Sistem Persemaian Terapung

Sistem persemaian di lahan lebak dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan sitem terapung. Persemaian terapung dilakukan pada lahan lebak dengan air genangan yang masih tinggi.  Persemaian sistem terapung terdiri dari dua tahapan sebelum tanam yaitu semai di jambangan dan dilanjutkan dengan penyemaian kedua (tanjar).

Tahapan Persemaian Sistem Terapung:

  1. Pembuatan tempat semaian yang biasa disebut jambangan.  Bahan yang gunakan adalah batang pisang, ranting dan tanah.
  2. Persemaian tahap pertama: Benih ditaburkan di atas jambangan secara merata setelah sebelumnya diperam, kemudian ditutup dengan daun aytau karung plastik.  Persemaian di jambangan dilakukan selama 8-15 hari setelah ditabur, sebelum dipindahkan pada persemaian tahap kedua yang biasa disebut dengan tanjar.
  3. Setelah bibit di jambangan berumur 8-15 hari ibit siap dipindahkan ke pinggiran lahan persawahan untuk persemaian tahap kedua (tanjar). Persemaian kedua diperlukan mengingat air di petakan sawah masih cukup tinggi. Persemaian tahap kedua dlakukan sampai bibit berumur 20 – 25 hari setelah pemindahan dari jambangan.
  4. Tanam dilakukan setelah bibit di Tanjaran berumur 20 - 25 hari.
(NPSR)

Sumber : BPTP Sumatera Selatan

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Keunggulan Varietas Tarabas
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini110
Hari kemarin2029
Minggu ini14278
Bulan ini41624
Jumlah Pengunjung1143129
Online sekarang
22

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Sistem Persemaian Terapung

Sistem persemaian di lahan lebak dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan sitem terapung. Persemaian terapung dilakukan pada lahan lebak dengan air genangan yang masih tinggi.  Persemaian sistem terapung terdiri dari dua tahapan sebelum tanam yaitu semai di jambangan dan dilanjutkan dengan penyemaian kedua (tanjar).

Tahapan Persemaian Sistem Terapung:

  1. Pembuatan tempat semaian yang biasa disebut jambangan.  Bahan yang gunakan adalah batang pisang, ranting dan tanah.
  2. Persemaian tahap pertama: Benih ditaburkan di atas jambangan secara merata setelah sebelumnya diperam, kemudian ditutup dengan daun aytau karung plastik.  Persemaian di jambangan dilakukan selama 8-15 hari setelah ditabur, sebelum dipindahkan pada persemaian tahap kedua yang biasa disebut dengan tanjar.
  3. Setelah bibit di jambangan berumur 8-15 hari ibit siap dipindahkan ke pinggiran lahan persawahan untuk persemaian tahap kedua (tanjar). Persemaian kedua diperlukan mengingat air di petakan sawah masih cukup tinggi. Persemaian tahap kedua dlakukan sampai bibit berumur 20 – 25 hari setelah pemindahan dari jambangan.
  4. Tanam dilakukan setelah bibit di Tanjaran berumur 20 - 25 hari.
(NPSR)

Sumber : BPTP Sumatera Selatan

Berita Terbaru

Padi  Lahan Kering Dataran Tinggi

Info Teknologi | 11-01-2018 | Hits:476

Padi Lahan Kering Dataran Tinggi

Panen di Musim Paceklik

Berita Utama | 10-01-2018 | Hits:220

Panen di Musim Paceklik

Luas Panen Padi di Beberapa Wilayah

Berita Utama | 03-01-2018 | Hits:322

Luas Panen Padi di Beberapa Wilayah

Karakteristik Inpara 8 Agritan dan Inpara 9 Agritan

Info Teknologi | 02-01-2018 | Hits:290

Karakteristik Inpara 8 Agritan dan Inpara 9 Agritan

Inpara 8 dan Inpara 9, Dua Varietas Adaptif Rawa

Info Teknologi | 21-12-2017 | Hits:559

Inpara 8 dan Inpara 9, Dua Varietas Adaptif Rawa

Menteri Pertanian Meluncurkan Varietas Unggul Baru

Info Aktual | 21-12-2017 | Hits:837

Menteri Pertanian Meluncurkan Varietas Unggul Baru

Budidaya Organik dan Non-Organik Padi Terhadap Mutu

Info Teknologi | 16-12-2017 | Hits:582

Budidaya Organik dan Non-Organik Padi Terhadap Mutu

Varietas Unggul Baru untuk Agroekosistem Tertentu

Berita Utama | 11-12-2017 | Hits:786

Varietas Unggul Baru untuk Agroekosistem Tertentu

Panen dan Temu Lapang di Tabanan Bali

Info Aktual | 06-12-2017 | Hits:273

Panen dan Temu Lapang di Tabanan Bali

Budidaya Padi pada Lahan Suboptimal

Info Teknologi | 27-11-2017 | Hits:1230

Budidaya Padi pada Lahan Suboptimal

Petani Tabanan: Padi Hibrida Lebih Menggiurkan

Info Aktual | 20-11-2017 | Hits:891

Petani Tabanan: Padi Hibrida Lebih Menggiurkan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi