi dalam budidaya padi di dataran tinggi adalah suhu rendah. Temperatur udara yang terlalu rendah pada fase vegetative dapat mengganggu pertumbuhan padi dan pada fase reproduktif dapat menyebabkan kegagalan dalam pengisian gabah atau sterilitas.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian telah mengembangkan varietas unggul baru padi gogo yang dapat beradaptasi dengan baik di dataran tinggi hingga ketinggian 1000 meter diatas permukaan laut.

Dua varietas unggul padi gogo dataran tinggi tersebut adalah LUHUR 1 dan LUHUR 2. Kedua varietas tersebut merupakan hasil persilangan  yang dilakukan oleh peneliti-peneliti Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Varietas  LUHUR 1 mampu berproduksi hingga 6.4 ton/Ha di lahan kering dataran tinggi. Varietas ini dapat dipanen pada umur 124 hari, lebih genjah dibandingkan varietas lokal yang biasa ditanam oleh petani gogo dataran tinggi. Tekstur nasi ini tergolong pulen. Kelebihan lain dari varietas ini adalah toleran terhadap kekeringan, tahan terhadap tanah masam dan tahan terhadap penyakit blas.

Varietas LUHUR 2 mampu berproduksi hingga 6.9 ton/Ha di lahan kering dataran tinggi. Varietas ini dapat dipanen pada umur 123 hari. Varietas ini juga toleran terhadap kekeringan, tahan terhadap tanah masam serta tahan terhadap penyakit blas.

Dihasilkannya varietas unggul padi gogo ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas padi didataran tinggi sekaligus meningkatkan pendapatan petani. (AH/Shr)

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2018
Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 2
Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 1
Prosiding Padi 2017 Buku 1 Bagian 2

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Keunggulan Varietas Tarabas
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini1091
Hari kemarin1852
Minggu ini2944
Bulan ini38529
Jumlah Pengunjung1691540
Online sekarang
37

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Padi Lahan Kering Dataran Tinggi

Lahan kering yang dimanfaatkan untuk produksi padi di Indonesia tersebar di seluruh   provinsi dan umumnya merupakan lahan-lahan marginal.

Padi lahan kering atau padi gogo bisa dibudidayakan di dataran rendah sampai dataran tinggi. Diperkirakan luas lahan kering dataran tinggi yang potensial untuk pengembangan tanaman pangan termasuk padi mencapai 2,07 juta Ha.

Kendala utama  yang dihadapi dalam budidaya padi di dataran tinggi adalah suhu rendah. Temperatur udara yang terlalu rendah pada fase vegetative dapat mengganggu pertumbuhan padi dan pada fase reproduktif dapat menyebabkan kegagalan dalam pengisian gabah atau sterilitas.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian telah mengembangkan varietas unggul baru padi gogo yang dapat beradaptasi dengan baik di dataran tinggi hingga ketinggian 1000 meter diatas permukaan laut.

Dua varietas unggul padi gogo dataran tinggi tersebut adalah LUHUR 1 dan LUHUR 2. Kedua varietas tersebut merupakan hasil persilangan  yang dilakukan oleh peneliti-peneliti Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Varietas  LUHUR 1 mampu berproduksi hingga 6.4 ton/Ha di lahan kering dataran tinggi. Varietas ini dapat dipanen pada umur 124 hari, lebih genjah dibandingkan varietas lokal yang biasa ditanam oleh petani gogo dataran tinggi. Tekstur nasi ini tergolong pulen. Kelebihan lain dari varietas ini adalah toleran terhadap kekeringan, tahan terhadap tanah masam dan tahan terhadap penyakit blas.

Varietas LUHUR 2 mampu berproduksi hingga 6.9 ton/Ha di lahan kering dataran tinggi. Varietas ini dapat dipanen pada umur 123 hari. Varietas ini juga toleran terhadap kekeringan, tahan terhadap tanah masam serta tahan terhadap penyakit blas.

Dihasilkannya varietas unggul padi gogo ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas padi didataran tinggi sekaligus meningkatkan pendapatan petani. (AH/Shr)

Berita Terbaru

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi